11 Tari Tradisional LAMPUNG serta Penjelasan dan Gambar

TARI TRADISIONAL LAMPUNG – Selamat datang kembali di Blog Senipedia. Pada kesempatan kali ini, Admin kembali merangkum informasi mengenai Tari Daerah di Indonesia, dan di artikel ini memfokuskan pada Tari Tradisional Lampung.

Tarian Lampung – Indonesia tercatat menjadi salah satu negara, dengan kekayaan alam dan budaya yang mendunia, hal ini tidak bisa dipungkiri karena memang telah ditetapkan sejak dahulu.

Sebut saja seperti Kesenian yang tersebar di seluruh wilayah, salah satu yang paling terkenal adalah Tari Daerah Lampung yang beranka-ragam, dan bervariasi mulai dari makna, gerakan dan filosofinya yang dalam.

Lampung adalah sebuah provinsi yang ada di Pulau Sumatera, letaknya paling ujung, berbatasan langsung dengan Selat Sunda, yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera. Sedangkan di sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan.

Menurut Wikipedia, Total wilayah Provinsi Lampung adalah 35.587 kmĀ², dengan jumlah penduduk 8.289.577 jiwa (2017). Dengan luas dan jumlah yang banyak, tidak heran jika provinsi yang beribukotakan Bandar Lampung ini memiliki Kesenian asal Lampung yang sangat kaya.

Untuk Tari Khas Lampung sendiri, jumlahnya memang tidak sebanyak Sumatera Utara maupun Aceh, namun eksistensinya tidak diragukan lagi, bahkan juga telah dipentaskan di panggung internasional.

Tari Tradisional Lampung dan Penjelasan

Nah, langsung saja simak beberapa Tari Tradisional Provinsi Lampung beserta penjelasan dan gambarnya di bawah ini. Semoga bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kamu selepasnya.

1. Tari Cangget

Yang pertama bernama Tari Cangget, tarian yang kabarnya telah ada sejak pasukan Jepang belum memasuki Indonesia, yakni sekitar tahun 1942. Tarian ini awalnya dimainkan untuk perayaan pesta pernikahan, mendirikan rumah hingga sebagai penghantar seseorang sebelum berangkat haji.

Tarian ini dimainkan oleh kaum muda dan mudi secara massal, dengan alat musik tradisional berupa 1 buah bende, 2 buah gong, 1 gendang, 8 hingga 12 lunik, canang dan 2 pepetuk. Tarian ini juga dijadikan sebagai hiburan masyarakat Lampung.

Di sisi lain, dijadikan pula sebagai ajang perkenalan, silaturahmi hingga pencarian jodoh. Bahkan jika cocok, maka bisa diteruskan hingga ke jenjang pernikahan. Beberapa jenis tarian ini antara lain Nyampuk Temui, Bakha, Penganggik, Pilangan dan Tari Cangget Agung.

2. Tari Bedana

Tari adat Lampung
Tari Bedana, Lampung | Lampunggeh.co.id

Tari Tradisional Lampung selanjutnya bernama Tari Bedana. Pada tarian ini, nuansa islami sangat terlihat sekali. Pasalnya, di awal kemunculannya hanya dipertontonkan kepada keluarga, manakala ada salah satu anggota keluarga yang khatam Al-Qur’an.

Penarinya pun hanya dimainkan oleh kamu pria secara berkelompok dan berpasangan. Namun kini, seiring dengan perkembangan zaman, Tari Bedana telah bisa disaksikan secara umum. Bisa disaksikan diberbagai acara, baik formal maupun non formal.

Tarian ini berusia sudah sangat tua, karena telah ada dan tumbuh sejak pertama kali islam masuk ke Lampung. Tarian ini juga menjadi cerminan masyarakatnya yang ramah, sopan dan terbuka terhadap perkembangan positif yang datang dari luar daerah.

3. Tari Melinting – Tari Tradisional Lampung

Berikutnya bernama Tari Melinting. Sesuai dengan namanya, Tarian asal Lampung yang satu ini berasal dari daerah Melinting, Kecamatan Labuhan Meringgai, Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sama seperti no. 2, tarian ini diperkirakan sudah ada sejak awal islam masuk ke Nusantara.

Arti Melinting sendiri adalah “Membawa”, yang menjadi filosofi bahwa yang dimaksud “membawa” disini adalah kehadiran Islam beserta misinya untuk memasuki Nusantara kala itu.

Menurut info yang beredar, tarian ini diciptakan oleh Ratu yang memimpin daerah Melinting itu sendiri, sehingga ketika awal diciptakan, sifatnya cukup sakral. Namun kini, Tari Melinting telah bisa dimainkan secara bebas.

Ada 2 gerakan paling menonjol dalam tarian ini, yakni gerakan Murni dan Maknawi. Sementara untuk gerakan yang digunakan, terbagi menjadi gerakan putra dan putri, yang meliputi babar kipas, jong sumbah, sukhung, sekapan balik palau, kenui melayang niduk, salaman, suali, biti batang, luncat kijang dan lapah ayun.

4. Tari Sigeh Pengunten

Tari Tradisional asal Lampung selanjutnya bernama Tari Sigeh Pengunten, salah satu contoh Tari Kreasi Baru asal tanah Lampung, digunakan untuk menyambut tamu dan tokoh penting yang berkunjung ke Lampung.

Untuk masyarakat Lokal, Tari Sigeh Pengunten ini dimainkan di berbagai acara resmi dan non resmi, mulai dari pernikahan, perayaan pentas seni, perpisahan sekolah dan sebagainya. Secara keseluruhan, tarian ini menggambarkan kegembiraan atas kehadiran tamu.

5. Tari Merak

Tari khas Lampung
Tari Merak, Lampung | Rivorma.com

Tari Khas Lampung selanjutnya bernama Tari Merak. Sesuai dengan namanya, tarian ini menggambarkan kehidupan burung merak, serta menggunakan properti dan perlengkapan yang menyerupai burung merak.

Sebut saja seperti penutup kepala bagai mahkota, yang dihiasi bulu-bulu halus, begitu pula pada busana dan sayap yang dikenakan. Tari Kreasi Baru yang dimainkan secara massal ini diciptakan oleh R. Tjetje Somantri.

Fungsi Tari Merak Lampung sendiri diperuntukkan dalam ajang penyambutan gelar, serta mendeskripsikan bagaimana keluhuran budi, kesopanan berperilaku dan hal-hal positif lainnya dari masyarakat Lampung.

6. Tari Tradisional Lampung – Tari Sembah

Tarian asal Provinsi Lampung selanjutnya adalah Tari Sembah. Seperti halnya pada daerah yang lain, Lampung juga memiliki tari penyambutan yang khas dan tersohor, bernama Tari Sembah, dipergunakan untuk menyambut tamu atau tokoh terhormat yang berkunjung.

Tidak sampai disitu. Tarian ini juga diperagakan saat upacara selamatan Maras Taon dan Resepsi pernikahan. Ketika ditampilkan, terlihat jelas nuansa kebahagiaan dan keceriaan dari para penari, yang dibawakan oleh beberapa wanita dengan busana khas budaya Lampung.

Dalam tarian ini, diperlihatkan pula atraksi bernama tabur beras kunyit, yang menjadi simbol do’a dan harapan akan keselamatan kepada tamu yang hadir. Tari Sembah ini sudah tersohor dan dikenal secara nasional, bahkan Internasional.

7. Tari Tupping

Berikutnya bernama tari Tupping. Tarian ini bernuansa drama, mendeskripsikan kesetiaan dan patriotisme para perajut dan angkatan perang milik Radin Inten, Radin Imba II serta Raden Inten II di daerah Kalianda, Lampung Selatan.

Disebut sebagai tari drama, karena dalam penampilannya terdapat beberapa karakter dengan kriteria berbeda, seperti kesatria kasar, kesatria sakti, kesatria putrid, pelawak hingga tokoh bijak nan sakti.

Tari Tupping sering dimainkan saat penyambutan tamu besar, hingga pada resepsi perkawinan. Tupping sendiri adalah Topeng Wajah, dimana jumlahnya harus pas 12 buah. Tupping ini diyakini memiliki kekuatan gaib, sehingga tidak semua orang bisa mengenakannya.

8. Tari Sekura

Tari adat Lampung
Tari Sekura, Lampung | Tekimzone.com

Tari Tradisional Lampung selanjutnya adalah Tari Sekura. Tarian ini sangat terkenal dengan properti utama yang dipakai, yakni sebuah topeng, dan diperankan pada setiap awal bulan Syawal, pada pesta adat Sekuran atau Sekuraan.

Meski terkesan menyeramkan dengan topeng yang dipakai, namun makna tarian ini sebenarnya mendeskripsikan rasa syukur, suka cita dan perenungan sikap serta perilaku diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penampilannya, terdapat pula berbagai karakter yang diusung, diantaranya yakni sekura anak, sekura tuha, sekura kesatria, sekura cacat, sekura raksasa dan sekura binatang.

9. Tari Halibambang – Tari Tradisional Lampung

Berikutnya adalah Tari Halibambang, yang berasal dari Suku Sekala Brak. Tarian ini sering dibawakan pada pernikahan, yang terdapat pesta Nyambai. Tarian ini dijadikan hiburan untuk menghibur para tamu undangan yang hadir.

Nama Halibambang sendiri diambil dari 2 suku kata, yakni Hali (Seperti) dan Bambang (Kupu-kupu). Bisa disimpulkan bahwa tarian ini menggambarkan seekor kupu-kupu yang sedang terbang, dengan mengepakkan sayapnya yang indah dan bebas.

Pada awal kemunculannya, tarian ini dimainkan secara tertutup, khusus untuk keluarga yang berasal dari Suku Sekala Brak saja. Namun kini, perkembangan zaman telah menjadikan tarian ini sebagai tari umum.

10. Tari Nyambai

Tarian Tradisional Lampung berikutnya adalah Tari Nyambai, diambil dari 2 kata yakni Cambai dan Sirih. Sirih sendiri dilambangkan sebagai bentuk kebersamaan dan keakraban rakyat lokal di Lampung.

Menurut berbagai sumber, Tari Nyambai ini sudah ada sejak zaman sebelum Indonesia merdeka. Tarian ini merupakan kreasi dari tari Dibingi dan tari Kipas. Gerakan paling dominan diantaranya adalah Kekindai, Kesesayak, dan Mampang Kapas.

Tarian penuh kebahagiaan ini ditujukan sebagai sarana komunikasi antara pemuda dan pemudi, untuk menjalin dan menjaga silaturahmi. Selain itu, juga dijadikan sebagai media mencarian jodoh bagi pria dan wanita.

11. Tari Piring Duabelas

Tarian asal Lampung
Tari Piring 12, Lampung | Youtube.com

Tari daerah Lampung yang terakhir bernama Tari Piring Duabelas. Tarian ini diprediksi sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka. Awalnya, Tarian ini dibedakan menjadi 2 golongan berdasarkan warna busana yang dipakai.

Untuk warna kuning dan dipakai di sisi kanan, warna itu melambangkan keluarga kerajaan seperti pangeran dan putri. Lalu warna yang kedua yaitu putih, dipakai di sisi kiri, melambangkan masyarakat atau pemegang adat.

Baca juga Yuk :

Penutup Tari Daerah Lampung

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai Tari Tradisional Lampung dengar penjelasan dan juga beberapa gambarnya. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan kamu. Terima kasih.