17+ Tari Tradisional RIAU beserta Penjelasan Lengkap

Tari Tradisional Provinsi Riau – Kembali lagi bersama Admin Senipedia. Pada kesempatan ini, saya akan coba mengulas mengenai jenis tarian daerah di salah satu provinsi di Indonesia, yakni Tari Tradisional Riau beserta penjelasan lengkapnya.

Riau adalah sebuah nama Provinsi di Pulau Sumatera, dengan luas wilayah 87.023,66 km, total penduduk 6.657.911 jiwa (2017), dengan tingkat kepadatan 76,50 jiwa/km dan ber-ibukotakan Pekanbaru.

Hingga kini, Provinsi Riau dinobatkan ssbagai salah satu paling kaya di Indonesia, dengan komoditi utama berupa kelapa sawit, minyak bumi, gas alam dan karet. Selain itu, kota industri juga tersohor disini, yakni Pulau Batam.

Sederet Kemajuan Provinsi Riau yang terus mengalami peningkatan, tidak membuat masyarakatnya melupakan Seni peninggalan nenek moyang mereka, terutama dalam hal Tari Tradisional Riau yang masih selalu dilestarikan.

Tarian Daerah Provinsi Riau hingga kini masih terus dimainkan, digunakan dan ditampilkan pada beberapa acara adat, keagamaan, peringatan penting dan sebagainya, sesuai dengan fungsi, tujuan dan makna yang dibawakan dari masing-masing tarian.

Daftar Lengkap Tarian Tradisional RIAU dan Penjelasan

Nah, untuk itu, pada kesempatan kali ini saya coba menjelaskan kepada teman-teman semua, mengenai beberapa Tarian Adat Riau beserta penjelasannya secara lengkap, silakan disimak artikel ini sampai selesai ya.

Tari Persembahan Riau

Sebagai pembuka, yang pertama adalah Tari Pasambahan. Tarian jenis ini sebenarnya hampir ada di setiap provinsi di Indonesia.

K

arena maknanya sama, yakni akan ditampilkan saat ada tamu / tokoh terhormat datang ke daerah mereka, maka akan disambut dengan tarian ini.

Namun yang menjadi pembeda adalah, pastinya menyangkut gerakan, iringan musik, busana dan prosedurnya.

Dalam tari Pasambahan dari Riau ini, salah satu penari akan membawa Carano (Mangkok) yang berisikan Sirih.

Sirih tersebut kemudian akan dibuka dari kotak oleh si-tamu tersebut. Ini adalah bentuk pengagungan dari setiap tamu yang datang, karena dipersilahkan untuk membukanya duluan, barulah diikuti oleh tamu / orang lain.

Dalam budaya klasik Melayu Riau, sirih bukan hanya sebatas hal biasa, disana sirih dianggap penting terutama dalam mempererat, dan merekatkan persaudaraan sesama manusia dalam pergaulan.

Tari Makyong

Tari ini telah berumur lebih 100 tahun. Dengan kekentalan unsur budaya melayu dan iringan musik berupa gendang, rebab dan tetawak, menjadikan tarian ini sangat dikenal di Provinsi Riau maupun secara Nasional.

Di beberapa daerah kepulauan di Riau, tari teater Makyong ditampilkan dengan memakai Topeng, berbeda dengan daerah lain yang tanpa menggunakan topeng.

Tarian yang tergolong Dramatari ini juga sering ditampilkan dalam pentas internasional.

Tari Makyong dibawakan oleh penari profesional, dengan mengkombinasikan unsur keagamaan, sandiwara, tari, musik dengan vokal atau instrumental, serta dengan naskah yang sederhana.

Di daerah yang masih kental unsur budaya nenek moyangnya, tarian ini biasanya diadakan saat setelah panen besar, sebagai tanda Syukur kepasa Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu, tarian ini juga dibagi kedalam 8 jenis, antara lain adalah :

  • Mak Yong Pattani
  • Mak Yong Kelantan
  • Mak Yong Kedah
  • Mak Yong Laut
  • Mak Yong Kedah
  • Mak Yong Medan
  • Mak Yong Kalimantan
  • Mak Yong Mantang.

Tokoh pemainnya adalah pria dan wanita, dengan membawakan banyak karakter berbeda, antara lain misalnya pelawak, dewa, jin, pegawai istana, binatang dan sebagainya.

Tari Zapin Melayu

Siapa sih yang tidak kenal dengan Tari Zapin? Sebuah tarian yang sangat fenomenal di Nusantara dan mancanegara, bahkan telah dilabelkan dalam sebuah Lagu yang berjudul Laksmana Raja di Laut oleh pedangdut legendaris Iyeth Bustami.

Kata Zapin sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu “Zapn”, yang berarti pergerakan kaki yang cepat diikuti rentak pukulan.

Itulah mengapa dalam tarian ini sangat kental dengan unsur keagamaan, dan diperkirakan berasal dari Negeri Yaman.

Tari Zapin tidak hanya berkembang dan dimainkan di Riau saja, tapi juga di Semenanjung Malaysia, Sarawak, Kepulauan Riau, pesisir Kalimantan dan Brunei Darussalam.

Karena perkembangan serumpun melayu cukup luas dengan nama yang beragam pula.

Makna Tari Zapin ini adalah media dakwah, penyebaran ajaran Islam dan sarana hiburan melalui syair lagu-lagu zapin yang didendangkan. Dalam perkembangannya, tarian ini juga sudah melalui beberapa era.

Sebelum tahun 1960-an, Tari Zapin hanya dimainkan oleh kaum pria saja, namun kini telah bisa dimainkan oleh wanita juga, bahkan pencampuran pria dan wanita.

Ragam gerakan juga cukup banyak, meskipun di setiap daerah mengusung gerakan yang sama.

Tari Zapin Matahari

Tidak sama dengan Tari Zapin diatas, tarian yang satu ini bercerita tentang sepasang kekasih di Desa Kuala Tolam, yang menjalankan hubungan asmara, setelah sekian lama akhirnya merekapun menikah.

Tari Zapin Matahari ini berasal dari Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan. Cerita yang terkandung dalam tarian ini cukup diminati masyarakat terutama kaum remaja, karena mengangkat kisah mengenai hubungan asmara.

Tari Melemang

Tari Tradisional Riau yang berikutnya adalah Tari Melemang. Melemang disini diartikan sebagai gerakan berdiri sambil membongkokkan badan ke belakang. Tarian ini umumnya dimainkan oleh 14 orang oleh kaum pria dan wanita.

Dalam prakteknya, kamu akan melihat bagaimana tarian ini menggabungkan unsur tari, musik dan bernyanyi.

Dalam nyanyiannya sendiri, bercerita tentang kehidupan di suatu kerajaan.

Tari Melemang memang suatu budaya yang dijadikan sebagai media hiburan bagi masyarakat Riau, terlebih lagi durasi pertunjukkannya yang cukup panjang, bahkan bisa mencapai satu jam.

Tari Tandak Sedati

Pada zaman dahulu, tari Tandak Sedati awalnya dijadikan sebagai media pengerat silaturahmi antara pemuda dan pemudi sekampung.

Tarian ini dibawakan oleh kaum pria dan wanita pada malam hari, dengan iringan musik tradisional.

Hingga sekarang, tarian ini masih terus dilestarikan dan dimainkan sebagai media hiburan, dan akan kamu temuka pada pergelaran pentas seni, acara adat, perkawinan maupun kegiatan budaya lainnya.

Menurut sejarahnya, tari tandak ini menjadi ‘penyambung’ untuk mempertemukan pria dan wanita antar kampung, tidak jarang juga dijadikan sebagai ajang mencari jodoh antar penari pria dan wanita.

Dalam pelaksanaannya, tarian ini umumnya dimainkan oleh 8 orang pria dan wanita secara berpasang-pasangan, dengan kostum Melayu Riau yang khas, serta dibarengi lantunan lagu, syair dan pantun asli etnis Melayu.

Sedangkan untuk properti / alat musik pengiringnya, antara lain tetap menggunakan rebana, kordeon, dan beberapa alat musik tradisional Riau lainnya sejak dahulu.

Tari Joged Lambak

Tari Tradisional Riau yang satu ini sangat berkembang pesat terutama di daerah Bintan, Batam, Moro, dan juga tersebar luas di seluruh masyarakat kepulauan Riau, karena seringkali ditampilkan pada acara-acara besar.

Dalam perkembangannya, Tari Joged Lambak ini sudah ada sejak zaman dahulu, tepatnya pada masa kerajaan-kerajaan Melayu di Sumatera seperti Melayu Riau-Lingga, dan terus dilestarikan hingga hari ini.

Untuk gerakannya sendiri sangat lemah gemulai namun tidak monoton, diiringi dengan musik dan lagu-lagu daerah diantaranya Serampang laut, anak kala, tanjung katung dan juga lagu dondang sayang.

Tarian ini dibawakan oleh Pria dan Wanita dengan mengenkan kostum khas Melayu, serta alat musik pengiring seperti rebana, akordion, kompang, serunai, biola, gambus dan properti khas Melayu lainnya.

Tari Gamelan

Tari Gamelan merupakan salah satu Tarian Khas Riau yang sangat klasik dan telah berusia tua. Tari Gamelan pertama kali diselenggarakan untuk dipertontonkan di Kerajaan Riau dan Lingga sekitar abad ke-17.

Tarian Gamelan dimainkan oleh Wanita dalam pementasan khusus maupun secara umum. Keindahan tarian ini sangat tercermin dari keelokan gerakan, musik pengiring dan kekayaan akan budaya sejarah.

Kostum yang dipakai dalam Tarian ini menampilkan busana khas Melayu, ditambah dengan properti sebuah Kipas, selendang yang diikatkan di pinggang dan “Suntiang” di kepala, sehingga para penari terlihat begitu cantik lagi bijaksana.

Tari Suku Melaut Teluk Meranti

Sesuai dengan namanya, tarian ini berkembang pesat di daerah pesisir pantai teluk Meranti, oleh masyarakat dari suku Melaut.

Masyarakat disana biasanya memanfaatkan Ambong untuk membawa kelapa (Niau).

Gerakan dalam tarian ini menggunakan properti Ambong, serta mendeskripsikan manfaat dari Ambong itu sendiri sesuai fungsinya, sekaligus membuktikan bahwa benda tersebut juga bisa dijadikan properti tari oleh mereka yang memahaminya.

Dalam beberapa varian gerakannya, akan ditemukan momen dimana para penari memikul, menjunjung, menghentak, menggoyang, menggegar dan menungkup Ambong tersebut serta diiringi musik yang serentak dan sejajar.

Tari Manggar

Tari Manggar merupakan sebuah Tarian asal Riau , yang bercerita mengenai sejarah kota Pekanbaru, yakni saat dimana ditemukannya sebuah kota bernma Sena, yang kini dikenal dengan nama Senapelan.

Tarian ini diperankan oleh pria dan wanita, dengan kostum khas Melayu.

Penari pria akan menggunakan sebuah tongkat yang di bagian atasnya diberi hiasan, sedangkan wanita mengenakan pakaian kurung dengan hiasan Suntiang di Kepala.

Tari Zikir Bharat

Tarian ini muncul dan berkembang pesat di Pulau Pemping, Kecamatan Belakangpadang, Batam. Pada mulanya, tari ini lebih dulu dikenal dengan nama Zikir Karut, yang datang dari Negeri Siam ke Kelantan.

Saat kamu menyaksikan tarian ini, kamu akan melihat seorang Tukang Cerita (Tukang Karut) yang memimpin sebuah kelompok, mereka akan saling bercerita dan beradu pantun, kemudian diikuti oleh tarian yang menjadi suara latarnya.

Pelaku dalam tarian ini adalah gabungan pria dan wanita, mereka sama-sama duduk manis sembari melakukan gerakan tari, dengan diiringi alat musik seperti gendang dan gong. Selain itu, lirik lagu yang digunakan sangat bernuansa Islami.

Tari Tebus Kipas

Merupakan sebuah tarian adat Kepri yang terkenal dan fenomenal. Tarian ini dibawakan oleh 3 atau lebih wanita dengan menggunakan kipas sebagai propertinya. Tarian ini juga sering tampil di berbagai acara khusus maupun umum.

Tari Jogi

Tari Jogi berasal dari Pulau Batam, Provinsi Riau. Tarian ini cukup populer dan sering terlihat pada berbagai acara formal maupun umum.

Di acara Batam Expo beberapa waktu lalu tarian ini juga ikut serta dalam memeriahkan pentas seni besar tersebut.

Tari Inai

Tarian daerah Riau berikutnya bernama Inai, tarian ini akan sering kamu temukan pada acara-acara seperti pernikahan dan upacara adat lainnya.

Bukan hanya di Riau, Tari Inai juga berkembang di Provinsi Jambi dan daerah Melayu lainnya.

Tari Inai umumnya dibawakan oleh kaum Pria dengan jumlah maksimal 3 orang, serta dilengkapi dengan properti berupa Lilin yang dipegang sambil menari.

Tarian ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tahun 2017.

Tari Kuda Kepang

Tari Kuda Kepang memang menjadi salah satu ikon seni tari di Pulau Jawa, namun seiring kemajuan zaman, tarian ini telah tersebar luas ke berbagai daerah, termasuk sebagian besar Sumatera. Yang jadi pembeda tentulah musik dan gerakan.

Di Riau, tari kuda kepang biasanya dimainkan hingga 25 orang, yang masing-masing memiliki bagian, yakni 9 penari, 5 pemain musik, 2 orang bamoh dan 9 sampai 15 orang penjaga kawasan, yang biasanya dimainkan khusus kaum pria saja.

Alat musik pengiringnya antara lain adalah angklung, gendang dan gong. Sedangkan untuk properti pendukung adalah properti yang digunakan adalah kuda, cambuk atau kecut, tali sepanjang 30 meter, jidor, kenong, saron peking dan juga bonang.

Tari Rentak Bulian

Bagi masyarakat Talang Mamak (daerah terisolir), Sehiliran Sungai Indragiri, Provinsi Riau, tari Rentak Bulian punya kesan, makna dan kesakralannya sendiri, serta dianggap penting bagi masyarakat setempat.

Biasanya, tarian tradisional Riau ini akan dimainkan saat upacara Bulean, dalam rangka penyelenggaraan pengobatan tradisional.

Pengobatan ini akan dimainkan oleh seorang tokoh / dukun yang disebut Kumantan, serta diiringi musik dari ketabung, tetawak dan juga gendang.

Tari Masri

Tari Tradisional Riau berikutnya bernama Tari Masri, yang juga merupakan salah satu tarian yang mendapat banyak sekali pengaruh dari budaya Timur Tengah, mulai dari segi gerakan, musik pengiring hingga busana yang dikenakan.

Tarian ini biasanya akan dibawakan oleh 4 pasang penari pria dan penari wanita, dengan membawa kerincing dan alat Hadrah (sejenis alat musik Kompang).

Yuk, baca juga Tari Tradisional Lampung berikut ini.

Tari Lenggang Melayu

Tari Lenggang Melayu merupakan salah satu tarian adat riau yang datang dari kepulauan Riau. Biasanya dimainkan oleh kaum pria dengan jumlah 3 orang atau lebih, dengan mengenakan kostum khas Melayu.

Selain 18 Tarian Tradisional Riau diatas, sebenarnya masih sangat banyak jenis tarian adat yang tumbuh dan berkembang di Riau, apalagi penyebaran Suku Melayu yang sangat luas pada masa lampau.

Hanya saja, tidak banyak informasi yang bisa didapatkan, dalam artian ekspos mengenai tariannya tidak begitu dipublikasikan secara umum, terutama mengenai Penjelasan dan kerinciannya.

Namun kalau sekadar nama tariannya saja masih bisa diketahui, meskipun tanpa ulasan pelengkap, antara lain adalah :

  • Tari Joged Lambak
  • Tari Alu
  • Tari Betabik
  • Tari Boria
  • Tari Damnah
  • Tari Dayung Sampan
  • Tari Dendang Dangkong
  • Tari Engku Puteri
  • Tari Joged Bebtan
  • Tari Joged Karimun
  • Tari Joged Mak Dare
  • Tari Joged Pantai Nongsa
  • Tari Ikan Kekek
  • Tari Laksemane Bentan
  • Tari Lang-Lang Buana
  • Tari Marhaban
  • Tari Mendu
  • Dll

Penutup

Sebagai generasi milenial, tidak heran jika banyak dari mereka yang hingga saat ini masih benar-benar buta, mengenai kekayaan seni dan budaya di daerah tempat tinggalnya. Kendati demikian, hendaknya kenyataan ini bisa dihilangkan.

Seharusnya sebagai penerus, kita harus selalu menjaga, melestarikan dan selalu mengapresiasi seni lokal yang diwariskan nenek moyang, termasuk mengenai Tari Tradisional Indonesia ini, bukan malah terhanyut dengan budaya luar (Westernisasi).

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai Jenis Tari Tradisional Riau Lengkap dengan ulasannya.

Semoga artikel diatas bisa memberi manfaat dan menambah wawasan kamu mengenai Tarian Adat di Indonesia. Terima kasih.

Baca juga :

Tinggalkan komentar