Unsur Unsur Seni Rupa

Unsur Unsur Seni Rupa adalah kumpulan elemen penting dalam dunia seni, yang menjadi komposisi utama agar bisa menciptakan karya seni yang indah, menakjubkan dan memiliki harga finansial tinggi. Sebagai seorang pegelut seni, wajib terlebih dahulu untuk mengetahui beberapa Unsur dalam Seni Rupa oleh Senipedia.

Namun sebelum lanjut, ketahui dahulu bahwa Pengertian Seni Rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Sedangkan Unsur Seni Rupa Terdiri Dari titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur dan gelap terang.

Nah, untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai tinggi dan makna yang dalam, seorang pekerja seni harus bisa mengkombinasikan keseluruhan Unsur-unsur pada Seni Rupa dengan baik, dan menerapkan Prinsip komposisi itu terdiri dari kesatuan, keseimbangan, keselarasan, proporsi yang baik, dan vocal point yang menjadi titik pusat perhatian.

Di sisi lain, ada yang dinamakan Unsur Seni Rupa 3 dimensi dan 2 dimensi. Materi mengenai ini akan saya jelaskan pada pembahasan selanjutnya. Fungsi Seni Rupa sendiri ada fungsi sosial dan individu. Sedangkan secara umun diantaranya sebagai pengungkapan ekspresi, penyampaiam nilai budaya dan lain-lain.

Unsur Unsur Seni Rupa

Nah, langsung saja simak beberapa Unsur Unsur Seni Rupa beserta penjelasan dan gambar di bawah ini. Silakan baca sampai selesai dan semoga bisa memberi manfaat, pembelajaran, edukasi dan dijadikan referensi utama bagi kamu semua. Check this out..

1. Titik

Unsur unsur seni rupa

Unsur yang pertama dan paling mendasar yaitu “Titik”. Dalam dunia pendidikan, kita mengenal Titik adalah tanda baca yang digunakan pada bagian akhir bacaan, sebagai penutus kalimat. Namun dalam dunia seni, terdapat sedikit perbedaan definisi.

Elemen titik menjadi elemen paling utama dalam melahirkan ide-ide dan gagasan yang menghasilkan karya seni terbaik. Dari elemen ini, seorang seniman akan berhasil membuat garis, bentuk dan bidang. Bahkan, ada salah satu teknik lukis yang mengusung Pointilisme, yang menggunakan kombinasi warna titik dan ukuran.

2. Garis

Unsur dalam seni rupa

Unsur yang terbadap dalam seni rupa selanjutnya ialah Garis. Menurut Wikipedia, Garis adalah bentuk geometri yang dilukiskan oleh sebuah titik yang bergerak. Garis hanya mempunyai satu dimensi yaitu panjang. Ada 3 jenis garis yaitu: garis lurus, garis penghubung terpendek antara dua titik yang tidak bertepatan.

Dalam dunia seni, Garis sangat berperan penting. Umumnya, garis memiliki dimensi memanjang dan punya arah, bisa berpola panjang, pendek, tebal, halus, lurus, melengkung berombak dan bentuk lainnya. Teknik penggunaan garis yang baik akan menghasilkan karya seni yang apik.

3. Bidang

Unsur dalam membuat seni rupa

Unsur berikutnya adalah bidang. Bidang merupakan suatu permukaan datar yang terdiri dari dua dimensi. Bidang berperan sebagai pembatas sekaligus bagian akhir dari suatu garis. Sehingga membentuk sebuah ukuran yang yang memiliki sisi panjang dan lebar.

Contoh dari bidang yang biasa kita temukan yakni seperti bangunan segitiga, trapesium, persegi dan lain-lain. Bisa dibilang, bidang menjadi hasil dari teknik pada penggunaan titik dan garis dalam pembuatan seni rupa secara umum.

4. Bentuk

Seni rupa 2 dimensi

Unsur Seni Rupa yang satu ini memiliki dua jenis, yang pertama adalah bentuk geometris, yang terdiri dari kubitis (contoh: balok dan kubus) dan silindris (contoh: bola, tabung dan kerucut). Sedangkan yang kedua yakni Non-geomentis, yang menyerupai objek-objek alam seperti hewan, tumbuhan dan manusia.

Unsur berupa bentuk inilah yang menjadikan suatu karya seni rupa menjadi lebih hidup, bisa dinikmati oleh semua orang sebagai karya yang utuh, serta memiliki harga finansial nan fantastis, yang berarti siap untuk dipamerkan dan diperjualbelikan.

5. Warna

Seni rupa 3 dimensi

Berikutnya adalah warna, yang menjadi salah satu unsur penting dalam seni rupa. Warna memberikan kesan jauh lebih indah, hidup dan memiliki kesan. Dengan adanya warna, karya seorang seniman akan memiliki nilai nilai yang lebih tinggi.

Dalam dunia seni rupa, warna memiliki teori bernama Pigmen, dengan pengelompokan sebagai berikut :

  • Warna Primer : Yaitu warna dasar atau pokok, yang keberadaannya tidak didapat dari campuran warna lain, contohnya warna merah, kuning dan biru.
  • Warna Sekunder : Adalah jenis warna yang dihasilkan oleh dua warna yang saling dicampur, contohnya warna orenge, ungu dan hijau.
  • Warna Tersier : Merupakan warna yang tercipta dari hasil pencampuran warna sekunder.
  • Warna Analogus : Yaitu kumpulan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna, contohnya seperti kuning kehijau-hijauan atau oranye kemerah-merahan.
  • Warna Komplementer : Adalah kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna, contohnya seperti warna kuning dengan ungu, merah dengan hijau dan lainnya.

6. Ruang

Pengertian ruang dan waktu

Menurut Djelantik, dia berpendapat bahwa pengertian ruang adalah kumpulan beberapa bidang, kumpulan dimensi yang terdiri dari panjang, lebar, dan tinggi. Penggabungan garis, bidang dan warna akan membentuk suatu ruang, menciptakan ilusi sinar atau bayangan yang meliputi perspektif dan kontras gelap terang.

Unsur unsur seni rupa selanjutnya adalah ruang. Dalam inplementasinya, ruang dibedakan menjadi semu dan nyata. Penggunaan pada seni rupa 2 dimensi, maka ruang bersifat semu karena hanya sebatas penggambaran saja. Sedangkan pada 3 dimensi, ruang bisa dirasakan secara langsung, sehingga bersifat nyata.

7. Tekstur

Pengertian tekstur dalam melukis

Secara umum, tekstur adalah hasil raba dari suatu permukaan, baik datar, melengkung, cembung maupun cekung, baik yang nyata maupun semu. Sifat yang dihasilkan tekstur sendiri adalah permukaan yang lunak, keras, lembut, maupun licin.

Pemolesan teknik tekstur pada suatu karya seni rupa akan menghasilkan karya yang lebih bernilai, terutama di bagian permukaannya. Tiap-tiap benda umumnya memiliki tekstur yang berbeda-beda, meskipun ada beberapa yang sama.

8. Gelap Terang

Pengaruh cahaya dalam karya

Unsur dalam seni rupa selanjutnya ialah cahaya, yang menghasilkan gelap dan terang, serta memiliki pengaruh yang besar terhadap sebuah karya. Pencahayaan yang tepat dalam sebuah hasil seni akan memberikan kesan tersendiri, sesuai dengan posisi dan penempatannya.

Unsur yang satu ini sangat bergantung pada intensitas cahaya. Semakin besar intensitas yang dihasilkan, maka akan semakin terang, begitu pula sebaliknya. Dalam karya 2 dimensi, unsur gelap terang dibuat berdasarkan gradiensi dan pemilihan warna.

Baca juga : Seni Rupa Murni

Akhir Kata

Demikian, 8 Unsur Unsur Seni Rupa beserta penjelasan dan gambar. Semoga ulasan di atas bisa memberi manfaat, menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta dijadikan referensi utama bagi kamu. Terima kasih. (Ref).

Tinggalkan komentar