80+ PANTUN ANAK-ANAK : Sekolah, Nasehat, Islami, Lucu

PANTUN ANAK-ANAK – Selamat datang kembali di Blog Senipedia. Pada kesempatan kali ini, saya kembali merangkum koleksi pantun dengan tema yang baru, yakni kumpulan Pantun kanak-kanak untuk pembaca semua.

Kanak-kanak dikenal juga dengan masa kecil, dimana masa tersebut dipenuhi dengan suasana bermain dan belajar. Memperkenalkan dunia sastra termasuk pantun anak sekolah, di usia mereka yang sekarang adalah saat paling tepat.

Pasalnya, di usia yang masih kecil, setiap apa yang didengar oleh mereka akan mudah tertangkap dan terekam, yang akhirnya menjadi kebiasaan di masa mendatang. Begitu juga jika kamu mengajari mereka mengenai pantun anak anak lucu, nasehat, pendidikan dan sebagainya.

Memberi pengajaran kepada mereka melalui penyaluran sastra adalah salah satu cara terbaik. Di sisi lain, kamu akan membangkitkan minat mereka terhadap dunia seni, yang saat ini semakin dikesampingkan saja. Maka dari itu, mulailah dari mendasar, misalnya melalui Pantun Anak-anak di bawah ini.

Kumpulan Pantun Anak-Anak Terbaik

Oke, tidak perlu berlama-lama lagi. Silakan simak beberapa koleksi pantun anak sekolah dalam berbagai tema di bawah ini :

1. Pantun untuk Anak SD

Masa Sekolah Dasar merupakan masa dimana pertama kali seseorang akan mengenal ilmu pengetahuan secara umum, termasuk didalamnya tentang dunia seni, diantaranya pantun dan puisi. Di masa ini, seseorang akan mulai diberi wewenang dalam membuat dan membacakannya.

Oleh guru yang bersangkutan, masing-masing murid akan diberi tugas dalam mengarang karya sastra, contohnya adalah Pantun Anak-anak SD. Dan di bawah ini, adalah beberapa contohnya yang bisa kamu jadikan referensi sebagai orangtua, untuk dibacakan ke dan oleh anak :

Listrik padam nyalakan lilin,
Agar jadi terang suasana,
Mari jadi anak yang rajin,
Agar kelak bisa berguna.

Pusara ada batu nisan,
Tulisannya diukir dan dipahat,
Masa SD mencari teman,
Ketika besar bisa bermanfaat.

Buah nangka jangan diambil,
Karena ia banyak getahnya,
Sahabat sejati di waktu kecil,
Akan teringat hingga tua.

Bunga melati si bunga cempaka,
Indah dimtaman merekah mekar,
Kalau teman pintar menerka,
Buah apa berbulu di luar ?

Buah manggis masih mentah,
Jangan petik dengan tangan,
Jangan suka bolos sekolah,
Nanti kamu tertinggal pelajaran.

Di samping rumah ada taman,
Banyak sayuran dan bunga-bunga,
Ketika SD mencari teman,
Saat dewasa berkesan jadinya.

Adik bayi hidungnya mungil,
Kalo haus julurkan lidah,
Perbanyak kisah di masa kecil,
Untuk masa depan yang indah.

Ke tamah bermain naik trampolin,
Karena antri haraplah sabar,
Kita belajar dan bermain,
Itulah keindahan sekolah dasar.

Jamur liar jangan dimakan,
Nanti bisa keracunan,
Hari ini adalah kenyataan,
Ketika besar menjadi kenangan.

Jalan-jalan ke Denpasar,
Sampai disana ketika subuh,
Mari kawan kita belajar,
Dengan rajin dan sungguh-sungguh.


2. Pantun Anak Sekolah

Pantun anak sekolah
Pantun Anak Sekolah | img : Liputan6.com

Pendidikan adalah salah satu elemen terpenting dalam kehidupan setiap orang, baik berupa ilmu pengetahuan maupun pembentukan karakter. Dengan adanya pendidikan, semua orang akan lebih berpikir kritis dan mampu mempertimbangkan segala sesuatunya dengan baik.

Melalui kumpulan Pantun Anak Anak Sekolah di bawah ini, secara tidak langsung kamu telah mengajak dan menghimbau siapa saja, untuk senantiasa mau menuntut ilmu dengan baik dan bersungguh-sungguh :

Ceria muka anak gembala,
Iringi sapi menuju tanah lapang,
Berangkat sekolah dengan ceria,
Hari gembira bukan kepalang.

Para petani berangkat pagi,
Penuh semangat di hari yang cerah,
Bangun pagi langsung mandi,
Siap-siap pergi sekolah.

Padi kuning siap dituai,
Anak kecil bermain layangan,
Pekerjaan rumah sudah selesai,
Saatnya tidur istirahatkan badan.

Sungguh indah bunga Dahlia,
Ditambah harum bunga cempaka,
Ke sekolah naik sepeda,
Bersama teman aduhai nikmatnya.

Belah kayu jadikan papan,
Untuk membangun pos ronda,
Hidup tanpa disirami pendidikan,
Bagai taman tiada berbunga.

Di dalam semak ada kemumu,
Menuju taman perlahan-lahan,
Jika sekolah memberi ilmu,
Maka hidup berikan tantangan.

Cat rumah gunakan kuas,
Ambillah cat warna jingga,
Ayo sekolah, jangan malas,
Ada masa depan yang menantimu disana.

Senja hari angin semilir,
Nyalakan lilin biar tak kelam,
Ketika guru tidak hadir,
Ada sedih yang mendalam.

Senja berwarna merah jingga,
Hapuskan lelah di badan diri,
Manfaat ilmu tiada hingga,
Jangan sia-siakan sejak dini.

Berjalan kaki sepak krikil,
Ke lubang semut jangan meludah,
Belajar sejak kecil,
Hingga besar terbawa sudah.


3. Pantun Anak Anak Lucu

Selanjutnya adalah kumpulan Pantun Anak Anak Lucu. Sebagai orangtua, kamu bisa menghibur anak-anak dengan koleksi pantun di bawah ini, sembari memperkenalkan mereka tentang dunia sastra sejak dini.

Meski tak sepenuhnya memberi ajaran positif, pantun lucu untuk anak di bawah ini setidaknya bisa dijadikan referensi untuk memberi pengenalan, serta penyaluran bakat mereka dalam bidang kesenian. Berikut, beberapa diantaranya :

Anak tupai makan kedondong,
Isinya dimakan jadi keselek,
Masih kecil telah ompong,
Mirip bersama dengan nenek-nenek.

Pergi ke kebun menanam talas,
Pulang membawa daun salam,
Makanya jangan suka malas,
Sikat gigi pagi dan malam.

Sore hari hujan mengguyur,
Tampung air dalam ember,
Ada anak suka tidur,
Ketika ngorok sambil ngiler.

Jalan-jalan ke Karanganyar,
Pulangnya naik bemo,
Ada anak sok pintar,
Ditanya planga-plongo.

Tanam bunga di tepi taman,
Bunga cempaka berwarna biru,
Apa yang harus aku katakan,
Ada spidol di pipimu.

Buah nangka itu bergetah,
Jangan sentuh dengan tanganmu,
Makanya mandi sebelum sekolah,
Itu ada iler di pipimu.

Menyetrika kaos di atas meja,
Hati-hati jangan sampai gosong,
Dia malu untuk tertawa,
Ternyata giginya banyak yang ompong.

Pagi hari pergi ke pasar,
Untuk membeli makanan burung,
Dia sombong karena pintar,
Ketika ditanya, hanya bingung.

Burung merpati sangat jinak,
Kepunyaan teman tetangga sebelah,
Ini pantun jenaka anak,
Pantun lucu anak sekolah.

Jangan lupa menggosok gigi,
Sebelum berangkat ke sekolah,
Jangan suka membalas budi,
Karena Budi tidak bersalah.


4. Pantun Anak Tentang Belajar

Pantun anak tentang belajar
Pantun Anak Tentang Belajar | Muslimobsession.com

Kegiatan belajar mengajar menjadi konsep utama dalam proses pendidikan formal, hal ini haruslah ditimpakan pada anak sejak usia dini, karena di masa inilah mereka mengenal tonggak ilmu pengetahuan, yakni menulis dan membaca.

Melalui beberapa  Pantun Anak Anak Tentang Belajar di bawah ini, menjadi cara tersendiri bagi kamu untuk menyuarakan pentingnya pendidikan dalam hidup sejak kecil, serta mampu menciptakan generasi yang berkualitas dan berwawasan luas. Berikut, diantaranya :

Pergi ke pasar naik sepeda,
Sandarkan ia di tiang baja,
Ingat nasihat orangtua kita,
Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina.

Awan cerah laut biru,
Bersiap berlayar para nelayan,
Masa kecil tuntutlah ilmu,
Untuk bekal di masa depan.

Jika malam telah menjamu,
Jangan lupa nyalakan lilin,
Raihlah cita-citamu,
Dengan belajar segiat mungkin.

Sakit sungguh tidak kepalang,
Jika pisau mengenai badan,
Materi jangan jadikan penghalang,
Dalam menimba ilmu pengetahuan.

Siang-siang nonton si unyil,
Sambil nonton TV bersama,
Menuntut ilmu sejak kecil,
Kelar jadi manusia berguna.

Bunga cempaka berwarna biru,
Mekar indah di pekarangan,
Antara adab dan ilmu,
Jalankan ia berbarengan.

Subuh tiba bersiaplah nelayan,
Untuk pergi mencari ikan,
Seimbangkanlah ilmu dan iman,
Agar selalu diberkahi Tuhan.

Asah parang untuk membabat,
Petin pepaya untuk dimakan,
Seimbangkan dunia dan akhirat,
Dengan ilmu dan juga iman.

Perahu melewati terumbu karang,
Dibawahnya banyak jenis ikan,
Jadikan pendidikan sebagai tiang,
Penyangga hidup dari kesusahan.

Kalau tuan pergi ke Medan,
Bika Ambon oleh-olehnya,
Jangan engkau bermalas-malasan,
Mari kita menimba ilmu bersama.


5. Pantun Teka-Teki Untuk Anak-Anak

Sesuai dengan namanya, Pantun Teka-teki adalah kumpulan pantun yang sifatnya “memberi pertanyaan”. Dan tentunya, dalam mengungkap pantun ini, harus ada lawan bicara untuk membalas pantun yang dibacakan. Balasan tersebut akan memberikan jawaban, melalui sebuah pantun pula.

Di sisi lai, Pantun Teka-Teki Untuk Anak-Anak ini juga akan bisa mengasah kemampuan dan pengetahuan pelajar, untuk mengetahui berbagai hal baru yang belum diketahuinya. Berikut, beberapa contoh diantaranya :

Kalau tuan menitik baja,
Jangan letakkan dalam pinggan,
Punya ekor ditaruh kepala,
Hewan apakah gerangan?

Sungguh panas cahaya mentari,
Hingga bungaku menjadi layu,
Suka keluar malam hari,
Kalau siang malah tidur, apa itu?

Samudera Hindia sangatlah luas,
Dilintasi oleh kapal Feri,
Jika engkau memang cerdas,
Binatang apa tanduk di kaki?

Makan durian dalam selada,
Campur ia dengan ketan,
Coba jawab wahai saudara,
Makin diisi semakin ringan?

Pete dimasak dengan Bacan,
Bakar kayu diantara tungku,
Kalau panas tidak digunakan,
Kalau hujan dicari-cari, apa itu?

Ini awal bulan Januari,
Rencana ingin mendaki gunung,
Kalau tuan bijak bestari,
Binatang apa tanduk di hidung?

Ke perpustakaan membaca buku,
Menyusuri rak satu-persatu,
Badannya lurus bermata satu,
Ekornya tajam apakah itu?

Batu Cincin si Sungai Sapih,
Motifnya bagai intan permata,
Loreng-loreng hitam putih,
Punya empat kaki mirip kuda?

Pulang sekolah di hari petang,
Berjalan jauh lelah rasanya,
Bentuknya ia seperti bintang,
Jikapun masak, kuninglah ia?

Mengecat rumah dengan kuas,
Pilihlah warna putih dan nila,
Bentuknya bulat bikin panas,
Benda apakah namanya?


6. Pantun Nasehat Untuk Anak

Pantun nasehat untuk anak
Pantun Nasehat Untuk Anak | Aura.co.id

Seperti yang sudah saya singgung di atas, fase kanak-kanak merupakan fase penyerapan segala hal yang mereka lihat dan dengar, yang kemudian mereka terapkan dalam hidup, serta terbawa hingga mereka tumbuh dan berkembang menuju kedewasaan.

Untuk itu, perbanyak memberi nasihat dan Pituah bijak kepada mereka, serta berbagai hal positif lainnya. Sebut saja seperti nasehat pendidikan, agama, berbakti kepada orangtua, lingkungan dan negara dan lain-lain.

Salah satu cara termudah dalam implementasinya adalah dengan menggunakan Pantun Nasehat Untuk Anak, beberapa diantaranya yakni contoh di bawah ini :

Anak kecil mandi di kali,
Sembari kembawa kain cucian,
Kepada Tuhan tempat kembali,
Jangan lupa mohon ampunan.

Padi menguning saatnya dituai,
Pak Mamat yang punya sawah,
Jika ingin hidup damai,
Jangan lupa kerjakan ibadah.

Habis Sholat jangan lupa do’a,
Untuk ayah dan juga bunda,
Sejak kecil jadilah bertaqwa,
Ketika besar dekat dengan-Nya.

Ambil getah jadikan perekat,
Untuk mengelem layangan,
Jika kau ingin hidup selamat,
Taat selalu perintah Tuhan.

Pergi berburu ke hutan rimba,
Bertemu kancil dan juga rusa,
Perihal agama jangan menunda,
Itu perintah dari Allah Ta’ala.

Belah kelapa minum airnya,
Khasiatnya amatlah jitu,
Jika ingin masuk surga,
Ingat ibadah nomor satu.

Anak gembala membawa biri-biri,
Ikatkan tali di pohon gaharu,
Jadilah kau anak yang berani,
Tanpa ragu terus maju.

Awan mendung hujan lebat,
Kehujanan kuyupkan badan,
Jadilah anak yang hebat,
Agar kelak jadi tauladan.

Kalau tuan ke Yogyakarta,
Jangan lupa membeli semangka,
Agar hidup penuh makna,
Pedulilah terhadap saudara.

Pergi ke Pesta pakai Batik,
Penampilannya sungguh anggun,
Jangan enggan berbuat baik,
Meski tanpa imbalan apapun.


7. Pantun Anak Islami

Sebagai seorang muslim, sejak dini anak-anak harus dibekali ilmu pengetahuan, namun tifak sampai disitu saja, harus diseimbangkan pula dengan siraman pendidikan agama, serta mengajak mereka untuk terbiasa dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Banyak cara yang bisa dilakukan, termasuk melalui beberapa Pantun Anak Islami di bawah ini :

Makan nie di atas meja,
Minumnya air perasan nangka,
Senantiasa lah bertakwa kepada-Nya,
Agar kelak jadi manusia berguna.

Anak gembala menggiring sapi,
Sapi makan rumput tetangga,
Jika diri jauh dari Ilahi,
Alamat badan akan sengsara.

Jalan-jalan ke ibukota,
Itulah kota DKI Jakarta,
Sejak kecil belajar bertakwa,
Hingga besar terbawa-bawa.

Pagi hari menyiram bunga,
Ada mawar, melati dan cempaka,
Allah SWT Tuhan alam semesta,
Jangan coba untuk mengingkarinya.

Ke kebun lewati jembatan,
Ada sungai kecil dibawahnya,
Kita semua ciptaan Tuhan,
Kembali hanya pada-Nya jua.

Pergi berburu ke hutan rimba,
Bertemu kancil dan juga rusa,
Ajarkan anak beriman dan bertaqwa,
Jangan biarkan terperdaya oleh dunia.

Ambil kayu jadikan papan,
Untuk segera mendirikan bangunan,
Sejak kecil memupuk iman,
Untuk bekal kuat di masa depan.

Bagai kapas terbang ke angkasa,
Begitulah balon tanpa ikatan,
Bagai taman tak berbunga,
Begitulah jiwa tanpa iman.

Sebelum sekolah harus sarapan,
Agar energi tetap terjaga,
Mari berlomba dalam kebaikan,
Dapatkan karunia dan Ridho-Nya.

Akar ubi menjalar-jalar,
Sampailah ia ke kebun tetangga,
Anak-anak harus senantiasa belajar,
Bagaimana mendekatkan diri kepada-Nya.


8. Pantun Anak 2 Baris

Ambillah galah, jadikan pagar,
Mari sekolah, supaya pintar.

Gunakan kuas, mengecat pagar,
Jangan pemalas, ayolah belajar.

Kepala sulah, di atas mata,
Rajin adalah pangkal kaya.

Buah dibelah, dengan mesin,
Malas adalah pangkal miskin.

Ambillah paku dalam peti,
Mari menuntut ilmu, setiap hari.

Ada petir menghentak kalbu,
Jangan khawatir, jika berilmu.

Jalanan aspal, banyak kendaraan,
Ilmu bekal, untuk masa depan.

Naik bendi menuju pasar,
Rajinlah mengaji, dan juga belajar.

Ambil galah dari bambu,
Ayo ke sekolah, menuntut ilmu.

Nyalakan lilin untuk penerangan,
Belajar dan bermain, harus diseimbangkan.

Kucing berenak jumlahnya empat,
Pantun anak penuh nasihat.

Baca juga yuk : Pantun Selamat Pagi

Penutup

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai kumpulan pantun anak-anak terbaru dan terbaik. Semoga bisa menjadi referensi utama bagi kamu semua. Terima kasih.