9+ Puisi untuk Suami Tercinta, Romantis dan Menyentuh

Puisi untuk Suami – Selamat datang kembali di Blog Senipedia. Di kesempatan kali ini, saya akan kembali merangkum materi Puisi, dan tema dalam artikel ini adalah Puisi untuk suami tercinta dalam beberapa tema.

Dalam rangkaian rumah tangga, Suami adalah tulang punggung atau kepala keluarga yang menjadi penopang perekonomian, pengatur, sekaligus pembimbing anak dan istri menuju surga kelak.

Untuk itu, sesekali sangat perlu kiranya memberikan dia sesuatu hal yang berbeda, dan terkesan unik. Salah satunya adalah dengan mengirimkan dia Puisi untuk Suami tersayang, yang telah saya rangkum di bawah ini.

Di sisi lain, menjadi seorang suami tentulah teramanahkan berbagai tugas dan tanggung jawab yang besar, terlebih dalam mencari mafkah untuk kelangsungan hidup sehari-hari. Belum lagi berbagai rintangan dan halangan yang silih berganti.

Kumpulan Puisi Untuk Suami Terbaik

Untuk itu, memberikannya hadiah berupa Puisi romantis untuk suami di bawah ini, sangatlah cocok untuk dipersembahkan kepada ayah anak-anakmu, dengan harapan bisa menambah semangat dan keharmonisan dalam berumah tangga.

Puisi untuk Suami Tercinta

Judul : Menunggumu Pulang

Ketika jingga mulai membayang,
Sayup adzan telah berkumandang,
Burung terbang berbalik pulang,
Bergegas lekas menuju sarang..

Aku terdiam, sembari berdo’a,
Semoga selamat kau disana,
Dalam menunaikan amanah kerja,
Untukmu hai, suamiku tercinta..

Menunggumu di ruang tamu,
Seseorang yang datang mengetuk pintu,
Kaulah itu, cahaya surgaku,
Siang dan malamku..

Bersabarlah, kasih,
Takkan ada yang tersisih,
Meski betapa ia menghantam pedih,
Kaulah satu-satunya yang terkasih..

*** ***

Puisi untuk Suami Tersayang

Puisi romantis untuk suami

Judul : Amanah Besarmu

Suamiku,
Amanah taklah kecil bagimu,
Yang Tuhan Titipkan kepadamu,
Di sepenggalan sisa usiaku.

Dia hadirkan aku untukmu,
Yang haus akan bimbinganmu,
Secercah semangat terbit dimatamu,
Meski segumpah gundah jua menjamu.

Kaulah Suamiku,
Penghibur sedih dan laraku,
Pelarai cemas dan gelisahku,
Pengusir lara dan dukaku..

Wahai suamiku tercinta,
Bimbinglah aku menuju Surga-Nya,
Begitu besar harapan tercurah,
Disetiap kali kedua tangan mengadah..

Hai suamiku tersayang,
Kehadiranmu membuatku tenang,
Semula haru berubah girang,
Untuk jalani hidup yang panjang..

*** ***

Puisi untuk Suami yang Kasar

Judul : Jeritan Hari

Apakah selamanya begini,
Kata-kata itu kian memaki,
Menusuk relung hati,
Terus-menerus sepanjang hari..

Dia, tidak lain ialah suami,
Yang diberi Amanah menjaga hati,
Hati seorang istri,
Namun selalu tersakiti..

Dilema, antara bertahan atau muak,
Namun semakin hasrat bergejolak,
Ingin rasanya ku berteriak,
Disela-sela suara yang kian serak..

Sakit, teriris, meringis,
Hanya tersisa ratap dan tangis,
Semakin lama semakin sadis,
Ada hati yang kian iris..

Suamiku, betapa kejam dirimu,
Betapa sakit perlakuanmu,
Betapa jahat tingkahmu,
Kepadaku wahai istrimu..

Semoga Tuhan menyadarkanmu,
Semoga dibukakan pintu hatimu,
Aku rindu peluk dan kasih sayangmu,
Kembali menuju surga bersamamu…

*** ***

Puisi Romantis untuk Suami yang Sabar

Puisi untuk suami tercinta

Judul : Tetaplah Disini

Kau bukan pahlawan, kau suamiku,
Menemani siang dan malamku,
Dalam suka dan dukaku,
Dalam gelak dan tangisku..

Kau bukan Khalifah, kau suamiku,
Ayah dari anak-anakku,
Tulang punggung keluargaku,
Pembimbing menuju surgaku..

Kau hanya manusia biasa,
Namun cintaku padamu luar biasa,
Kesabaran dan kelembutan kata,
Membawaku menuju bahagia..

Tetaplah disini, aku butuh akanmu,
Cinta, kasih sayang dan pengorbananmu,
Semua yang ada pada dirimu,
Bersama menuju surga yang dirindu..

Tetaplah memegang kesabaran,
Setialah untuk menjadi panutan,
Semoga kelak dipersatukan Tuhan,
Di dalam Surga-Nya yang kekal..

*** ***

Puisi Do’a untuk Suami

Ketika mantari di ufuk barat,
Aku berdiri menghadap kiblat,
Kuutarakan dengan khidmat,
Hingga aku dengan-Nya terasa dekat..

Kutadahkan kedua tangan,
Mengharap Dia mendengarkan,
Atas apa yang aku sampaikan,
Atas semua asa dan harapan..

Air mata mengalir membasahi pipi,
Bagai terhanyut dalam mimpi,
Segumpal do’a di penghujung hari,
Untukmulah, wahai sang suami..

Kupanjatkan harapan dan asa,
Menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa,
Semoga engkau mendapat berkah,
Setiap kali mencari nafkah..

Oh Suamiku,
Betapa aku mencintaimu,
Do’aku tak henti mengalir untukmu,
Semoga kebaikan selalu padamu..

*** ***

Puisi Rindu Suami : Di Sana

Puisi rindu pada suami

Kerinduan tak terbendung,
Perlahan menjadi gunung,
Hari-hari penuh murung,
Tak henti aku merenung..

Pulanglah, suamiku,
Tak henti kuucap kalimat itu,
Dalam siang dan malamku,
Dalam nyata dan mimpiku..

Sungguh, rindu ini ada,
Cinta ini nyata,
Tertanam dalam jiwa,
Tergores dalam cerita..

Di sana, dirimu berada,
Aku disini menanggung derita,
Entah kapan rindu ini sirna,
Entahlah, aku tuli dan buta..

Sekali lagi kututurkan,
Pulanglah, ke dalam pelukan,
Tak lain dan tak bukan,
Kaulah lelaki yang aku dambakan..

Berdo’a ditemani air mata,
Menghadap secercah harapan nyata,
Kepulanganmu membawa bahagia,
Hingga akhir menutup usia..

*** ***

Tunggu Aku Di Surga

Tak terbendung mata menangis,
Tak tertahan hati teriris,
Kepergianmu menghadirkan haru,
Takdirmu berkata sampai disitu..

Selamat jalan wahai suami tercinta,
Tenanglah engkau disisi-Nya,
Semua ajaran dan amanahmu,
Kan kupertahankan hingga ajalku..

Ini sakit? Ya, sangat sakit,
Perih dan buatku menjerit,
Namun ketetapan tetaplah berlaku,
Kita berpisah semanjak hari itu..

Sepanjang siang dan malam,
Dalam terang dan kelam,
Namamu kusematkan dalam Do’a,
Setiap tangan tertadah dan menganga..

Tunggulah aku di Surga,
Merajut mahligai kasih bersama,
Dalam naungan Yang Maha Esa,
Serta dalam kekekalan masa..

*** ***

Aku dan Asa

Senja dan jingga merah itu,
Sayup azhan berkumandang merdu,
Kau pulang dari rutinitasmu,
Kusambut kau bersama anakmu..

Terpampang jelas kegiranganmu,
Meski tak tersembunyi lelahmu,
Itulah dirimu, suamiku,
Cinta hidup dan matiku..

Bersama mentari kutitipkan pesan,
Bersama bulan kukirimkan impian,
Semoga mendapat keberkahan Tuhan,
Dalam setiap hentakan jalan..

Begitulah setiap harinya,
Berharap kau selamat dan sentosa,
Dalam menggali Rezeki-Nya,
Hingga penghujung senja tiba..

*** ***

Pahlawanku

Puisi suamiku pahlawanku

Kasih terjalin begitu indah,
Bagai bunga pagi nan merekah,
Kau tenangkan hati yang gundah,
Hingga yang redup kembali cerah..

Suamiku,
Kaulah pahlawanku,
Pejuang dalam hidupku,
Cinta di dunia hingga matiku..

Suamiku,
Kaulah pemimpin dalam keluarga,
Berkorban sepenuh jiwa raga,
Dari pagi buta hingga malam tiba..

Beribu cucuran keringat,
Bertubi-tubi cobaan berat,
Namun tiada henti semangat,
Kau lawan dengan hati yang kuat..

Terima kasih, pahlawanku,
Atas cinta dan kasih sayangmu,
Atas pengorbanan dan perjuanganmu,
Menghidupi aku dan anak-anakmu..

*** ***

Baca juga yuk : 10+ Puisi Cinta dalam Diam ini.

Penutup

Demikianlah, beberapa koleksi Puisi untuk Suami tercinta, yang bisa kamu persembahkan sebagai hadiah kecil dan spesial serta sangat romantis untuk suami. Semoga Bermanfaat.