Lagu Daerah Kalimantan Timur

Lagu daerah Kalimantan Timur merupakan salah satu jenis budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dan harus terus dilestarikan. Setiap daerah yang ada di Indonesia, memiliki lagu daerahnya masing-masing. Hal inilah yang membuat setiap daerah memiliki ciri khas dan juga daya tarik masing-masing.

Lagu daerah Kaltim dilestarikan dari setiap generasi ke generasi untuk bisa memberikan edukasi kepada generasi muda tentang pesona dan kebudayaan daerahnya. Setiap lagu tentu akan memiliki makna yang berbeda untuk bisa diingat sebagai pesan atau pedoman dalam menjalankan kehidupan.

Kumpulan Lagu Daerah Kalimantan Timur

Kalimantan Timur adalah sebuah provinsi yang terletak di ujung timur pulau Kalimantan, yang beribukota Samarinda. Provinsi ini memiliki luas wilayah sekitar 127.346,92 km², dengan total junlah penduduk sekitar 3,7 juta jiwa (sensus penduduk 2019 / Wikipedia).

Kalimantan Timur adalah bukti terbesar dari banyaknya Suku Bangsa yang berkembang dan rukun, serta kepercayaan yang beragam namun penuh toleransi. Data dari Wikipedia, terhitung sekitar 14 suku bangsa yang ada, dan yang paling banyak adalah Suku Dayak.

Begitu pula dengan bahasa yang digunakan masyarakat Kaltim sehari-hari, yang lebih dari 30 bahasa dan terbagi dalam 7 kabupaten. Hal di atas tentu menyebabkan keanekaragaman budaya yang ada, salah satunya adalah Lagu Daerah Kalimantan Timur.

Belum lagi dari sektor wisata, alam dan kekayaan hayati lainnya. Namun, Senipedia tidak akan membahasnya disini secara tuntas. Karena tema yang diangkat dalam artikel ini adalah tentang Kumpulan Lagu Tradisional Kalimantan Barat beserta Lirik dan maknanya. Simak selengkapnya di bawah ini :

1. Lamin Talungsur

Secara lebih spesifik, lagu ini berasal dari daerah Berau yang mana berisikan tentang cerita sejarah tentang Lamin Talungsur. Lamin sendiri merupakan bangunan rumah suku Dayak yang berbentuk tinggi, besar, dan panjang. Konon diceritakan hiduplah seorang janda bersama anak-anaknya disana.

Dalam lagu diceritakan bahwa lamin yang mereka huni tiba-tiba menghilang ke dalam sungai ketika kedua anaknya tertawa terbahak-bahak saat membakar ikan.

Diketahui bahwa perilaku seperti itu tidak diperbolehkan di daerahnya dan bisa membawa malapetaka. Mungkin sebagian orang tidak percaya akan hal tersebut, namun melalui lagu ini hal tersebut terlihat nyata.

Lagu Talungsur diciptakan oleh Zairelawati. Dalam lagu ini tersirat pesan bahwa seseorang harus menjaga tingkah lakunya setiap saat apalagi di daerah tertentu untuk menghindarkan diri dari malapetaka.

Perilaku yang baik akan mengantarkan Anda pada kehidupan yang baik juga, untuk itu penting menjaga tingkah laku pada setiap suasana. Lagu ini memberikan makna bahwa setiap daerah memiliki aturan masing-masing yang harus diikuti dan dipatuhi.

Jika tidak, maka bisa saja sesuatu hal buruk menimpa Anda. Sopan santun juga akan membuat pribadi orang bisa saling menghargai dan menerima perbedaan yang mungkin terdapat pada sebuah wilayah. Nah, berikut, Lirik Lagu Lamin Talungsur buat kamu :

Basurung ke ulu rantau tujuan,
Basunsung surut mangiring pasang,
Rantau tujuan lamin talunsur adidindang,
Kissarini kunun jadi susuran…

Lamin talungsur la nama rantaunya,
Nyadi susuran jaman ka jaman,
Adalah kunun ini kissanya adidindang,
Si Ayus mangail baulli kali…

Paulliannya lalu disalai,
Di atas salaian cadandak mati,
Jabakulisar manggalim buar,
Si Ayus galli tatawa galak…

Tapi apa kunun jadi akhirnya,
Turunla imbut cada takira,
Kampung talungsur kadasar sungai adidindang,
Yattu susuranya lamin talungsur…

2. Oh Adingkoh

Lagu daerah Kalimantan Timur yang satu ini menceritakan tentang kerinduan yang dirasakan oleh seorang kakak terhadap adiknya. Juga digambarkan jelas tentang bagaimana rasa kerinduan yang dirasakannya.

Diceritakan bahwa sang kakak sudah lama sekali tidak berjumpa dengan adik yang disayanginya. Lagu ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai sarana guna mengungkapkan rasa kasih sayang seorang kakak yang sebenarnya terhadap sang adik.

Meskipun dalam kehidupan kakak adik sering cekcok atau memiliki perbedaan pendapat, namun ikatan saudara tidak bisa dilepaskan begitu saja. Tidak bertemu dengan adik untuk waktu yang lama bisa membuat kakak merasakan kerinduan.

Pencipta lagu Oh Adingkoh yaitu Gerhard Gerre. Secara umum lagu ini bisa berfungsi untuk menjaga hubungan kakak beradik yang memang seharusnya terjalin dengan baik.

Ungkapan kerinduan yang disampaikan melalui lagu akan membuat saudara mampu menyadari perasaan yang sebenarnya. Secara tidak langsung lagu ini juga akan menjaga kerukunan antara kakak adik tersebut.

Terkadang rasa sayang sulit diungkapkan karena merasa malu atau mungkin beberapa orang kesulitan untuk mengungkapkannya. Lagu ini akan membantu Anda untuk mengungkapkan perasaan yang sebenarnya dan bisa menjalin hubungan baik dengan saudara.

Irama indah yang mendayu-dayu membuat lagu ini cocok dinyanyikan pada berbagai acara. Nah, simak di bawah ini mengenai Lirik  Lagu Oh Adingkoh selengkapnya :

Oh adingkoh jebakena,
Tahi dia manduikan sungei,
Katining danum manampah atei mipen…

Tahi dia hasupa adingkoh sayang,
Biti benengkoh ije huyung hanyang…

3. Indung-Indung

Lagu daerah Kalimantan timur
Lagu Indung-Indung, Kaltim

Lagu Indung Indung memiliki makna yang kental akan agama Islam dan syariat yang terkandung di dalamnya. Secara umum, lagu ini memiliki makna tentang pengajaran sopan satun dan tata cara beribadah yang tepat.

Salah satu pengajaran sopan santun yang digambarkan dalam lirik tersebut adalah memakai kerudung. Seorang wanita memang diwajibkan untuk menutup auratnya dengan memakai kerudung. Sedangkan laki-laki disarankan untuk menjaga pandangannya karena jika tidak, bisa tersandung saat berjalan.

Hampir seluruh bait dari lagu ini mengandung berbagai hal tentang ajaran agama Islam yang harus dipatuhi oleh umat muslim
Pencipta lagu Indung Indung adalah Ilin Sumantri. Lagu ini berperan sebagai pengingat untuk para umat muslim melalui irama yang enak untuk dinyanyikan dan mudah dicerna.

Melalui lagu ini, diharapkan umat muslim bisa menjaga kualitas ibadahnya dan mampu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Lagu ini mengingatkan seluruh musim bahwa agama merupakan tiang agama yang harus terus diutamakan dan dijunjung tinggi.

Meskipun melodi lagu ini cenderung seperti pantun, namun secara tidak langsung mampu menggambarkan ajaran agama Islam yang seharusnya. Dengan begitu maka semua orang bisa menjadi pribadi yang lebih baik untuk kedepannya. Berikut, Lirik Lagu Indung-indung :

Indung Indung Kepala Lindung,
Hujan Di Udik Di Sini Mendung,
Anak Siapa Pakai Kerudung,
Mata Melirik Kaki Kesandung…

La Haula Wala Kuwwatta,
Mata Melihat Seperti Buta,
Tiada Daya Tiada Upaya,
Melainkan Tuhan Yang Maha Esa…

Aduh Aduh Siti Aishah,
Mandi Di Kali Rambutnya Basah,
Tidak Sembahyang Tidak Puasa,
Di Dalam Kubur Mendapat Siksa…

Duduk Goyang Di Kusi Goyang,
Beduk Subuh Hampir Siang,
Bangunkan Ibu Suruh Sembahyang,
Jadilah Anak Yang Tersayang…

4. Buah Bolok

Lagu Daerah Kaltim ini mungkin banyak orang yang merasa aneh, mengapa judul lagu terdengar seperti nama sebuah buah. Nama ini dipilih oleh sang pencipta lagu karena buah bolok merupakan salah satu buah khas dari Kutai Kartanegara.

Jenis buah ini merupakan legendaris untuk masyarakat Kutai. Buah bolok memiliki rasa yang unik yaitu perpaduan rasa manis dan juga asam. Buah bolok bisa ditemukan di hutan dan menjadi salah satu buah kesukaan kijang, kancil, dan rusa.

Pada awal bait diartikan sebagai, jika Anda hanya berdiam diri saja maka bisa menimbulkan kebosanan untuk diri sendiri. Selain itu, lagu ini juga menyiratkan pesan untuk mengajak seluruh masyarakat untuk mau melestarikan rumah panggung yang menjadi khas daerah tersebut.

Pencipta lagu Buah Balok adalah Masdari Achmad. Lagu ini berfungsi untuk mengajak generasi muda untuk terus berkembang dan melestarikan budaya daerahnya.

Dalam bait juga tersirat makna menyindir generasi muda yang hanya duduk diam namun tidak mengetahui apapun tentang budaya maka tidak ada yang bisa diharapkan dari dirinya.

Budaya merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dan juga dilestarikan karena akan menjadi simbol atau ciri khas dari sebuah daerah. Melalui budaya, masyarakat lain di luar daerah tersebut bisa mengenal daerah yang lainnya. Berikut, Lirik Lagu Buah Bolok dari Kaltim :

Terkuak indah alam membentang,
Buah bolok kuranji papan,
Dimakan mabok dibuang sayang,
Busu embok etam kumpulkan,
Rumah-rumah jabok etam lestarikan…

Buah salak muda diperam,
Dimakan kelat dibuang sayang,
Spupu dengsanak etam kumpulkan,
Untuk menyambut wisatawan…

Buah terong digangan nyaman,
Jukut blanak tolong panggangkan,
Musium Tenggarong Mulawarman,
yok dengsanak etam kenangahkan…

Buah bolok kuranji papan,
Dimakan mabok dibuang sayang,
Keroan kanak sekampongan,
Etam begantar bejepenan…

5. Sorangan

Lagu Sorangan menceritakan tentang kesedihan seseorang yang merasa kesepian karena harus hidup sendirian. Dalam lirik lagu ini juga digambarkan bagaimana kerinduannya terhadap seseorang.

Bahkan pada lagu tersebut diceritakan bahwa kenangan saat berdua bersamanya selalu membuatnya teringat pada sosok orang yang dicintainya. Pencipta lagu Sorangan saat ini belum diketahui, namun dipastikan bahwa lagu ini berasal dari suku Banjar.

Lagu ini mengungkapkan kesedihan yang dirasakan oleh seseorang untuk mengurangi beban yang dirasakannya. Lagu ini bisa menjadi pelipur lara bagi Anda yang sedang merasakan kesedihan karena kehilangan orang yang disayangi.

Lagu daerah Kalimantan Timur Sorangan, hingga saat ini masih sering didengarkan oleh orang yang terkadang ingin mengenang kepergian orang yang disayanginya.

Meskipun memiliki melodi yang yang cenderung sedih, namun lagu ini bisa memberikan energi positif bagi pendengarnya untuk menjadikan masa lalu sebagai bahan pembelajaran.

Tidak ada salahnya jika Anda kesulitan untuk melupakan masa lalu yang sedih. Namun, bukan berarti Anda harus terjebak dalam masa lalu tersebut.

Anda harus bangkit dari keadaan untuk bisa menjalani kehidupan yang lebih baik. Seperti itulah kurang lebih makna yang terkandung dalam lagu Sorangan. Berikut, Lirik Lagu Sorangan untuk kamu :

Bulan tarang di pupuri awan,
kada nyaman handak bajajalan,
di langit bintang bintang sembunyi,
merana melihat ku sorangan…

angin batiup terasa dingin,
awak di selimputin awan baju,
aku duduk di bawah puhun plamboyan,
mangganang adingku nang jauh…

kadada yang mendangani aku,
kadada yang batakun wan aku,
kadada yang mamenderi aku,
kanapa aku disini…

kadada jua habar adingku,
kadada jua basasuratan,
kadada jua ampun ding sanank,
kanapa kadada habar…

malam saptu ku sudah mangganang,
amun apalagi sudah di malam ahad,
biasanya ku duduk badua,
malam ini ku duduk sorangan…

Lagu Daerah Kalimantan Tengah

6. Bulan Haji

Lagu tradisional Kalimantan timur
Lagu Bulan Haji, Kaltim

Lagu daerah Kalimantan Timur selanjutnya berjudul Bulan Haji. Sesuai dengan namanya, lagu ini bermakna kebahagiaan masyarakat Kaltim atas kedatangan bulan haji. Dalam lagu ini juga bermakna kebahagiaan pasangan yang akan segera menikah. Berikut, lirik lagunya :

Bulan tarang bapagar bintang,
Langit manguning kaya di siang hari,
Nyaman baduduk nyaman baduaan,
Kada tarasa malam pang larut…

Bulan haji datanglah sudah,
Urang tatuha sudah baniatan,
Handak mangawinakan nang batunangan,
Si Aminah awan Si Adul…

Datanglah sudah datanglah jua,
Hari Ahad nang di tunggu,
Baharum harum kambang melati,
Kambang goyang diujung galung…

Pangantinya sudah basanding,
Duduk di palaminan adat banjar,
Adat urang tatuha bahari,
Kada tatinggal saumur hidup…

7. Sabarai

Lagu ini bercerita tentang ajakan dan nasehat kepada orangtua, untuk senantiasa bersabar dan ramah dalam mendidik anak-anak, ditengah kemajuan zaman yang pesat ini. Serta mengajarkan mereka tentang nilai dan norma yang baik lagi terpuji. Liriknya adalah sebagai berikut :

Umay..umay raminya pang urang,
Bajalan di jembatan Mahakam,
Rami banar rami bagandengan,
da nang tuha, jua kakanakan…

Wayah ini jaman pang tabalik,
Wani banar lawan nang kuitan,
Nang kuitan, bapander sabatik,
Menyahuti, dua tiga batik…

Malam tadi, ulun pang bajalan,
Badapat jua urang subarang,
Uma abah lakaslah badatang,
Biar hirang asalkan bujang…

Sabaray sabaray abah,
Sabaray sabaray uma,
Ulun handak jua, macam urang…

Sabaray sabaray abah,
Sabaray sabaray uma,
Ulun handak, pian, kada rigi…

8. Bebilin

Lagu Daerah Kalimantan Timur selanjutnya berjudul Babilin. Ada juga yang menyebut bahwa lagu ini berasal dari Kalimantan Utara. Lagu Bebilin bercerita tentang anjuran dan nasehat untuk selalu mengutamakan persatuan, kesatuan dan silaturahmi antar sesama manusia.

Lagu ini sebenarnya memiliki 3 versi dengan masing-masing pencipta yang berbeda. Pertama berjudul Bebilin, dipopulerkan oleh Siti Aisyah dari Malaysia, kedua berjudul Bebalon diciptakan oleh Datu Noerbeck dari Tarakan, dan terakhir diciptakan oleh Datu Mansyur (Malindau). Berikut, lirik lagunya buat kamu :

Inindang….. inindang… 2X,
inindang….. inindang… 2X…

i yadu yaki bebilin yadu yaki 2X,
bebilin yadu yaki 2X,
Suboi no labu bedilit 2X,
Penembayuk de no fikir 2X…

impeng de lunas insuai 2X,
i yadu yaki bebilin yadu yaki 2X,
Manongku te ganak kandis 2X,
layau pegadan ku gino 2X…

Tembelayan awoi lumot 2X,
batang tembaloi ku gino 2X,
i yadu yaki bebilin yadu yaki 2X,
i yadu yaki bebilin yadu yaki 2X…

Manongku te ganak kandis 2X,
layau pegadan ku gino 2X,
Tembelayan awoi lumot 2X,
batang tembaloi ku gino 2X…

i yadu yaki bebilin yadu yaki 2X,
Sapu tangan jingga-jingga 2X,
Mapit kegulu injakin 2X,
Buwoi nio kati intamu 2X…

Betapap maya bedindang 2X,
I yadu yaki bebilin yadu yaki 2X,
I yadu yaki bebilin yadu yaki 2X,
I yadu yaki bebilin yadu yaki 3X…

9. Andang Sigurandang

Lagu Andang Sigurandang
Lagu Andang Sigurandang, Kaltim

Lagu ini masih dipopulerkan oleh Siti Aisyah, dalan albumnya yang berjudul Putri Batu Tinagad (Vol. 2). Ini menjadi salah satu lagu favorit dari beliau, dan begitu tersohor di tanah Kalimantan. Lagu ini juga sering dinyanyikan di berbagai event seperti pernikahan, pentas seni dan sejenisnya. Berikut, lirik lagunya :

Andang-andang di gandang,
Gandak guruk-guruk sigurandang,
Lakiu-lakiu anak tambang,
guang nakod nakod de piasau…

kalap ko ki nakod 2X,
beinggaga upun gino,
Labut-labut baloi bincang…

po pandai pesapa 2X,
lasu nio tudung taka,
po pio bintang 2x,
binulut…

Ujok baloi yaki baung,
membulanai semata,
sinan kiyo panggang kesalot,
panggang dalung pamusian…

Latub-latub buah babal,
kedamping de langas tawa,
Tembuluan dako munduk,
tandosku-tandosku buah belimpung…

Andang-andang di gandang,
Gandak guruk-guruk sigurandang,
Lakiu-lakiu anak tambang,
guang nakod nakod de piasau…

kalap ko ki nakod 2X,
beinggaga upun gino,
Labut-labut baloi bincang…

po pandai pesapa 2X,
lasu nio tudung taka,
po pio bintang 2x,
binulut…

Ujok baloi yaki baung,
membulanai semata,
sinan kiyo panggang kesalot,
panggang dalung pamusian…

Latub-latub buah babal,
kedamping de langas tawa,
Tembuluan dako munduk,
tandosku-tandosku buah belimpung…

10. Meharit

Kata Maherit sendiri diambil dari bahasa Kutai yang berarti “Aku Prihatin”. Makna Lagu Meharit bercerita tentang ajakan dan anjuran bagi seluruh manusia untuk menjaga alam. Khususnya bagi masyarakat Kaltim, untuk menjaga kelangsungan dan ekosistem sungai Mahakam, yang perannya sangat penting. Berikut, lirik lagunya :

Datang hulu behanyut,
Gubang behanyut mudik,
Membawa penumpang wan barang,
Mandi’ tahu henda’ kemana…

Aku meharit di sini,
Melihat sungai merota’,
Hati mandi’ nyaman melihat,
Di sungai Mahakam…

Meharit meharit,
Meharit aku meharit,
Menggaring menggaring,
Menggaring aku menggaring…

Datang hulu behanyut,
Gubang behanyut mudik,
Membawa penumpang wan barang,
Mandi’ tahu henda’ kemana…

Aku meharit di sini,
Melihat sungai merota’,
Hati mandi’ nyaman melihat,
Di sungai Mahakam…

Meharit meharit,
Meharit aku meharit,
Menggaring menggaring,
Menggaring aku menggaring…

11. Burung Enggang

Lagu Daerah Kalimantan Timur selanjutnya berjudul Burung Enggang. Masih berisi dengan bahasa Kutai, lagu yang diciptakan oleh Meriesta ini bercerita tentang burung enggang yang menjadi simbol kekuatan, kedamaian dan kesejahteraan suku Dayak. Berikut, lirik lagunya :

Burung enggang si burung wali,
Apa kabar datang ke sini,
Singgah di ranting puhun wanyi,
Merana hidup terangguk-angguk…

Burung enggang si burung tari,
Bulu ditata disusun rapi,
Hilang bulu menderita bathin,
Di dalam hati urang ha’ marah…

Burung enggang enda’ nya mati,
Ranca’ merista di dalam hati,
Namun hilang jangan ha’,
hilang si burung enggang…

Burung enggang enda’nya mati,
Ranca’ merista di dalam hati,
Namun hilang jangan ha’,
hilang si burung enggang…

Oh burung enggang,
Mandi’ sampai hati melihat,
Namun punah mandi’lah jua,
Merista diri seumur hidup…

Burung enggang si burung tari,
Bulu ditata disusun rapi,
Hilang bulu menderita bathin,
Di dalam hati urang ha’ marah…

12. Samarinda Kota Tepian

Tulak muara mun etam tama,
di sungai Mahakam
Cerengat ke kiwa,
cerengat ke kanan…

Grece’ puhunnya,
Tingginya sama,
Sama rendahnya,
Tingginya sama,
Sama rendahnya…

Itu bunyi sida asalnya nama,
Kota Samarinda Kota Tepian,
Itu bunyi sida asalnya nama,
Kota Samarinda oh Samarinda…

Mulanya datang sida pedagang,
Di odah etam,
Bermacam suku bermacam bangsa,
Mencari penghidupan…

Mencari nafkah,
Di sepanjang Mahakam,
Itu bunyi sida asalnya nama,
Kota Samarinda Kota Tepian…

Itu bunyi sida asalnya nama,
Kota Samarinda oh Samarinda,
Ruhui rahayu itulah odah etam,
Kotanya teduh, rapi, aman, dan nyaman…

Etam pelihara,
Dan etam lestarikan,
Itu segala datangnya tulak Tuhan…

Selanjutnya : Lagu Daerah Kalimantan Barat

Penutup Lagu Daerah Kalimantan Timur

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai Daftar Lagu Daerah Kalimantan Timur beserta makna dan liriknya. Semoga ulasan tentang Lagu Tradisional Indonesia di atas bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kamu. Sekian dan terima kasih. (Ref).

Tinggalkan komentar