12+ Puisi untuk Almarhum AYAH Tercinta

Puisi untuk Almarhum Ayah – Di kesempatan kali ini, Admin Senipedia akan kembali mengulas tentang Puisi Romantis dan menyentuh, namun bukan bertema asmara atau percintaan, tapi lebih kepada ungkapan rasa rindu terhadap orang yang telah pergi, yakni Ayah.

Kumpulan Puisi Kangen Ayah di bawah ini saya persembahkan spesial buat pembaca, yang dimana tidak lagi memiliki sosok Ayah kandung di atas dunia ini, dalam artian telah lebih dulu menghadap Sang Pencipta.

Beberapa tema akan saya uraikan dalam artikel mengenai Puisi sedih untuk ayah di kali ini, mulai dari bernuansa keromantisan, kerinduan masa lalu, keadaan hidup tanpa ayah disisi dan lain-lain. Saya harap bisa dibaca sampai selesai.

Selain itu, seluruh Puisi Rindu Almarhum Ayah ini adalah hasil karya saya sendiri, dalam artian, saya ciptakan secara pribadi untuk kalian, dan juga untuk diri saya sendiri karena Ayah saya juga telah tiada.

Puisi untuk Almarhum Ayah

“Ayah”, adalah satu suku kata yang menggambarkan seorang pria sejati, pria spesial dan sangat berjasa dalam hidup semua orang. Dia dengan keikhlasan dan sepenuh hati merawat, menjaga dan membesarkan kita lewat kesusahan dan jerih payahnya.

Tanpa adanya seorang ayah, kamu yang membaca artikel ini tidak akan ada di dunia ini, termasuk juga tulisan yang sedang kamu baca ini. Untuk itu, tidak bisa dipungkiri lagi seberapa besar jasa dan pengorbanan seorang ayah dalam menghidupi keluarga, dan membesarkan anak-anaknya.

Namun, bagaimanapun kita berharap, yang namanya maut pasti akan datang, tanpa memandang siapapun itu, semua akan merasakannya, termasuk ayah kita sendiri. Nah, disinilah letak cobaan yang cukup besar terjadi pada hampir semua orang.

Untuk itu, bagi kamu yang sekarang sudah tidak lagi punya ayah kandung, tak perlu terlalu bersedih, karena memang itu sudah menjadi rencana Tuhan. Yang jelas, perbaiki diri sebagai anak, dan jangan lupa untuk selalu mendo’akan dia.

Untuk mengekspresikan rasa cinta dan rindu kepada mereka, kamu juga bisa menggunakan puisi rindu sebagai gambarannya. Nah, dibawah ini adalah beberapa Puisi untuk Almarhum Ayah yang sedih dan menyentuh buat kamu :

1. Puisi Rindu Ayah di Surga

Ku nikmati Rindu,
yang tercipta oleh Lengkung Jingga,
Bersama Dentingan Dawai Gitar,
Mencoba untuk bernostalgia dan,
melupakan segenap Prahara yang ada.

Aku tak Risau,
Soal lemahnya daya ingatku akanmu,
Sebab Tuhan selalu berhasil,
Mengembalikan kenangan kita
Lewat Senja yang berbau Rindu itu.

Aku masih menyapamu,
Sebagaimana kau menyapaku dulu,
Namun kepergianmu,
Membuat Senja tak lagi sama,
Bahkan puisiku juga.

Ketahuilah..
“Kamu” adalah Gagasan Utama,
Pembicaraanku dengan TUHAN,
Disetiap kedua telapak tangan terbentang menganga,
diiringi air mata.


2. Puisi Ayah Singkat 4 Bait

Padamu wahai Senja,
Dimana mereka sembunyikan senyum pembelah malam pekat itu ?
Kemana mereka buang sisa canda tawa Penghardik gundah itu ?
Tidak kah mereka paham ?

Teruntuk Tuan Surya yang mengantuk,
Siapa sebenarnya yang kejam ?
Mengapa tak henti mereka hantamkan belati usang itu ?
Kapan mereka (akan) mengerti betapa dalamnya rasa sakit ini ??

Sudahlah!
Biarkan raga berpaling dari hingar-bingar ini,
Lalu perlahan menuju pecahan cermin kusam tajam,
tanpa menunjuk kambing hitam.

TUHAN,
Tidaklah mudah bagiku menelan sejuta realita ini,
Berdansa dengan hukum hidup,
Ditepi kodrat amat pahit ini,
Benar sangat berat.

TUHAN,
Aku rindu dia,
Aku rindu Ayah.
Rindu Pelukan, ciuman, senyuman, teguran dan amarahnya.

TUHAN, Tempatkan Ayah disamping-Mu.


3. Puisi Rindu Ayah Paling Sedih

Dua tahun sudah terlewat,
Jalani hidup dalam nuansa pekat,
Sekarang jauh yang dulunya dekat,
Kenyataan perlahan ganggu semangat.

Ayah, Bagaimana kabarmu?
Ini aku, Ayah. Anakmu.
Yang dulu sering membentakmu,
Mengabaikan nasihatmu,
Mengaduhkan pituahmu.
Sekarang aku Rindu.

Ayah, Dimana kamu sekarang?
Aku ingin bertemu sekali lagi,
Untuk membasuh dan menciup kakimu,
Lepaskan seluruh siksa dan belenggu,
Tentang perkara kecamuk dan sendu.

Ayah, kau selalu kurindui,
Kudo’akan sejak siang hingga malam hari,
Kupasrahkan semua pada Ilahi,
Asaku padamu selalu menemani.
Hingga ajal menjemput diri.

Ayah, bersabarlah.
Hanya kau yang ada,
Dalam pagi dan senjaku,
Malam dan subuhku,
Nyata dan mimpiku.
Jangan ragukan itu.


4. Puisi Rindu Pelukan Ayah

Ketika senja menjelang,
Sayup Adzan mulai berkumandang,
Burung-burung pulang ke sarang,
Gembalakan ternak menuju kandang.

Sementara aku disini,
Duduk sepi dan sendiri,
Perihal rindu semakin menjadi,
Akan cinta yang tak mati.

Seperti manusia pada umumnya,
Takkan lekang dari cerita lama,
Tentang rindu yang menggelora,
Akan cinta yang tak tertelan masa.

Begitu juga aku,
Rindu di dekat Ayah ketika dipangku,
Rindu bercengkrama di sela waktu,
Rindu pelukan dan nyanyian syahdu.

Sementara di sisi lain,
Aku pasrah menatap cermin,
Menyadari semua yang aku ingin,
Telah berlalu diterbangkan angin.

Ayah, aku merindukanmu.
Rindu ciuman dan pelukanmu,
Rindu senyuman dan teguranmu,
Rindu semua yang ada darimu.

Tegarkanlah, tenangkanlah.
Ayah, maafkan aku.


5. Puisi Untuk Almarhum Ayah : Anak Yatimmu

Hari ini, aku kembali tersandar,
Tersadar kemudian bersabar,
Tentang sesuatu yang memudar,
Dari sosok yang begitu tegar.

Hari ini, akulah Anak Yatim,
Seorang bocah ingusan yang terhakim,
Segudang rindu mulai bermukim,
Di dalam Do’a selalu kukirim.

Hari ini, akulah insan nan Pincang,
Menelusuri bumi dengan gamang,
Merasa mundur sebelum perang,
Karena kerasnya benturan karang.

Hari ini, akulah si anak yatim,
Menggantung harapan di ujung jalan,
Berlari namun tak sanggup menahan,
Akan kerinduan yang kian mendalam.

Ayah, akulah Anak Yatim.


6. Puisi Do’a untuk Ayah

Tiba-tiba, aku tersentak,
Malam buta dengan hawa mendesak,
Dingin menembus ke tulang,
Terjaga dengan asa yang malang.

Kulihat jam dinding pukul dua dini hari,
Bergegas menyampaikan hajat diri,
Kepada Sang Pencipta petang dan pagi,
Untuk seseorang yang telah pergi.

Kukirimkan sepucuk harap,
Segenap hasrat lewat cakap,
Kata demi kata mengalir terucap,
Diiringi air mata di malam senyap.

Tangan menganga, mulut terbata,
Sepintas teringat sosok tercinta,
Dihadapan sang Pencipta,
Pengabul segala do’a-do’a.

Ya Allah, Jagalah Ayahku,
Muliakan kedudukannya disisi-Mu,
Jauhkan dia dari Siksa-Mu,
Lapangan segala yang membelenggu.

Baca juga :
12+ Puisi Jadi Diri Sendiri


Puisi untuk Ayah yang Sudah Tiada

Puisi rindu mendiang ayah
Puisi untuk Almarhum Ayah

7. Aku Rindu Almarhum Ayah

Dulu, aku hanya manusia lemah,
Sebelum kenal siapa itu ayah,
Tentang segala jerih payah,
Semua gelisah dan gundah.

Dulu, aku amatlah penakut,
Dengan langkah gontai tak tertuntut,
Sebelum nasihatmu menghasut,
Sebelum pituahmu terpaut.

Sekarang, aku kuat dan besar,
Aku tak lagi gentar,
Menghadapi dunia yang kasar,
Sebagai sosok manusia tegar.

Hari ini, kamu kemana ?
Ayah, kamu dimana ?
Aku si-tegar dan si-kuatmu bertanya,
Jawablah, jangan diam saja.
Ayah, aku merindukanmu.


8. Puisi singkat Rindu Ayah

Wahai Pahlawanku, Pangeranku,
Kaulah Ayahku, Panutanku,
Tempat mengadu segala sendu,
Tempat berlabuh segala rindu.

Tapi, mengapa kau pergi begitu cepat,
Sebelum aku bisa menjadi hebat,
Sebelum aku mampu membuatmu terpikat,
Sekarang, tinggallah rindu dan beban yang semakin berat.

**********

Semilir angin menerpa mesra,
Seakan berbisik kepada telinga,
Tentang khayalan dan realita,
Membuat seseorang menjadi bahagia.

Dialah Ayah, seorang pria perkasa,
Pemberi semangat di setiap asa,
Namun semua, hanya tinggal cerita,
Yang akan abadi untuk selamanya.

**********

Ayah, tenanglah engkau di alam sana,
Tak hentinya kukirimkan do’a,
Dengan khusyuk diiringi air mata,
Untuk setiap waktu tersisa.

Ayah, meski semua telah sirna,
Takkan pernah kau kulupa,
Kutunggu kepastian Sang Pencipta,
Semoga kita bertemu di Surga.

**********

Ayah, apakah kau tahu,
Aku berjalan di bumi dengan kaku,
Tak ada lagi tempatku mengadu pilu,
Tempat berbuah segala sendu.

Ayah, kini semua menjadi nyata,
Aku tak menghardik siapa-siapa,
Meski sepedih ini cobaan menerpa,
Kau selalu dihatiku, sepanjang masa.

Baca juga : 15+ Puisi untuk Almarhum IBU

**********

Yang selepasnya tertinggal hanya rindu,
Abadi, menyakitkan, bayangan amat semu,
Kuabadikan segala momen indah itu,
Semasa dulu saat masih bersamamu.

Namun nyatanya, aku kalah,
Aku tak sanggup menahan amarah,
Aku benci jika harus berpisah,
Dan nyata faktanya, aku amat lemah.


9. Puisi Untuk Almarhum Ayah : Sajak Kerinduan

Ayah,
Pagi ini aku terbangun dari lelap,
Sejenak bermenung penuh harap,
Tak banyak kaca yang terucap,
Hanya curahan rindu yang menguap.

Jujur, aku benci terus begini,
Terus mengingat bahwa kau telah pergi,
Benci membayangkan serangkai memori,
Seakan semua tak perduli.

Ayah, kerinduan tak pernah urung,
Dikala hari semakin murung,
Meski kenyataan kian memasung,
Namun cinta takkan terbendung.

Ayah, sajak ini kukirimkan padamu,
Pada malam yang berbau rindu,
Sejak kini hingga malam berlalu,
Rinduku takkan hilang untukmu.


10. Aku ingin Bertemu Ayah

Bukan ku mengingkari kenyataan,
Melangkahi hina sebuah takdir,
Namun rasa yang ada begitu getir,
Melampaui yang bisa aku bawakan.

Rindu yang ada kadang pahit,
Karena tak kunjung terwujudkan,
Ya, di sisi lain, kau telah pergi jauh,
Dan itu tak bisa tuk ku ingkari.

Ayah, datanglah, hadirlah,
Hapuslah semua lelah,
Kutunggu kau di malam sepi,
Kunjungi aku di dalam mimpi.


11. Puisi Rindu Ayah Yang Sudah Meninggal

Setelah berpalunya senja,
Aku mengemas semuanya,
Kembali ke kehidupan nyata,
Dengan segenap prahara yang ada.

Namun saat malam tiba,
Rembulan mulai bercerita,
Tentang kenangan yang amat manisnya,
Serta kemurnian sepercik cinta.

Bulan membawaku kembali,
Pada dinginnya malam sepi,
Kerinduan yang ada kian menggoroti,
Keteguhan dan kerasnya hati.

Duduk di sajadah ini,
Kungangakan kedua tangan,
Menghadap yang Maha Pengasih,
Untukmu yang selalu terangan.

12. Puisi Terima Kasih Ayah

Terima kasih ayah,
Kuucapkan sepenuh hati,
Sedalam rasa,
Dalam perserahan diri.

Atas apa yang kau beri,
Semua yang telah kau tanami,
Kujaga sepenuh hati,
Untuk bekal di masa nanti.

Meski kini tak lagi bersua,
Namun cinta tak pernah berbeda,
Meski kini kau telah Bersama-Nya,
Selalu kukirim harap dan Do’a.

13. Rindu Pria Sejati

Kutemui di sudut mimpi,
Seorang lelaki yang berpuisi,
Akan indahnya kehidupan duniawi,
Dan akhirat yang kekal abadi.

Kubawa ke alam sadar,
Namun nyatanya hanya hambar,
Bayangmu perlahan pudar,
Dan aku pun mulai tersadar.

Hai Pria Sejatiku, kaulah ayahku,
Hai Pria idamanku, kaulah ayahku.
Aku merindukanmu, ingin bertemu,
Datanglah dalam mimpiku.

Baca juga :
20+ Puisi Sahabat yang Telah Wafat


Kata Mutiara untuk Almarhum Ayah

Ayah, Meski kita tak lagi bertemu, do’a selalu terucap dari bibir ini, selagi aku bernafas di atas bumi.

Atas nasihat dan pituah yang keluar dari mulutmu untukku, takkan kulupakan dan akan selalu kujalankan dimanapun aku berpijak.

Walaupun hari ini kepergianmu menghadirkan luka yang amat pahit, namun kenyataan ini akan aku terima dengan lapang dada, karena Aku tahu bahwa inilah Takdir dari Tuhan.

Kepadamu wahai Ayah, sosok sepertimu takkan lagi bisa aku temukan di bumi ini, meskipun pada akhirnya nanti kan ada pengganti, sosokmu kan tetap jadi primadona dihatiku.

Di sepertiga malam, kukirimkan sepucuk surat dari kedua telapak tangan yang menganga, semoga Sang Pencipta memberikan trmpat terbaik bagimu disisi-Nya.

Kerinduan yang ada pasti selalu mendalam. Namun selepasnya, takkan ada lagi kata pesimis bagiku dalam perjalanan mencapai cita-cita, seperti perjuanganmu menghidupiku hingga kau pergi lebih dulu.

Ayah, kau adalah contoh terbaik bagiku, sikap dan sifatmu menjadi pedoman pengembaraanku, ajaran dan ketegasanmu menjadi amanah untukku. Selamat jalan, semoga Kau tenang di alam sana.

Ayahku tersayang, aku amat merindui kehadiranmu kembali,amun takdir Tuhan berkata lain. Kini, segala ajaran dan nasihatmu akan selalu kuterapkan dalam kehidupanmu membina diri dan kepribadian.

Kelembutan hati dan keteguhan sikap yang tercurah darimu, akan bersemayam abadi dalam jiwa setiap penerusmu. Beristirahatlah dengan tenang, kami disini selalu mendo’akanmu.

Ayah, aku merindukanmu, rindu pelukan, ciuman, pangkuan, kasih sayang, teguran dan amarahmu yang selalu mengajarkanku apa arti saling mengasihi.

Baca juga yuk : 9+ Puisi untuk Suami Tercinta

Penutup

Demikianlah, ulasan kali ini mengenai beberapa Kumpulan Kata dan Puisi untuk Almarhum Ayah tercinta yang sedih dan romantis, semoga bisa menjadi pelepas rasa rindu serta kasih sayang kepada sosok ayah yang telah tiada. (Ref)

Puisi untuk Almarhum Ayah

Tinggalkan komentar