7+ Puisi Tentang Komodo & Hewan Langka Di Indonesia

Puisi Tentang Komodo – Selamat datang kembali di Website Senipedia. Pada kesempatan kali ini, Saya telah merangkum lagi materi mengenai Puisi, dan tema yang diangkat dalam artikel ini ialah mengenai Puisi Komodo beserta hewan langka lainnya. Silakan simak ulasan ini sampai selesai.

Mengekspresikan suatu hal apapun melalui puisi, adalah cara unik dan berbeda serta terkesan lebih dalam. Darinya kita bisa menyampaikan pesan secara tersirat dan lebih tertuju. Tidak terkecuali terhadal Puisi Komodo Pendek dan hewan-hewan lainnya, karena statusnya telah ‘langka’.

Kamu bisa menyampaikan isi hati terhadap semua pembaca, tentang perasaan dan pikiran kamu mengenai hewan langka di Indonesia. Sehingga, bisa mempengaruhi pikiran pembaca untuk mempertimbangkan banyak hal, dalam memperlakukan hewan-hewan itu. Misalnya keluhanmu atas perburuan liar dan lainnya.

Itulah tujuan artikel Puisi Komodo untuk anak SD dan lainnya di bawah ini, yakni berharap bisa menambah kesadaran, pendidikan dan edukasi bagi semua orang, untuk mau menjaga dan melindungi hewan-hewan yang terancam punah di Indonesia. Oke, langsung saja simak koleksinya di bawah ini…

Puisi Tentang Komodo

Puisi tentang komodo
Puisi Tentang Komodo

Kita semua menyarari bahwa, ada cukup banyak binatang-binatang langka dan terancam punah di Indonesia, dan salah satunya ialah Komodo, yang berasal dan terdapat banyak di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Komodo / Biawak Komodo (Varanus komodoensis) jumlahnya semakin lama semakin menyusut. Salah satu penyeban utamanya ialah perburuan liar, rusaknya ekosistem, kekurangan makanan, kebakaran dan lainnya. Untuk itu, melestarikan Komodo menjadi hal penting bagi kita semua.

Nah, melalui beberapa Puisi Komodo di bawah ini, saya berharap bisa membangkitkan semangat, motivasi dan gairah kita semua, untuk senantiasa menyuarakan kebenaran demi melindungi dan melestarikan hewan tersebut. Berikut, beberapa koleksi puisinya :

Puisi Komodo : Keberadaanmu

Kau adalah keturunan terakhir,
Banyak pula catatan yang terukir,
Jumlahmu berkurang ke ujung nadir,
Bagaikan air yang mengalir…

Keberadaanmu menipis hari ke hari,
Timbulkan cemas dalam hati,
Bayangkan bila kau tiada lagi,
Berkuranglah kekayaan alam ini…

Tinggal beberapa, itulah realita,
Para serakah membabi buta,
Burui dirimu sepanjang masa,
Hingga nanti, hanya tinggal cerita…

Wahai Komodo, hewan terancam punah,
Maafkan kami para manusia serakah,
Yang tak sadar betapa kau indah,
Yang buta bahwa masamu hampir sudah…

Semoga Keberadaanmu dipertahankan,
Dilindungi layaknya hak hewan,
Bukan di buru lalu diperjualbelikan,
Tetaplah hidup, tetaplah berkesan…

Puisi Tentang Komodo : Di Usia Senja

Ukuranmu terbesar dari spesiesmu,
Ciptakan kagum sekaligus haru,
Kagum karena keunikanmu,
Haru akibat kelangkaanmu…

Di usiamu yang kian menyenja,
Namun masih jadi korban manusia,
Yang dibutakan oleh nafsu dunia,
Memburumu tanpa rasa iba…

Padahal jumlahmu tinggal beberapa,
Namun belas kalihan mereka kian buta,
Tak ada niat lagi untuk menjaga,
Tak penting bahwa kau telah langka…

Semoga takdirmu masihlah lama,
Berharap populasimu masih tua,
Jangan sampai anak cucuku bertanya,
Tentang dirimu, apa dan di mana…

Puisi Tentang Komodo : Ikon Nusantaraku

Negeriku kaya akan sumber daya,
Baik alam maupun isinya,
Tak terkecuali hewan-hewan langka,
Meski menipis keberadaannya…

Komodo, binatang yang hampir punah,
Sebab serakah para penjarah,
Padahal ialah ikon Nusantara,
Turut perkenalkan Indonesia ke Dunia…

Andai manusia bisa berpikir dua kali,
Atas semua yang telah terjadi,
Betapa mereka telah keji,
Rusak ekosistem yang hampir mati…

Ikon Nusantaraku dimangsa paksa,
Tak pikirkan betapa hewan menderita,
Hanya tahu pemenuh nafsu belaka,
Begitulah serakahnya manusia…

Puisi Hewan Langka Lainnya

Puisi tentang Hewan Langka
Puisi tentang Hewan Langka

Saat ini, jumlah hewan langka di Indonesia sudah cukup banyak, baik hewan di darat, laut maupun yang di udara, mulai dari herbivora hingga omnivora. Fakta ini tak lepas dari faktor-faktor ysng berperan penting, misalnya perburuan liar, penebangan hutan, kerusakan ekosistem dan lainnya.

Melalui beberapa koleksi Puisi Hewan Langka di bawah ini, saya mengajak pembaca semua untuk menegakkan kepala, mendirikan kesadaran serta mengajak siapa saja, untuk menguatkan tekat femi menjaga kelestarian hewan-hewan langka di Indonesia. Berikut, beberapa puisinya :

Auman Harimau Sumatera

Ketika mulutmu mengaum merdu,
Tandakan letak batas kekuasaanmu,
Hewan lain mendengar pilu,
Tersirat hati menjadi sendu…

Kaulah raja dari sehala hutan,
Menerkam mangsa tanpa toleran,
Yang lemah jadi bulan-bulanan,
Lanjutkan istilah rantai makanan…

Kini, aumanmu mulai lengang,
Tak lagi terdengar begitu garang,
Dulu di hutan kini di kandang,
Sebentar lagi menjadi uang…

Betapa malang nasib senjamu,
Kala manusia kian membenalu,
Hadirkan luka dalam kelabu,
Pudarkan asa, sudahi nasibmu…

Orangutan Masa Depan

Entah bagaimana nasibmu nanti,
Kala api membara menghantui,
Ratakan hutan dengan menjadi-jadi,
Hancurkan rumah tempatmu bersemedi…

Kini nasibmu diambang punah,
Tak bisa melawan, hanya mengalah,
Api nan besar kian menjawab,
Hantam rimba tinggalkan sejarah…

Oh Orangutan yang malang,
Satu persatu mulai berpulang,
Kau kalah usai perang,
Melawan takdir yang membayang…

Kini hanya tersisa cerita,
Betapa dahulu dirimu ceria,
Menjadi penghuni rimba belantara,
Akhirnya usai ditelan masa…

Badak & Keserakahan

Culamu bukti ketampanan,
Diantara jutaan hewan-hewan,
Kokoh ujung itu jadi dambaan,
Simbol pasti bukti kekuatan…

Besar tubuhmu menghentak tanah,
Ciptakan getir dan pasrah,
Dalam hati calon mangsa,
Hingga jadi tak berdaya…

Kaulah spesies Badak Jawa,
Kebanggaan milik Nusantara,
Bukti kekayaan alam raya,
Tanda kekuasaan Yang Maha Esa…

Namun kini, keserakahan menyentuhmu,
Perburuan menguliti tubuhmu,
Mencopot runcing tandukmu,
Jatuhkan harga dirimu…

Oh Badak yang malang,
Satu-persatu nyawamu melayang,
Hanya demi sehelai uang,
Manusia rela dirimu tumbang…

Gajah Yang Malang

Hutan digarap dan dibakar,
Ciptakan api nan berkobar,
Hai gajah, apa kabar?
Seberapakah hatimu sukar?

Kini populasimu kian menipis,
Air mata habis karena menangis,
Sudah bosan dirimu meringis,
Atas ulah manusia yang beringis…

Ratakan hutan untuk kepentingan,
Tak perduli akan populasi hewan,
Hanya mengutamakan ketamakan,
Kerakusan dan keserakahan…

Semakin hari kian bertambah,
Keberadaanmu terancam punah,
Kau hanya bisa mengalah,
Atas peristiwa yang memaksamu kalah…

Tak bisa berbuat banyak,
Hanya berharap dan tak mengelak,
Semoga di masa depan kelak,
Populasimu kembali menyemarak…

Burung Kakak Tua

Terngiang-ngiang di ingatan,
Lagu yang sering kunyanyikan,
Di masa kecil penuh kegembiraan,
Lalui hari-hari bersama teman…

Burung kakak tua,
Hinggap di jendela,
Kau adalah aset bangsa,
Keelokan terakui sepanjang masa…

Kini lagumu jadi fakta,
Nyatanya usiamu sudah tua,
Bukan gigi yang tinggal dua,
Melainkan jumlahmu di dunia…

Bava juga : 15+ Puisi Tentang Hewan Peliharaan

Akhir Kata

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai Puisi Tentang Komodo dan Puisi Hewan Langka lainnya. Semoga dengan adanya beberapa koleksi puisi di atas, bisa menambah wawasan dan semangat kita dalam melindungi hewan-hewan di Indonesia, terutama yang terancam punah. Terima kasih. (Ref).

Tinggalkan komentar