20 Tari Tradisional SUMATERA SELATAN : Penjelasan dan Gambar

TARI TRADISIONAL SUMATERA SELATAN – Selamat berjumpa kembali di blog sederhana, Senipedia. Pada kesempatan kali ini, saya akan kembali mengulas mengenai Tarian Tradisional di Indonesia, dan fokus membahas tentang Tari Tradisional Sumatera Selatan.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia asalah salah satu negara dengan kekayaan budaya, dan juga alam yang amat melimpah ruah, dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari destinasi wisata, kebudayaan, adat dan sebagainya, salah satunya adalah Tari Daerah Sumatera Selatan yang fenomenal.

Sumatera Selatan adalah sebuah provinsi yang berada di Pulau Sumatera, beribukotakan Palembang. Menurut situs Wikipedia, provinsi ini memiliki luas 91.592,43 km², dengan populasi sekitar 8.391.489 jiwa (2018). Letaknya diapit oleh Provinsi Jambi dan Lampung.

Luas wilayah dan kepadatan penduduk menjadikan daerah ini sangat kaya dengan kebudayaan, salah satunya Tari Tradisional Sumatera Selatan yang telah tersohor hingga ke pelosok Nusantara, hingga mancanegara.

Selain itu, Provinsi ini menjadi bukti dan saksi bisu Kejayaan Kerajaan Swiwija di masa lampau, makanya tidak heran jika provinsi Sumsel sangat identik dengan budaya dan kesenian masa Lampau, termasuklah Tarian Khas Sumatera Selatan yang tetap ada hingga kini.

Tari Tradisional Sumatera Selatan Lengkap dengan Penjelasan

Untuk itulah artikel ini dibuat, yakni sebagai sarana penyaluran wawasan dan ilmu pengetahuan kamu mengenai Tari Tradisional Sumatera Selatan. Langsung saja simak ulasannya di bawah ini, semoga bisa dijadikan referensi utama bagi kamu :

1. Tari Silampari

Tari adat sumatera selatan
Tari Silampari, Sumsel | Blogkulo.com

Yang pertama bernama Tari Silampari. Nama tarian ini diambil dari 2 suku kata asal Palembang, yakni Silam berarti Hilang, dan Pari berarti Peri / Bidadari. Nah, nama ini terinspirasi dari dongeng rakyat Sumsel tentang kisah Dayang Torek dan Bujang Penulup.

Simpel saja, makna tari Silampari bercerita tentang kisah seorang wanita yang menjelma menjadi Peri, kemudian menghilag. Akhirnya terciptalah tarian ini dengan mengangkat nama tersebut. Menurut kabar, tarian ini sudah ada sejak zaman sebelum Indonesia merdeka.

Tarian ini pertama kali ditampilkan adalah pada acara pembuatan Watervang, yakni saat pembuatan Bendungan buatan kolonial Belanda di daerah Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

2. Tari Penguton – Tari Tradisional Sumatera Selatan

Tari Tradisional Sumatera Selatan selanjutnya bernama Tari Penguton. Pada awal kemunculannya, tarian ini dipergunakan dalam acara penyambutan tamu-tamu besar negara yang berkunjung ke Sumatera Selatan, di masa sebelum kemerdekaan.

Tarian ini berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir, Usia dari tari inipun sendiri sudah cukup tua, bahkan digadang-gadang sebagai cikal bakal lahirnya Tari Sekapur Sirih Sumsel, yaitu lahirnya tari “Gending Sriwijaya”, dan pernyataan ini telah diakui oleh Pemprov Sumsel.

3. Tari Bujang Gadis Beladas

Tarian asal Sumsel berikutnya bernama Tari Bujang Gadis Beladas. Masih berasal dari daerah Ogan Komering Ilir, tarian ini umumnya dimainkan oleh 7 orang campuran pria dan wanita, dengan mengenakan pakaian adat Sumatera Selatan yang modern dan telah dimodifikasi.

Ini adalah salah satu Contoh Tari Kreasi. Alat musik yang digunakan mengkombinasikan antara alat tradisional dan modern. Untuk alat musik tradisional, contohnya adalah jimbe, kendang dan akordian.

Tari Bujang Gadis Beladas melambangkan keceriaan dan kebahagiaan para kaum pria dan wanita. Kamu akan sering menyaksikan pementasan tarian ini pada berbagai event, seperti syukuran / hajatan, resepsi pernikahan dan acara-acara lainnya.

4. Tari Petake Gerinjing

Tari Tradisional Bangka Belitung selanjutnya bernama Tari Petake Gerinjing. Tarian ini mengkombinasikan gerakan tari rakyat dan komtemporer. Makna Tari Petake Gerinjing adalah menceritakan tentang peristiwa musibah yang dialami oleh masyarakat Pagar Alam, Sumsel.

Musibah tersebut berupa banjir bandang yang melenyapkan segala aspek di lingkungan tempat tinggal masyarakat itu, dikarenakan mereka tidak mematuhi dan menuruti norma-norma serta adat istiadat yang ada.

Penggambaran banjir bandang dalam tarian ini akan terlihat ketika penari yang memegang selendang / kain panjang, menggerakkan dengan mengayun-ayunkan selendang sehingga membentuk ombak besar, yang akhirnya menyapu pemukiman.

5. Tari Ngantat Dendan

Tari daerah sumsel
Tari Ngantat Dendan, Sumsel | IndonesiaKaya.com

Selanjutnya bernama Tari Ngantat Dendan. Tarian ini merupakan salah satu contoh tari kreasi, yang dipergunakan sebagai tari iring-iringan pengantin pria, pada saat resepsi pernikahan adat di daerah Kota Lubuk linggau, Provinsi Sumatera Selatan.

Keunikan dari tarian ini adalah dari segi priperti yang digunakan, berupa Jaras yaitu sebuah rantang besar yang dipalut kain, kemudian diikatkan dan dijunjung di atas kepala, sambil mengiringi pengantin pria menuju rumah mempelai wanita.

Jaras / rantang besar ini umumnya dibawa oleh kaum pria. Tradisi seperti in juga berlaku di Minangkabau Sumatera Barat hingga saat ini. Isi dari rantang sendiri adalah barang-barang yang diminta pihak wanita sebagai mahar pernikahan.

6. Tari Sendratari Konga Raja Buaye

Tari Tradisional asal Sumatera Selatan selanjutnya bernama Sendratari Konga Raja Buaye. Tarian ini diangkat dari legenda masyarakat Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, dan beraliran tari kreasi.

Legenda tersebut bercerita tentang ancaman seorang raja yang bernama Buaya, terhadap masyarakat yang tinggal di daerah Musi Rawas, dimana raja tersebut tidak lain adalah jelmaan seorang Putri yang cantik.

Namun, ancaman tersebut langsung hilang seiring luluhnya hati sang raja, karena kehadiran sesosok manusia yang tampan, sehingga masyarakat menjadi terbebas dan bisa hidup dengan tenang kembali.

Bercermin dari busana yang dikenakan, karakter penari dalam tarian ini dibagi menjadi 3 kelompok, yakni masyarakat, para buaya dan pasukan pria tampan. Kostum pemeran masyarakat mengenakan pakaian adat Sumsel untuk wanita.

Karakter para buaya akan mengenakan kostum yang mencerminkan seekor buaya, lengkap dengan topeng berbentuk wajah buaya dengan lidah menjulurnya. Sedangkan pasukan pria tampan, akan mengenakan kostum pakaian adat Sumsel untuk pria.

7. Tari Seluang Mudik

Berikutnya bernama Tari Seluang Mudik, tarian khas Sumatera Selatan yang asalnya dari Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Seluang sendiri ialah nama seekor ikan, dengan gerakan tari yang mencerminkan prilaku ikan tersebut pada musim Seluang Mudik.

Untuk yang belum tahu, ikan Seluang ini merupakan salah satu jenis ikan yang hidup dan berkembangbiak di air tawar, sering dijumpai di rawa-rawa atau danau di seluruh daerah Sumsel. Ikan ini hidup dengan berpindah-pindah secara berkelompok di musim Seluang Mudik.

8. Tari Madik – Tari Tradisional Sumatera Selatan

Disebut juga dengan Tari Nindai, Tari Tradisional Bangka Belitung yang satu ini terkesan unik dan berbeda dari tarian-tarian Tradisional di provinsi lain. Tari ini dipakai dalam acara menilai calon menantu.

Ada sebuah tradisi turun-temurun di Sumsel, dimana jika kedua pasangan kekasih akan merencanakan pernikahan, maka calon mempelai pria akan datang bersama ibunya ke rumah calon menantu, untuk memberi penilaian, yang disebut dengan Nindai / Madik.

9. Tari Putri Bekhusek

Tari Tradisional Sumatera Selatan berikutnya adalah Tari Putri Bekhusek. Dalam bahasa Sumsel, Bekhusek sendiri artinya adalah bermain / permainan. Makna tarian ini diambil dari namanya, yakni kisah seorang Putri yang tengah bermain.

Tarian ini berasal dari Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumsel, dimana filosofi tarian ini melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat setempat dan Sumatera Selatan secara umum, sehingga nuansa keceriaan dan kebahagiaan terlihat dari tarian ini.

10. Tari Tanggai

Tari khas Sumatera Selatan
Tari Tanggai, Sumsel | InfoBudaya.net

Selanjutnya bernama Tari Tanggai. Seperti pada umumnya yang ada pada tiap-tiap provinsi, Tari Tanggai dipergunakan sebagai tarian penyambutan atau selamat datang, terhadap tamu / tokoh terhormat yang berkunjung ke Sumatera Selatan.

Memang tidak terdapat informasi yang valid mengenai kapan dan bagaimana proses terciptanya tarian ini. Namun konon, pada awalnya dijadikan media pemujaan terhadap dewa-dewa, oleh masyarakat Budha Sumsel pada zaman dahulu.

Pernyataan ini diperkuat oleh keberadaan dan kejayaan masa kerajaan Swirijaya, yang dulunya merupakan pusat sekaligus penyebaran ajaran Budha dari Sumatera Selatan, sehingga unsur Tionghoa terlihat jelas dalam tarian ini.

11. Tari Gending Sriwijaya

Tari Tradisional Sumatera Selatan selanjutnya bernama Tari Gending Sriwijaya. Sesuai dengan namanya, tarian ini telah ada sejak masa kejayaan kerajaan Sriwijaya di Nusantara, serta dipentaskan khusus bagi keluarga kerajaan saja, untuk menyambut tamu-tamu dari kerajaan lain.

Namun kini, pementasannya telah dibuka secara umum, dimainkan oleh penari wanita secara berkelompok, serta diperagakan dalam banyak event, mulai dari Pesta Pernikahan, pentas seni, pertemuan besar kepemerintahan dan sebagainya.

12. Tari Tenun Songket

Tarian Daerah Babel selanjutnya bernama Tari Tenun Songket. Palembang menjadi salah satu daerah dengan hasil tenun songket terbaik di dunia, telah ada dan berkembang sejak zaman kerajaan Sriwijaya hingga hari ini. Nama lain dari tarian ini adalah Tari Rampak Kipas Songket Brada.

Tarian ini dimainkan oleh kaum perempuan, yang secara umum berjumlah 5 orang. Properti yang dipakai adalah kain songket hasil tenunan, namun ada pula yang memakai kipas, dengan busana baju kurung dan gerakan yang dinamis.

13. Tari Kebagh – Tarian Daerah Sumatera Selatan

Tari Tradisional Sumatera Selatan selanjutnya adalah Tari Kebagh, dikenal juga dengan nama Tari Kemban Bidudari atau Tari Bidudari. Asal-usul tarian ini berasal dari mitos di daerah Dusun Padang Langgar, sekarang bernama Padang Kenidai.

Di awal terciptanya, tarian Kebagh ini dikhususkan untuk menyambut petinggi suatu daerah atau seorang raja. Tarian ini tergolong spesial, karena sebelum pementasan berjalan, terlebih dahulu dilakukan beberapa ritual, supaya proses pementasan berlangsung lancar dan mengagumkan.

Gerakan paling dominan dalam tarian ini adalah, gerakan melambai kekiri dan kekanan dengan membentangkan kedua tangan, menggunakan pakaian adat khas Besemah, yang konon telah ada sejak zaman nenek moyang.

15. Tari Kubu

Tari kubu sumsel
Tari Kubu, Sumsel | IndonesiaKaya.com

Berikutnya adalah Tari Kubu. Kubu merupakan nama suku yang tidak asing lagi di telinga kita. Saat ini, populasi mereka sudah menipis. Mereka tinggal dan menetap di daerah perbatasan provinsi Jambi dan provinsi Sumatera Selatan.

Pola Kehidupan mereka masih Homogen, hubungan dengan dunia luar juga belum terlalu terbuka, sehingga sulit diekspos secara keseluruhan. Mata pencarian utama mereka yakni berladang dan berburu.

Tarian ini dimainkan oleh 10 orang, 5 penari pria dan 5 penari wanita, mengenakan pakaian khas sehari-hari masyarakat suku Kubu. Tarian ini terinspirasi dari kebiasaan masyarakat suku saat mengobati orang sakit.

15. Tari Pagar Pengantin

Tari Tradisional Sumatera Selatan berikutnya bernama Pagar Pengantin. Sesuai dengan namanya, tarian ini akan sering terlihat di setiap resepsi pernikahan yang ada di Provinsi Sumsel. Tarian ini punya makna yang dalam.

Makna Tari Pagar Pengantin sendiri adalah menceritakan tentang mempelai wanita yang telah lepas dari masa remajanya, serta akan berpisah dengan kedua orangtua dan keluarganya, menandakan kehidupannya telah menjadi tanggung jawab suami.

16. Tari Mejeng Besuko

Berikutnya bernama Mejeng Besuko. Ini adalah salah satu tarian khas asal Sumsel yang telah ada sejak zaman nenek moyang. Tarian ini disebut juga dengan nama Tari Perjodohan, dimana menggambarkan kebahagiaan para pemuda dan pemudi ketika bertemu.

Tari Mejeng Besuko juga dijadikan sebagai media dalam memikat dan menemukan jodoh yang akan jadi pasangan hidup. Gerakannya yang lemah lembut dan gemulai mendeskripsikan canda gurau antar remaja di Sumatera Selatan.

17. Tari Gegerit – Tari Adat Sumatera Selatan

Tari Tradisional Sumatera Selatan selanjutnya bernama Tari Gegerit. Secara etimologi, arti Gegerit sendiri adalah lelah / capek, ketika para perempuan menghadapi para penjajah di masa gerilya dulu.

Gerakan paling dominan dalam tarian ini adalah gerakan jongkok, sambil terus memainkan sayap-sayap yang menempel di bahu. Tarian ini dimainkan oleh 4 orang khusus wanita, mengenakan baju adat Lahat berwarna merah maroon.

18. Tari Kipas Serumpun

Tari kipas serumpun sumsel
Tari Kipas Serumpun, Sumsel | RingkasKata.com

Selanjutnya bernama Tari Kipas Serumpun, yang merupakan salah satu contoh tari kreasi asa Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. makna Tari Kipas Serumpun sendiri adalah bercerita tentang betapa pentingnya kerjasama dan gotong royong antar sesama manusia.

Tarian ini dimainkan oleh kaum wanita, dengan properti utama berupa kipas yang dimainkan sambil melambai-lambai. Intinya, tarian ini dijadikan sebagai lambang persatuan dan kesatuan antar masyarakat di Sumatera Selatan.

19. Tari Rodat Cempako

Tarian adat Sumatera Selatan selanjutnya bernama Tari Rodat Cempako. Tarian ini terinspirasi dari gerakan-gerakan tari Timur-Tengah, selain itu filosofinya sangat dekat dengan nuansa islami.

Syair pengiring dalam tarian ini berbahasa arab yang berasal dari kitab Berzanji. Salah satu fungsinya adalah sebagai pengiring dalam pawai iringan pengantin, dan umumnya dipertunjukkan bertepatan saat memperingati Maulid Nabi.

20. Tari Sebimbing Sekundang

Yang selanjutnya ini berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ulu, dijadikan sebagai tarian penyambutan bagi tamu dan tokoh terhormat, yang berkunjung ke Sumatera Selatan. Tarian ini biasanya dimainkan oleh 9 orang penari.

Kombinasinya, 1 orang puteri akan membawa tepak, 2 orang penari akan membawa rempah-rempah, 1 orang akan membawa  payung agung dan 2 orang akan menjadi pengawal. Tepak sendiri berisi daun sirih, yang diracik menggunakan getah Gambir.

Yuk, Baca Juga :

Penutup Tari Tradisional Sumatera Selatan

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai Tari Tradisional Sumatera Selatan beserta penjelasan dan gambar. Semoga ulasan ini bisa bermanfaat, serta menjadi referensi bagi kamu, dan akhir kata saya ucapkan terima kasih.