Lagu Daerah Maluku

Lagu daerah Maluku mungkin sudah banyak dikenal karena kebanyakan mayoritas di sana adalah suku Ambon. Seperti yang diketahui bahwa suku Ambon kebanyakan suka menyanyi dan memiliki suara yang merdu.

Sehingga tidak heran jika lagu Tradisional Maluku sudah banyak dikenal oleh masyarakat pada umumnya. Kebanyakan lagu asal Maluku berirama riang gembira. Dibalik melodinya yang riang gembira, lagu Maluku menyimpan makna tersendiri pada setiap baitnya.

Kumpulan Lagu Daerah Maluku Terlengkap

Hal inilah yang membuat lagu daerah menjadi salah satu unsur budaya yang harus terus di lestarikan dari generasi ke generasi. Dengan begitu maka budaya Maluku bisa lebih dikenal secara lebih luas hingga luar negeri.

Baiklah, langsung saja simak ulasan di bawah ini mengenai kumpulan Lagu Daerah Maluku beserta lirik lagu dan maknanya dari Senipedia. Semoga bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kamu selepasnya. Check this out.

1. Ayo Mama

Lagu tradisional maluku
Not angka Ayo Mama

Ayo mama merupakan lagu daerah Maluku yang memiliki melodi riang. Dalam setiap baitnya, lagu ini menggunakan kata-kata rayuan yang ditujukan kepada seorang ibu. Melalui rayuan tersebut sang anak meminta izin kepada ibunya untuk bisa berpacaran.

Awalnya anak ini ketahuan pacaran sehingga mencoba untuk membujuk ibunya agar tidak dimarahi. Lagu ini cukup easy listening sehingga mudah sekali dihafal. Pertama kali Anda mendengar lagu ini irama yang riang akan melekat di pikiran.

Lagu ini diciptakan oleh Huang-Huilan. Kebanyakan lirik lagu ini menggunakan beberapa baris pantun yang terlihat menarik dan mudah dihafal. Lagu ini sangat cocok untuk anak muda sehingga pesan bisa tersampaikan dengan baik.

Hingga saat ini lagu Ayo Mama sering dinyanyikan dalam berbagai acara untuk menghidupkan suasana agar terasa lebih menyenangkan.

Selain itu lagu ini juga sekaligus menyampaikan pesan dari anak remaja yang meminta izin berpacaran kepada ibunya. Usia remaja memang membuat kebanyakan anak ingin mencoba berbagai hal baru termasuk pacaran.

Agar tidak dimarahi oleh orang tuanya terutama sang ibu, anak berusaha menyampaikan pesan melalui lagu agar bisa mendapatkan restu untuk bisa berpacaran. Jika sudah mendapat izin, maka anak tersebut bisa lebih leluasa untuk bisa berpacaran dan menjalin sebuah hubungan. Berikut Liriknya :

Ayam hitam telurnya putih,
Mencari makan di pinggir kali,
Sinyo hitam giginya putih,
Kalau ketawa manis sekali…

Ayo mama, jangan mama marah beta,
Dia cuma cuma pegang beta,
Ayo mama, jangan mama marah beta,
Lah orang muda punya biasa…

2. Huhate

Lagu Huhate merupakan jenis lagu daerah yang berasal dari Maluku dan membawa pesan tentang nasehat ketika Anda sedang mencari jodoh. Lagu ini mengandung pesan bagi Anda yang mencari teman hidup janganlah terburu-buru.

Anda harus melakukannya dengan hati-hati, karena nantinya teman hidup tersebut akan menemani untuk jangka waktu yang lama.
Pencipta lagu Huhate masih anonim dan tidak diketahui siapa pencipta aslinya.

Namun lagu daerah Maluku yang satu ini sudah dilestarikan secara turun temurun dari setiap generasi ke generasi. Lagu ini banyak menggunakan bahasa Ambon yang dicampur dengan bahasa Melayu. Liriknya tampak menarik dan mudah dipahami.

Lagu ini berpesan kepada anak muda agar bisa memilih teman dengan baik, karena bisa saja tersakiti jika salah memilih teman. Dalam memilih teman, janganlah hanya melihat pada bagian penampilan saja.

Jangan mudah terayu dengan apa yang dikatakan oleh orang lain. Anda harus memahami dan mengenal orang terlebih dahulu sebelum memilihnya sebagai teman. Berikut Liriknya :

Orang muda huhate bae bae,
Jangan sampai dapat kulit durian,
Pasang mata telinga,
kalau mencari teman,
Jangan sampai dapat kulit durian…

Orang muda huhate bae bae,
Jangan sampai dapat kulit durian,
Pasang mata telinga,
kalau mencari teman,
Jangan sampai dapat kulit durian…

Huhate, huhate,
huhate huhate bae bae,
Jangan sampai,
sembarang oranglah tagai…

Sioh jangan, sioh jangan,
jang paparipi,
Kulit durian sio baduri…

Orang muda huhate bae bae,
Jangan sampai dapat kulit durian,
Pasang mata telinga,
kalau mencari teman,
Jangan sampai dapat kulit durian…

Orang muda huhate bae bae,
Jangan sampai dapat kulit durian,
Pasang mata telinga,
kalau mencari teman,
Jangan sampai dapat kulit durian…

Huhate, huhate,
huhate huhate bae bae,
Jangan sampai,
sembarang oranglah tagai…

Sioh jangan, sioh jangan,
jang paparipi,
Kulit durian sio baduri,
Kulit durian sio baduri…

3. Ambon Manise

Lagu asal Ambon
Pemandangan Kota Ambon

Sebutan Ambon Manise mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kebanyakan orang. Hal tersebut terjadi karena daerah Maluku mendapatkan julukan Ambon Manise karena mayoritas masyarakat yang ada di sana adalah Suku Ambon.

Lagu Ambon Manise ini menggambarkan keadaan yang ada di Ambon, yang menunjukkan masyarakat di sana hidup dengan nyaman dan rukun.

Lagu Ambon Manise selalu dinyanyikan dan dilestarikan untuk bisa menginspirasi banyak daerah agar bisa meniru keindahan dan budaya yang ada di masyarakat Ambon yang tentram dan sejahtera. Hal ini tentu akan mendukung perdamaian yang terjadi di berbagai daerah begitu juga di Indonesia.

Lagu Ambon Manise ini diciptakan oleh Anthony B.T yang merupakan orang Maluku Asli. Lagu daerah merupakan salah satu budaya yang harus terus dijaga sebagai ciri khas dari sebuah wilayah.

Melalui alunan lagu yang indah dan enak didengar, maka pesan yang akan disampaikan bisa tersampaikan dengan lebih baik dan masuk untuk seluruh kalangan. Lagu ini terus dinyanyikan agar para generasi muda mengetahui dan bisa memahami makna yang terkandung di dalamnya.

Perdamaian dan kerukunan merupakan komponen yang penting dalam sebuah bangsa. Untuk itu, meskipun berbeda-beda suku namun kerukunan dan sikap saling menghargai harus terus dijunjung tinggi agar bisa menjaga perdamaian dunia. Berikut Liriknya :

Waktu hujan sore sore,
Kilat sambar pohon kenari,
E jojaro deng mongare,
Mari dansa dan menari…

Pukul tifa toto buang,
kata balimbing di kereta,
Nona dansa dengan tuan,
jangan sindir nama beta…

E menari sambil goyang badane,
Menari lombo pegang lenso manise,
Rasa ramai jangan pulang dulue…

4. Hela Rotan

Lagu Hela Rotane menceritakan tentang mainan tradisional yang sering dimainkan bersama teman-teman yaitu tarik tambang. Maluku merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak lagu terkenal.

Masyarakat sekitar memang diketahui senang bernyanyi untuk berbagai suasana. Hela merupakan tumbuhan menjalar yang terbuat dari rotan. Sebagian besar lagu ini menggunakan bahasa Melayu sehingga bisa dipahami oleh banyak orang.

Lagu ini mengungkapkan makna tentang keseruan bermain tarik tambang. Jika biasanya permainan tradisional ini menggunakan tali, namun di Maluku media yang digunakan adalah rotan yang sudah dianyam kemudian dibentuk menjadi tali panjang.

Lagu ini biasanya dinyanyikan pada berbagai jenis perayaan yang ada di Maluku. Dengan adanya lagu ini, maka seluruh anggota keluarga akan berkumpul untuk melakukan perayaan bersama dengan gembira.

Selain menceritakan tentang permainan tradisional, lagu ini juga mengandung makna untuk menjaga kebersamaan agar bisa terus terjalin dengan baik. Lagu ini diciptakan oleh Cosa Aranda yang dipopulerkan oleh Ten2Five.

Dengan melodi lagu yang modern membuat lagu ini banyak disukai oleh para anak muda dan mampu menyampaikan pesan dengan baik dan mudah dipahami. Hingga saat ini lagu Hela Rotan sering dinyanyikan untuk mengajak seluruh masyarakat agar menjaga kebersamaan antar sesama masyarakat. Berikut Liriknya :

Hela hela rotan e,
Rotan e tifa jawa,
Jawae bebunyi,
Rotan, rotan sudah putus…

Sudah putus ujung dua,
Dua baku dapa e,
Rotan, rotan sudah putus,
Sudah putus ujung dua,
Dua baku dapae…

5. Buka Pintu

Jika disimak dari liriknya, lagu asal Maluku yang satu ini bercerita tentang seseorang yang hendak masuk ke sebuah rumah, namun pintu tidak dibukakan. Sedangkan hari sedang hujan dan seekor Anjing mengonggonginya. Berikut, lirik lagunya :

Buka pintu buka pintu, beta mau masuke,
Siolah nona nona beta, adalah di mukae,
Beta panggil tidak menyahut, buka pintu juga tidak mau,
Siolah nona beta mau masuke he he he he…

Buka pintu buka pintu, beta mau masuke,
Siolah nona nona beta, adalah di mukae,
Ada anjing gonggong betae, ada hujan basah betae,
Siolah nona beta mau masuke he he he he he…

6. Burung Kakak Tua

Saya rasa, kita semua sudah pasti kenal dan pernah mendengar lagu ini, lagu masa kecil yang sangat populer dan hingga kini masih eksis. Lagu ini bercerita tentang seorang anak kecil yang bercanda dengan neneknya, kemudian dia tertawa karena melihat giginya tinggal dua. Berikut, liriknya :

Burung kakatua,
Hinggap di jendela,
Nenek sudah tua,
Giginya tinggal dua…

Lesbum Lesbum Lesbum la la la,
Lesbum Lesbum Lesbum la la la,
Lesbum Lesbum Lesbum la la la,
Burung kakatua…

7. Burung Tantina

Lagu tradisional maluku
Not Burung Tantina

Lagu Daerah Maluku yang satu ini sepertinya bercerita tentang seorang raja bernama Nirwana, yang memanah seekor burung yang bernama Tantina. Memang tidak banyak info yang didapat, namun untungnya bisa digambarkan dari liriknya seperti di bawah ini :

Sio tantina burung tantina,
Mati dipanah Raja Nirwana,
Sio tantina burung tantina,
Mati dipanah Raja Nirwana…

Sakitnya bukan sakit penyakit,
Khabarnya datang dari Sri Rama,
Sakitnya bukan sakit penyakit,
Khabarnya datang dari Sri Rama…

8. Goro-Gorone

Lagu dari Maluku yang bertemakan percintaan ini bercerita tentang seorang pemuda, yang sangat mengagumi kecantikan seorang gadis. Dia sangat mencintai gadis tersebut dan selalu menyanyikan lagu ini untuk mengungkapkan kekagumannya. Berikut, lirik lagunya :

Goro gorone epa toka toka bia,
Loko sana loko mari loko lenso manari,
Kata nyong beta pinta sioh nona e manari,
Dengar donci a balagu sioh nona ender bahu…

Meski nona duduk jauh sioh beta panggil trus menyahut,
Lah lajulah lekas datang kemari,
Pura pura tidak tahu belum ditanya sudah mau,
Lah sebab nona suka sendiri…

9. Gunung Salahatu

Lagu Daerah Maluku yang satu ini sangat terkenal dan mudah dipahami karena berbahasa Melayu. Meski judulnya mengenai Gunung, namun lagi ini bercerita tentang keindahan kota Ambon sebagai ibukota Maluku. Liriknya mendeskripsikan kota Ambon sebagai kota pantai. Berikut, lirik lagunya :

Kota Ambon ibu negri tanah Maluku,
Di pinggir laut tempat beta bersatu,
Dilihat dari jauh gunung Salahutu,
Beta ingat beta dahulu di ditu…

Bulan terang benderang di pinggirnya pantai,
Bunyi gitar suara tifa ramai ramai,
Kota Ambon dengan teluk yang indah permai,
Apa tempo beta lihat Oselae…

10. Kole-Kole

Kole-Kole merupakan nama perahu cadih tradisional dari Maluku. Sedangkan dalam sebuah lagu, ini menceritakan tentang makanan yang manis, bersantan dan bercampur gula. Liriknya yang pendek dan menyerupai pantun menjadikannya mudah dihapal dan dinyanyikan. Berikut, liriknya :

Kole kole arumbai kole,
Tiup angin ke utara arumbai kole,
Manise manise sota lalu manise,
Sama santan dengan gula sota lalu manise…

11. Lembe-Lembe

Lagu daerah Maluku selanjutnya berjudul Lembe-Lembe. Lagu ini bercerita tentang para nelayan di Ambon, yang sedang menangkap ikan, serta bagaimana mereka berjuang dalam melawan ombak demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Berikut, lirik lagunya :

Lembe lembe toyan do maule,
Lembe to toyan do maule,
Sawat sawat toyan do maule,
Sawat to toyan do maule…

Lembe lembe toyan doyo,
Lembe to toyan do maule,
Sawat sawat toyan doyo,
Sawat to toyan do maule…

Lembe lembe tu maina,
Sawat sawat di laute,
Lembe lembe tu maina,
Sawat sawat di laute…

12. Mande-Mande

Makna lagu mande Mande
Makna Lagu Mande-Mande

Lagu Mande-Mande asal Maluku yang satu ini menceritakan tentang toleransi dan persatuan meski berbeda agama, suku dan daerah asal. Lagu ini juga mengajarkan kita untuk senantiasa saling mengasihi dan membantu sesama. Berikut, lirik lagunya :

Mande mande,
Ana kona e mande,
Walo rasa bagaimana,
Beta pulang kawin dengan se…

Sauh reka reka,
Gaba gaba ampat buah,
Kalo nona sayang beta,
Mari dekat dekat dekat jua…

Malayo malayo malayo,
Mala ditinggal mala di tanjung tanjung yo,
Malay ditinggal mala ditanjung,
tanjung tanjung yo…

13. Naik-Naik Ke Puncak Gunung

Lagu Daerah Maluku selanjutnya berjudul Naik-naik ke Puncak Gunung. Selain lagu Burung Kakak Tua, yang satu ini juga menjadi lagu masa kanak-kanak kita dulu, dan hampir semua orang mengenal dan bisa menyanyikannya.

Lagu ini bercerita tentang seorang anak dan keluarganya yang pergi bertamasya ke Gunung. Dia melihat banyak sekali pohon yang tinggi dan berdaun rimbun. Pada baik kedua, menceritakan tentang kecintaan yang hanya tinggal cinta. Berikut, lirik lengkapnya :

Naik naik ke puncak gunung,
Tinggi tinggi sekali,
Naik naik ke puncak gunung,
Tinggi tinggi sekali…

Kiri kanan kulihat saja,
Banyak pohon cemara,
Kiri kanan kulihat saja,
Banyak pohon cemara…
Naik naik ke gunung nona,
Kusu kusu melulu,
Naik naik ke gunung nona,
Kusu kusu melulu…

Maski cinta tinggal cinta,
Mama panggil beta pulange,
Maski cinta tinggal cinta,
Mama panggil pulange…

14. Nusaniwe

Lagu  asal Ambon yang satu ini sangat berkesan dan memiliki makna yang dalam bagi masyarakat Maluku. Lagu berjudul Nusaniwe ini bercerita tentang nasihat kepada para perantau, agar selalu mengingat daerah asal mereka, bagaimanapun keadaan mereka di perantauan. Berikut, liriknya :

Nusaniwe, Nusaniwe dan tanjung Alange sioh,
Di waktu beta di waktu beta dari Ambone sioh,
Ombak pukul ombak pukul ke badan kepale sioh,
La hati beta hato beta tra ka ru ane tra karuane…

Ombak putih putih,
Sio ombak datang dari laute,
Kipas lendo putih,
Sio tanah Ambon sudah jauh…

15. Nona Manis Siapa Yang Punya

Lagu tradisional Maluku selanjutnya berjudul Nona Manis Siapa Yang Punya. Menurut saya, lagu ini sangat unik dan terkesan lucu, karena penyertaan bahasa Inggris dalam penggalan liriknya. Lagu bertema mengagumi seorang wanita ini sangat populer di Maluku dan daerah Timur. Berikut, liriknya :

Nona manis siapa yang punya,
Nona manis siapa yang punya,
Nona manis siapa yang punya,
Rasa sayang sayange…

Baju merah siapa yang punya,
Baju merah siapa yang punya,
Baju merah siapa yang punya,
Rasa sayang sayange…

Ingat ingat itu Remember,
Jangan lupa itu Don’t Forget,
Aku cinta itu i Love You,
Hanya kamu Only You.

Lagu Daerah PAPUA

Lagu Daerah Maluku Lainnya

Lagu asal maluku
Lagu Asal Maluku

Kita mengenal, Provinsi Maluku memang tidak sebesar provinsi-provinsi yang lain, namun kekayaan alam dan budaya yang mereka miliki sangat banyak dan layak diacungi dua jempol. Apalagi di bidang wisata pantai dan pemandangan.

Di sisi lain, keberadaan budaya yang senantiasa di jaga menjadi keunggulan dari provinsi Maluku, ditengah perkembangan zaman dalam bidang digital dan internet ini. Nah, berikut, beberapa lirik Lagu Maluku yang lainnya untuk kamu :

  • O Ulate
  • Ole Sioh
  • Putra-Putri Ambon
  • Rasa Sayange
  • Sarinande
  • Saule
  • Sayang Dilale
  • Sudah Berlayar
  • Tanase
  • Tarik Layar
  • Toki Tifa
  • Waktu Hujan Sore-sore
  • Sayang Kene
  • Siwalima Arika
  • Ole Sio Sayange
  • Kenangan Pulau Kumo
  • Kupu Kupu Sepanjang Pantai
  • Lain Sajang Lain
  • Laga Dana Dana
  • Gorontalo Tapele Maitara
  • Beta Harap
  • Yang Beta Sayang
  • Ternate Sema Cerita
  • Sajojo
  • Poco-Poco
  • Pantun Bumi Moro
  • Morotai Kota Basudara
  • Katong Pulang Kembali
  • Jang Cuma Tegal
  • Inga Mama Pung Kata-Kata
  • Dan masih banyak lagi…..

Disarankan : Lagu Daerah Sulawesi Selatan

Penutup Lagu Daerah Maluku

Demikianlah, ulasan kali ini mengenai Kumpulan Lagu Daerah Maluku beserta makna dan lirik lagunya. Semoga, dengan adanya informasi tentang Koleksi Lagu Tradisional Indonesia di web ini, bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita semua. Terima kasih. (Referensi).

Tinggalkan komentar