10+ Puisi Cinta dalam Diam : Sedih dan Menyentuh

Kumpulan Puisi Pendek Romantis tentang Cinta dalam Diam

Pada kesempatan kal ini, Admin Senipedia akan membagikan beberapa kumpulan puisi cinta dalam diam , tema ini saya angkat ke artikel ini karena memang berdasarkan beberapa hal, salah satunya karena memang banyak dicari orang-orang.

Terutama bagi mereka yang sedang dilanda asmara, suka terhadap seseorang namun ada kendala dalam mengungkapkan, mungkin karena tidak berani, menunggu waktu yang tepat, yang dutaksir sudah memiliki pasangan, ataupun alasan lainnya. Untuk itu, semoga Puisi mencintai dalam diam ini bisa membantu sebagai penghibur.

Kenapa bisa menghibur ? Karena salah satu manfaat membaca atau membawakan puisi adalah sebagai alat untuk mengekspresikan isi hati, kegundahan, hal yang dipikirkan dan sebagai penyaluran rasa yang ada pada waktu bersamaan, sehingga seseorang bisa menjadi tenang.

Kumpulan puisi pendek tentang cinta dalam diam ini saya harap bisa menjadi media alternatif bagi kamu, sebagai bahan penenang, bahan bacaan serta layak untuk disebarkan kepada teman-teman kamu dan pernah banyak.

Namun sebelum lanjut, ada satu hal yang harus kamu tahu, bahwa puisi tentang cinta terpendam di bawah ini adalah Hasil Karya Saya sendiri, artinya bukan menjiplak atau menyalin dari website lain, maupun mengutip puisi karya para pujangga, melainkan dari isi otak saya sendiri.

Oke tidak perlu berlama-lama lagi. Silakan simak kumpulan puisi romantis di bawah ini dengan tema mencintai dalam diam . Semoga suka ya…

Puisi Cinta dalam Diam : SENJA SEBELUM KELAM

Seperti biasa,
Huft, Senja kali ini masih saja sama, tanpa beda.
Antara Gitar, secangkir Kopi dan seonggok Raga,
Melepas lelah setelah seharian menelan pesona.

Sore ini menjadi saksi mata,
akan sekeping hati yang kian pasrah,
Rasa Ketidakpastian yang ditelan mentah,
Menjadi tema pembicaraan yang kian membetah.

Mengapa ada seorang insan yang harus tersiksa,
Hanya karena sebuah paras tanpa tertaruh asa,
Bagaimana dia bisa tidak lelah ?
Sedang kepahitan kian menjerah ?

Itulah Aku, sebuah kelam,
Yang (masih) tetap mencintaimu dengan diam,
Namun aku tak berdaya saat malam kian mencekam,
Entahlah, padahal hanya senyuman yang membuat bungkam.

Sejatinya, harapan kian menggersang,
Mengikis hati tanpa bak diiris pedang,
Dan semakin rasa ini mendalam,
Semakin aku mencintaimu dalam diam.

=====

Puisi Sedih : BUNGKAM DALAM DIAM

Disana,
ada seguyur Hujan dan Seuntai Bunga,
yang sedang Berbincang
tentang Pahitnya sebuah PAMIT
Tentang Sunyinya sebuah SEPI..

Disana, ada sebuah kapal kecil di pelabuhan,
Yang tengah bercengkrama,
Tentang rasa yang tidak tersampaikan,
Tentang asa yang kian memudar.

Disini, ada seorang insan,
Yang tengah menadahkan tangan,
Menghadap Sang Pengarang,
Akan harapan yang terbuang.

Disini, ada seorang laki-laki,
Menyesali takdir seraya memaki,
Menginyam rasa tanpa peduli,
Tentang cinta terpendam di dalam hati.

=====

Puisi Cinta dalam Diam : KESETIAAN DIATAS KEKALAHAN

Yang tertinggal selepasnya hanyalah,
Percikan Rindu yang tak kenal Buntu,
Bermukim entah sampai kapan,
Tiada kenal lelah meski teriris parah.

Selepas itu, mereka temukan kenyataan bahwa,
Jingga itu tak pernah berjanji,
bila esok akan tetap seperti ini jua.

Gelora rindu sungguh tak tahu-menahu,
seberapa besar batin terbeban,
setajam apa belati menikam.

hingga pada akhirnya,
Tarikan nafas diujung senja,
yang menyadarkan tentang realita,
yang semestinya adanya.

Dimana lagi aku akan temukan Muka Riang itu, padahal berpaling dari kenyataan sungguh jahat me’raibkan kalbu ?

Namun disini, detik ini, ditempat ini,
Kutitipkan sisa-sisa Rindu bersama berlalunya Mentari,
ke ufuk hari,

bahwasanya kesenantiasaanku akan penantian,
tak pernah murung meski terik sepanas gurun,
kesabaran tak pernah padam,
walau Belati tikam mencekam.

========

Puisi Mencintai dalam Diam : HARAPAN YANG TERJUAL

Untuk Senja dan Jingga-nya,
ada secuil Alasan,
yang patut diperbincangkan kembali
dari pahitnya sebuah Rasa Diam.

Sayangnya,
Ditepi kurun yang amat timpang,
Leherku terlalu berat untuk menuju ke arah depan.

Berpergilah bersama angin yang menepi,
sebab dengannya,
takkan kau kenal lagi apa itu sepi.
Karena disini, aku, dikemudian hari,
sungguh sesal tiada arti bagi hasratku yang mem-belati.
.
Datangi Bahagiamu, maka ku jemput sisa asa-ku,
Biarkan cinta ini luput,
bersama sebuah kepergian,
keputus-asaan hasrat,
dan harapan yang terjual.

======

Puisi Mengagumimu dalam Diam : SUNGGUH SAYANG

Sadarilah Sedari dulu
untuk Sadar dalam Kesadaran,
bahwa,
Dia adalah Kapal Raksasa,
yang Gagah Berani,
menaungi Samudera.

Sedang Kamu hanya Dermaga buruk,
Pelabuhan Kecil,
yang Dekil tak terawat.

Sayang,
Sungguh Sayang,
Nyatanya Kamu bukan tempat,
untuknya Berlabuh.

======

Puisi Jatuh Cinta dalam Diam : ANDAI SAJA

Andai Senja mengerti,
betapa pahitnya sebuah keheningan,
mungkin saja dia tak ingin melalui sedetikpun momen,
saat Fajar menyongsong.
.
dan Jikalau Mentari bisa mendengar,
sayup iba dari burung yang berpulang ke sarang,
mungkin dia ingin bertahan sebentar lagi,
sebelum TUHAN-nya membangunkan kembali.

Lalu, bagaimana dengan seorang laki-laki,
Yang tetap berpegang teguh,
Pada rasa yang sebenarnya tak memberi teduh ?

Bagaimana dengan seonggok harapan,
Dari seseorang yang bahkan lupa,
Tentang dunia yang begitu lapang ?

Andai saya Engkau mengerti,
Andai saja Engkau pahami,
Rasa ini begitu berarti,
Kucintaimu dalam Diam sepanjang hari.

=======

Puisi Menyayangi seseorang dalam Diam : DI SEPERTIGA MALAM

Puisi mencintai dalam diam
Puisi Sedih : Cinta yang Terpendam

Bulan perlahan menengah,
Seakan mengajak bertadah,
Menghadap Sang Pemberi Anugrah,
Sungguh, Hati ini Resah.

Sementara Aku disini,
Masih berbaur bersama Mimpi,
Tersentak, terbangun di keheningan dinihari,
Seketika berpikir, mengapa Kau tak disini ?

Percikan air basuhi muka dan kepala,
Bentangkan Sajadah tenangkan Jiwa,
Disana, Aku ceritakan semua yang kupunya,
Kamu, senyuman, dan sekeping Asa,
Yang tak bertuan dan tak tau arah.

Kepada Sang Khalik,
Penguasa Bumi dan Langit,
Kudoakan Dirimu disetiap Detik,
Hingga Air Mata jatuh menitik,
Basahi mulut yang kian menukik.

Malam semakin Hening,
Harapan kian menyingsing,
Entah itu ada atau malah berpaling,
Dan hancurkan hati hingga berkeping-keping.

=======

Puisi Sedih : CINTA TAK PADAM

Untukmu, Aku cinta kau dalam Diam,
Aku harapkan kau dari sudut kelam,
Aku do’a kan kau di sepertiga malam,
Berharap semua tak lagi suram.

Sungguh, aku mencintaimu dalam diam,
Memandangi parasmu yang yang membuat tentram,
Detik ini hingga ajal menyalam,
Cinta ini takkan pernah padam.

======

Puisi Ketulusan Cinta : BILA KAU TAK KEBERATAN

Bila kamu tak keberatan,
Aku hendak kagumi kamu dalam hening,
Selayaknya Lilin ditengah Rimba,
Nan dipenuhi intaian sepasang mata-mata merah.

Andai kamu tak keberatan,
Aku juga hendak rindui kamu dengan sederhana,
seSederhana Ayam yang melalaikan Jarum,
dari Burung Elang,
yang membuat dia menjadi Mangsa,
Sepanjang masa.

======

Puisi Cinta dalam Diam : MUAK DALAM HARAP

Para Pendamba Kikisan Asa,
masihkah kau bertatap Senja yang sama?
Ya, Senja Merona bersama Pucuk Hari di Ufuk.
Penuh Hasrat,
seraya meratapi yang Pergi tanpa rajuk.

Kau tiupkan seiring Elusan Angin,
Dibawah jingga-Nya kau Jelma-kan kembali,
ingatan indah itu.
Berharap semua tak terjadi,
namun yang didepan mata
tak ter’elak-kan lagi.

Senyumku letih,
usai menyibak tabir cerita,
Bintang di barat mulai pamit
seraya kau lepas Amarah,
Enyahlah!!
Biar Hapus muak ini.

======

Puisi Mengagumi dalam Diam : NYATANYA HANYA KHAYALAN

Suatu hari,
akan ada masanya,
Aku menikmati Senja bersamamu,
di permukaan Rumput Hijau.

Dimana Angin Sore dengan Genit,
mengelus Kelopak matamu,
sembari tuturkan asa,
yang lama terbelenggu.

Kamu dan aku ditemani sebuah Gitar,
dan Secangkir Coklat Hangat,
yang terjepit,
di Jari Telunjukmu.

Yah, sontak tersentak dari lamunan,
Apa yang terjadi,
Hanya sakit, dan tidak lebih,
Aku bergegas ke pengharapan hidup.
Nyatanya kau hanya khayalan.

==========

Baca juga : Puisi Sahabat Jadi Cinta

Nah, itulah tadi beberapa puisi cinta dalam diam , cocok buat kamu yang saat ini menahan rasa dan tak berani mengungkapkan. Semoga lekas punya mental ya hehehe.

Disini Admin ingatkan lagi, beberapa puisi tentang mencintai dalam diam diatas boleh kamu copy dan sebarluaskan, namun saya sangat berharap sebuah “Apresiasi”, yakni dengan menghargai penciptanya yaitu Saya sendiri.

Bila kamu berniat mengutip dan menempatkannya pada media lain, jangan lupa sertakan sumber aslinya yakni dari Website ini (www.senipedia.id) ya, mari sama-sama kita saling menghargai sebuah karya.

Baca juga : Puisi Kenangan dengan Mantan Kekasih

Penutup

Demikianlah, artikel kali ini mengenai beberapa Puisi Cinta dalam Diam , kedepannya saya akan share juga kumpulan puisi dengan tema lain, tetap pantau web ini untuk mendapatkan puisi romantis lainnya.

Tinggalkan komentar