Puisi Ayah

Puisi Ayah – Selamat datang kembali di website Senipedia. Pada kesempatan kali ini, saya telah merangkum kumpulan Puisi Tentang Ayah tercinta, sedih, Rindu, tentang pengorbanan, kasih sayang, dan tema lainnya. Mari simak artikel ini sampai selesai.

Ayah merupakan sosok kepala keluarga, dia menjadi tonggak utama dalam berbagai elemen, mulai dari pendidikan akhlak, perilaku, ekonomi, pengatur dan pengendali dalam keluarga. Sosoknya memiliki peran yang sangat penting dan inti.

Sebagai seorang anak, kita tentu menyayangi sosok sang ayah. itulah mengapa, banyak sekali Puisi Untuk Ayah yang diciptakan oleh penyair, pujangga dan sastra di seluruh dunia. Tujuannya tidak lain yakni sebagai cara pengungkapan rasa cinta terhadap mereka.

Jasa seorang ayah memang akan sulit sekali untuk dibalas, meskipun seseorang tersebut telah merangkai ribuan Puisi Ayah yang menyentuh, sedih, maupun penuh pengharapan, karena jasa mereka abadi hingga hari kiamat.

Bagaimana tidak, dia mengorbankan tenaga, harta, hingga nyawanya untuk bisa melihat anak-anaknya tetap hidup, berbahagia, dan bisa mencapai masa depan yang diinginkan. Karena tidak akan ada orang tua, yang menginginkan anaknya sengsara.

Itulah mengapa, di dalam agama maupun secara sosial kita diwajibkan untuk menghormati sosok ayah, kapanpun dan di manapun kita berada. Apalagi ketika mereka sudah tua, lemah, dan keriput, sudah saatnya bagi kita untuk memberikan perhatian yang lebih.

Nah, untuk mengungkapkan rasa cinta, sayang, dan terima kasih kita kepada sosok Ayah, maka beberapa Puisi Ayah oleh Senipedia dibawah ini bisa kamu ungkapkan kepadanya, sebagai bukti tanda cinta doa dan dan harapan.


Puisi Ayah Ku Pahlawanku


Ayah merupakan sosok pahlawan dalam keluarga, yang setiap hari banting tulang, bekerja keras, kelelahan dan penat demi mencari sesuap nasi, agar anak dan istrinya bisa terus hidup. Berikut, beberapa Puisi Ayah pahlawanku :

Tak Kenal Lelah

Ketika pagi mulai menjelang,
Kau bersiap-siap untuk berjuang,
Mencari nafkah yang halal,
Bekerja dengan penuh rintangan…

Tak pernah kudengar keluhan,
Yang terlontar dari mulutmu,
Semua kau lakukan dengan ikhlas,
Dengan kesabaran tanpa batas…

Bukan sehari atau sebulan,
Namun di seluruh sisa usiamu,
Kau berkorban tenaga bahkan nyawa,
Demi kebahagiaan kami di rumah…

Engkaulah ayahku,
Sosok pahlawan sejati ku,
Menepis rintang sekeras batu,
Terjang aral yang membenalu…

Meski keringat basahi dahi,
Penat badan sampai ke nadi,
Tetaplah jadi pahlawan kami,
Untuk hari ini sampai nanti…

Perjuangan Dan Do’a

Wahai ayahku,
Betapa besarnya perjuanganmu,
Tak kenal lelah dan lesu,
Tak berhenti meski goresan di kalbu…

Semua kau lakukan demi kamu,
Semua perjuangan tiada ragu,
Do’aku tetap mengalir untukmu,
Agar selamat sentosa selalu…

Ketika engkau sampai ke rumah,
Senyum ikhlasmu tetap tertumpah,
Padahal badanmu begitu lelah,
Namun tetap kau sapa dengan ramah…

Antara perjuangan dan do’a,
Antara harapan dan sepercik asa,
Engkaulah ayah kami tercinta,
Yang kami cintai sepanjang masa…

Pahlawan Sejati

Terkadang,
Aku merasa iri dengan peranmu,
Kegigihan dan semangatmu,
Cinta yang tumbuh di nadimu…

Kau begitu kuat dan tegas,
Namun kasihmu amatlah ikhlas,
Tiada dendam yang membekas,
Tiada hati yang akan panas…

Engkaulah sosok pahlawan sejati,
Pahlawan yang hanya ingin memberi,
Hanya mengharap kebahagiaan kami,
Berharap tiada sedih di hati…

Terima kasih pahlawanku,
Do’a dan harapan tercurah padamu,
Semoga senantiasa sehat selalu,
Dalam siang dan malam berlalu…


Puisi Ayah Tercinta

Puisi Pengorbanan bapak

Sejatinya, apa yang telah diberikan oleh seorang ayah kepada anak-anaknya, tidaklah dia mengharapkan balasan apapun, semua itu dilakukan demi kebahagiaan dan rasa senang untuk anaknya.

Untuk itu, wajib hukumnya bagi kita untuk senantiasa menghormati, menghargai dan menyayangi sosok beliau, selagi masih hidup. Salah satu cara mengekspresikan nya ialah melalui Puisi Tentang Ayah Tercinta di bawah ini :

Peluhmu Basahi Badan

Setiap pagi tiba,
Kau terjaga di pagi buta,
Kala mentari menyongsong asa,
Engkau berangkat menuju kota…

Kucium punggung tanganmu,
Kau cium pipi kiri-kananku,
Kau kecup kening ibu,
Kemudian berangkat keluar pintu…

Semakin jauh kau melangkah,
Semakin hari ini berserah,
Semoga Tuhan restui langkah,
Hingga kau meraih rezeki yang berkah…

Mentari menyongsong ke balik hutan,
Kulihat langkahmu dari kejauhan,
Engkau pulang berpeluh di badan,
Rasa lelah yang engkau tahan…

Ditengah penatnya tubuhmu,
Senyum bibirmu sembari tatap aku,
Kau dekap, kau cumbu,
Aku tersentuh oleh lakuanmu

Terima kasih ayahku,
Atas semua pengorbanan darimu,
Takkan pernah kulupakan itu,
Hingga akhir hayat hidupku…

Sepanjang Hidup

Aku sadar keadaan ini,
Kutatap kedua bola matamu,
Kulihat sepercik harap dariku,
Di hari-hari tuamu ini…

Usiamu kian menua,
Menuju masa senja,
Sedang aku dengan semua asa,
Belum menjadi apa-apa…

Antara sedih dan bahagia,
Sedih belum buatmu bangga,
Bahagia karena kau masih ada,
Semua bercampur dalam jiwa…

Namun ada yang pasti,
Bahwa seluruh cinta di hati,
Hingga akhir hayatku nanti,
Kau takkan pernah terganti…

Lelapmu

Malam ini,
Kulihat kau di pembaringan,
Seakan menahan sejuta beban,
Yang tertumpang di pundakmu…

Dari hela nafasmu,
Kudengar rintih nan pilu,
Menggambarkan semua perjuanganmu,
Sepanjang usiamu…

Tidurlah, ayahku,
Lelaplah dalam mimpimu,
Do’a dan harapan dariku,
Akan senantiasa mengalir padamu…

Jangan khawatir,
Tak usah risau dan getir,
Meski awan putih diselimuti petir,
Cinta padamu takkan berakhir…

Tidurlah dengan nyenyak,
Besok pagi harapan kan datang,
Menyapa secercah asamu,
Tuk bahagiakan anak-anakmu…


Puisi Ayah Tersayang


Bagaimanapun keadaan Ayah kita sekarang, ataupun kehidupan yang diberikannya, tetaplah bersyukur dan berbakti kepadanya. Jangan mengeluhkan keadaan dan jangan pula memperkeruh suasana, sayangi dan lindungi dia.

Meski ia sedang sakit-sakitan, dan tidak bisa lagi menghidupi keluarga, maka senantiasalah untuk menyayangi dia. Nah, untuk mengungkapkan rasa sayang tersebut, beberapa Puisi Aku Sayang Ayah di bawah ini akan sangat cocok untuk kamu ungkapkan :

Izinkan

Ayahku,
Izinkan aku berbaring di bahumu,
Menceritakan banyak hal,
Meski aku tak kecil lagi…

Ayahku,
Izinkan aku mencium tanganmu,
Tangan yang selama ini bersimbah pilu,
Tangan yang senantiasa tenangkan kalbu…

Ayahku,
Izinkan aku memijit kakimu,
Kaki yang setiap pagi melangkah,
Mengais rezeki yang berkah…

Ayahku,
Izinkan ku elus rambut putihmu,
Rambut yang setiap hari diterpa panas,
Disiram oleh dinginnya hujan…

Ayah,
Semua ini kulakukan,
Sebagai ekspresi kecintaanku,
Dan belum kesiapanku untuk merindu…

Nasihatmu

Setiap kau mulai obrolan,
Aku mulai rapikan tangan,
Bersiap-siap mendengar arahan,
Nasihat untuk masa depan…

Kunikmati setiap detiknya,
Kuresapi semua kata-kata,
Begitu indah dan penuh makna,
Untuk bekalku di dunia…

Nasihatmu adalah obat,
Inspirasi darimu amat kuat,
Bagaimana agar aku tak tersesat,
Berharap selamat hingga akhirat…

Terima kasih, ayah,
Atas setiap nasihat darimu,
Atas segala bimbingan untukku,
Pasti akan ku ingat selalu…

Tak Lagi Sama

Ayah,
Meski suaramu tak selantang dulu,
Meski otot-otot tubuhmu telah kaku,
Namun nasihatmu tetaplah menjamu…

Ayah,
Meski keadaanmu telah melemah,
Meski kakimu berjalan memapah,
Namun kasih darimu tak pernah sudah..

Aku sadar dan terima,
Keadaan memang tak lagi sama,
Tak lagi bisa kau bercengkrama,
Tentang indahnya surya di senja…

Tak lagi bisa kita bercerita,
Tentang menguningnya padi sawah,
Tentang layang-layang tinggi di udara,
Seperti dahulu kala…

Namun inilah hidup,
Yang terang pastilah meredup,
Namun ada satu yang abadi,
Yakni cinta dan kasihmu…


Puisi Rindu Ayah

Puisi tentang ayah

Kehilangan sosok Ayah adalah suatu peristiwa yang amat sangat menyedihkan bagi siapapun, bahkan berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Namun bagaimanapun, kita juga harus menyadari bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

Yang terpenting, ketika beliau telah tiada, jangan pernah putus untuk selalu mendoakannya. Nah, untuk mengungkapkan rasa rindu tersebut, berikut telah saya sajikan beberapa Puisi Tentang Rindu Ayah yang sedih dan menyentuh :

Sajak Kerinduan

Ayah,
Pagi ini aku terbangun dari lelap,
Sejenak bermenung penuh harap,
Tak banyak kaca yang terucap,
Hanya curahan rindu yang menguap.

Jujur, aku benci terus begini,
Terus mengingat bahwa kau telah pergi,
Benci membayangkan serangkai memori,
Seakan semua tak perduli.

Ayah, kerinduan tak pernah urung,
Dikala hari semakin murung,
Meski kenyataan kian memasung,
Namun cinta takkan terbendung.

Ayah, sajak ini kukirimkan padamu,
Pada malam yang berbau rindu,
Sejak kini hingga malam berlalu,
Rinduku takkan hilang untukmu.

Aku Merindukanmu

Dulu, aku hanya manusia lemah,
Sebelum kenal siapa itu ayah,
Tentang segala jerih payah,
Semua gelisah dan gundah.

Dulu, aku amatlah penakut,
Dengan langkah gontai tak tertuntut,
Sebelum nasihatmu menghasut,
Sebelum pituahmu terpaut.

Sekarang, aku kuat dan besar,
Aku tak lagi gentar,
Menghadapi dunia yang kasar,
Sebagai sosok manusia tegar.

Hari ini, kamu kemana ?
Ayah, kamu dimana ?
Aku si-tegar dan si-kuatmu bertanya,
Jawablah, jangan diam saja.
Ayah, aku merindukanmu.

Aku Rindu Ayah

Tiba-tiba, aku tersentak,
Malam buta dengan hawa mendesak,
Dingin menembus ke tulang,
Terjaga dengan asa yang malang.

Kulihat jam dinding pukul dua dini hari,
Bergegas menyampaikan hajat diri,
Kepada Sang Pencipta petang dan pagi,
Untuk seseorang yang telah pergi.

Kukirimkan sepucuk harap,
Segenap hasrat lewat cakap,
Kata demi kata mengalir terucap,
Diiringi air mata di malam senyap.

Tangan menganga, mulut terbata,
Sepintas teringat sosok tercinta,
Dihadapan sang Pencipta,
Pengabul segala do’a-do’a.

Ya Allah, Jagalah Ayahku,
Muliakan kedudukannya disisi-Mu,
Jauhkan dia dari Siksa-Mu,
Lapangan segala yang membelenggu.


Puisi Ayah Sedih


Kehilangan seseorang yang dicintai, pastilah menimbulkan rasa yang sangat sedih dan berat untuk diterima. Namun bagaimanapun, harus tetap diikhlaskan dengan diiringi hari yang sabar, dan berserah diri kepada Tuhan.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengekpresikan rasa sedih tersebut, salah satunya ialah melalui lantunan puisi sedih tentang Ayah di bawah ini, terlebih bagi teman-teman semua yang sudah tidak memiliki seorang ayah :

Semenjak Kepergianmu

Ayah,
Semenjak kepergianmu,
Hari-hari berlalu membisu,
Tiada lagi canda dan tawamu…

Semenjak kepergianmu,
Gurau yang biasa menghiasi hariku,
Kini sirna ditelan waktu,
Semuanya telah usai membawa pilu…

Semenjak kepergianmu,
Begitu dalam renungan ibu,
Meratap nasib hadirkan sendu,
Entah kapan duka itu berlalu…

Ayahku tercinta,
Tenanglah engkau di dalam sana,
Semoga kita bertemu jua,
Ketika masanya telah tiba…

Terbaring Membisu

Sore itu,
Warna langit amat kelabu,
Rintik hujan basahi daun layu,
Langit menghitam hilangkan biru…

Sore itu,
Suasana haru sangat pekat,
Hadirkan pilu pudarkan semangat,
Kucilkan hati yang penuh hasrat…

Di sore itu,
Kulihat tubuhmu diam membisu,
Kulitmu dingin bagai membeku,
Kau terbaring disamping banyak tamu…

Selamat jalan ayahku tersayang,
Semua nasihatmu kan ku kenang,
Meski kenangan kan membayang,
Semua pituahmu takkan lekang…

Sampai jumpa lagi, ayah,
Kepada Tuhan aku berpasrah,
Namun aku takkan menyerah,
Mewujudkan apa yang sempat kita rangkai dengan indah…

Kenangan Abadi

Tanah ini,
Kugenggam erat sekali,
Mulut bungkam naluri memaki,
Namun tetap teguhkan hati…

Pusaramu seakan berbisik pelan,
Ungkap semburkan sejuta kesan,
Kusapu debu di batu nisan,
Ku hirup bau-bau ketenangan…

Ayah, aku disampingmu saat ini,
Aku membisu, menahan diri,
Mencoba untuk kuatkan hati,
Melawan hasrat redamkan emosi…

Kesedihan yang ada begitu dalam,
Namun kesadaran buatku bungkam,
Wajah memerah menjadi padam,
Meski haru kian membekam…

Tenanglah engkau di alam sana,
Tunggulah aku untuk kau jumpa,
Tuhan sudah punya cerita,
Semoga nanti bertemu jua…


Puisi Do’a Untuk Ayah

Syair untuk orangtua

Salah satu do’a paling mustajab dan sangat besar kemungkinan terkabulnya ialah do’a anak yang Sholeh, untuk mendo’akan kedua orangtuanya, terlebih lagi yang sudah wafat. Untuk itu jangan pernah berhenti untuk mendo’akan mereka.

Ketika ia masih hidup, maka kita sebagai anak sangat dianjurkan untuk senantiasa membantu mereka. Meski tidak secara tenaga / fisik, bisa pula dengan melalui do’a, agar mereka selalu diberi kesehatan dan keselamatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Berikut, puisi doa untuk ayah :

Di Sepertiga Malam

Gelap pengap di sepertiga malam,
Ku terbangun dari pembaringan,
Hentikan sejenak mimpi yang panjang,
Untuk menghadap sang Tuhan…

Kubasuh muka dan telinga,
Kusiram kaki Kuusap kepala,
Bergerak dan bentangkan sajadah,
Adukan segala sesak dan asa…

Di sepertiga malam itu,
Kutadahkan kedua tangan ini,
Air mata mengalir di pipi,
Hingga suara menjadi rintih

Kukirimkam sepucuk do’a,
Untukmu wahai ayah tercinta,
Berharap kau berada di Surga,
Disamping Allah yang maha Pencipta…

Kulakukan itu berulang kali,
Berharap kau bisa dengar semua ini,
Kasih dan sayangku abadi,
Hingga tiada ia bertepi…

Ketika Kecil

Ketika aku kecil dulu,
Aku bermain sepanjang waktu,
Belum ada asa yang hendak dituju,
Impian belum tertanam dalam diriku…

Aku pulang ke rumah,
Ketika tubuhku sudah lelah,
Keringat buat tubuhku basah,
Masa-masa itu sangatlah indah…

Aku tertidur pulas selepas bermain,
Kurasakan tangan kasarmu membelai,
Sentuh rambut dan kepalaku,
Sembari diiringi do’a untukku…

Ayah, kini aku sudah dewasa,
Sontak menyadari semuanya,
Ternyata kasih dan sayangmu luar biasa,
Untuk anak-anak yang kau cinta…

Ayah,
Terima kasih untuk semua,
Saatnya bagiku telah tiba,
Untuk membalas segala jasa…

Kau Ajari Aku

Setiap hari,
Kau ajari aku banyak hal,
Tentang yang pantas ku kejar,
Tentang yang harus ku tinggal…

Setiap hari,
Ayah memberiku nasihat,
Agar kelak tak putus semangat,
Kala diri ditempa beban yang berat…

Setiap hari,
Dia bercerita tentang cinta,
Tentang semua yang ia punya,
Tentang kasih yang tak pudar…

Ayah,
Semua itu akan kukenang,
Semuanya pasti akan membayang,
Semua pengorbanan dan kasih sayang…


Puisi Ayah dan Ibu


Setiap manusia yang ada di dunia ini pasti memiliki ayah dan ibu, mereka jugalah yang menjaga, merawat dan membesarkan kita hingga dewasa. Tak terkira seberapa besar jasa dan pengorbanan yang telah mereka berikan.

Itulah mengapa, sebagai anak wajib hukumnya untuk senantiasa menghormati, menghargai dan melindungi mereka dari apapun. Berikut, beberapa Puisi Tentang Ayah dan Ibu untuk pembaca semua :

Untuk Semua Ini

Tak pernah terucap lelah,
Tak pernah terniat menyerah,
Semua terjalin tidaklah indah,
Namun tak pernah kalian berkata sudah…

Pengorbanan dan do’a,
Kasih sayang dan cinta,
Dianya abadi sepanjang masa,
Bahkan tak sanggup tercerita…

Untuk kalian berdua,
Semua jasa tak terkira,
Tak pernah kalian berputus asa,
Untuk membuat aku bahagia…

Terima kasih ibu dan ayah,
Untuk semua yang aku terima,
Akan ku balas dengan cinta,
Dari hari sepanjang usia…

Tetaplah sehat sentosa,
Semoga dijauhkan dari derita,
Sudah saatnya kalian berbahagia,
Di masa-masa usia tua…

Aku Beruntung

Aku beruntung,
Memiliki orangtua seperti kalian,
Dua sosok manusia terbaik,
Sepanjang hidup yang aku jalani…

Aku beruntung,
Memiliki pahlawan besar,
Mempunyai superhero kuat,
Dalam menaungi lika-liku kehidupan…

Kalianlah guruku,
Pedoman dalam hidupku,
Pengarah pengembaraanku,
Penasihat semua salahku…

Kalianlah penerang sejati,
Dikala gelap menimpa diri,
Kalianlah cahaya itu,
Cahaya kebahagiaan yang abadi…

Banyak yang tak seberuntung aku,
Tidak sedikit yang merasakannya,
Sehingga timbul niat dihatiku,
Didasari asa dan cinta…

Betapa Bahagianya

Betapa bahagianya diriku,
Hidup diantara dua guru,
Yang senantiasa menepis pilu,
Dengan sigap menampar ragu…

Betapa bahagianya,
Tumbuh bersama dalam pelukan cinta,
Besar bersama wujudkan asa,
Untuk bahagia di masa tua…

Aku bersyukur dan bahagia,
Tanpa ada sesal di dada,
Akan kubuat kalian bangga,
Dengan apa yang aku punya…

Terima kasih ayah dan ibu,
Telah wujudkan bahagiaku,
Telah kabulkan impianku,
Telah terangi semua gelapku…


Puisi Ayah Singkat

Puisi ayah singkat

Bertahun Lamanya

Malam berlahan tiba,
Kuusap telapak tangan ke dada,
Ketenangan yang ku rasa,
Kala mengingat engkau di sana…

Ayah,
Bertahun lamanya berpisah,
Rindu telah menggunakan sudah,
Entah kapan akan berjumpa…

Yah,
Rasakanlah rindu ini,
Yang terpatri di hati,
Sejak dulu hingga nanti…

Pengobat Rindu

Potret kusam di dinding rumah,
Buat rindu kian menjarah,
Senyummu kembang merekah,
Terpampang indah di wajah…

Hanya foto-foto ini,
Penawar rindu di hati,
Ku usap dengan sepuluh jari,
Mengingat kenangan yang terjadi…

Ayah,
Semoga cepat kita berjumpa,
Lekas bertemu dengan segera,
Aku rindu susasna rumah…

Janji Setia

Ketika aku kecil dulu,
Kaulah manusia idolaku,
Kutiru semua perlakuanmu,
Kuterapkan dalam hidudpku…

Semangat dan kerja kerasmu,
Pengorbanan dan cintamu,
Takkan hilang ditelan waktu,
Akan kokoh abadi selalu…

Terima kasih, ayahku,
Telah jadi pembimbing hidupku,
Senantiasa menasihatiku,
Kemanapun arah yang aku tuju…

Bahagia Rasanya

Hari ini,
Betapa bahagianya hati,
Bisa berjumpa kembali,
Dengan pahlawan abadi…

Hari ini,
Kutatap lagi wajah ayah,
Yang keriput dan kusam,
Melepas rindu yang terpendam…

Tak ingin rasanya menjauh,
Kaulah tempat untuk berteduh,
Tak mau lagi berpaling,
Takkan lagi aku mengasing…

Abadi Selamanya

Sudah saatnya bagiku,
Menyadarkan seonggok kalbu,
Tuk balas semua jasamu,
Yang selalu kau curahkan padaku…

Kasihku abadi,
Cintaku suci,
Selamanya terpatri,
Atas cinta yang sejati…

Akhir Kata

Nah, demikianlah artikel mengenai Kumpulan Puisi Ayah tercinta, ungkapan rindu, kasih sayang, sedih dan menyentuh. Semoga bisa bermanfaat dan menambah rasa cinta dan kerinduan kita terhadap sosok ayah. Terima kasih..