15 Kesalahan dalam Menulis Surat Lamaran Kerja yang Harus Dihindari

Kesalahan dalam Menulis Surat Lamaran Kerja – Hampir seluruh manusia di muka bumi ini suatu saat akan membutuhkan pekerjaan, tujuannya tidak lain adalah demi mendapatkan upah / kompensasi dari penyedia kerja. Namun sebelum itu terjadi, terlebih dahulu kamu harus mengetahui Cara membuat surat lamaran kerja yang benar.

Pada dasarnya, di zaman yang kental akan hiruk-piruk dunia digital dan modernisasi ini, mayoritas perusahaan atau penyedia kerja menginginkan calon pekerja yang berkompeten, berilmu dan memiliki skill, terkhusus sesuai dengan kategori yang diharapkan.

Untuk itu, mereka tidak akan sembarangan dalam menyeleksi. Salah satu penilaian adalah mengenai kesesuaian surat lamaran dengan syarat yang berlaku. Sehingga, mau tidak mau, para calon pekerja harus mengetahui beberapa Kesalahan dalam Menulis Surat Lamaran Kerja, agar nantinya tidak salah dalam mengimplementasikannya.

Kesannya memang simpel, namun pengaruhnya besar. Karena pasalnya, hampir semua perusahaan saat ini sangat sensitif dalam menyeleksi, bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun. Penulisan yang salah dalam surat lamaran seperti Typo, penggunaan bahasa, EYD dan sejenisnya akan memberi pengaruh Negatif dalam proses penilaian.

Kesalahan dalam Menulis Surat Lamaran Kerja yang harus dihindari

Untuk itu, bagi Kamu yang saat ini berniat melamar pekerjaan ke suatu instansi / perusahaan, ada baiknya ketahui terlebih dahulu mengenai beberapa Kesalahan dalam membuat Surat Lamaran Kerja di bawah ini oleh Senipedia, agar mendapat poin plus dan penilaian positif pertama dari sang penyedia kerja. Berikut, ulasannya :

1. Lupa Mencantumkan Posisi yang Dilamar

Kesalahan fatal pertama adalah saat seorang pelamar lupa dalam menuliskan posisi kerja yang ia lamar. Hal ini sangat sering disepelekan, namun Tahukah kamu, posisi yang kamu tuliskan akan membuat HRD / pihak perusahaan menganggap kamu benar-benar serius.

Apalagi jika kamu memiliki skill pada suatu bidang, yang terdapat pada perusahaan mereka. Namun jika kamu lupa menuliskan, maka yang terjadi adalah sebaliknya, mereka akan dibuat kebingungan yang akhirnya mengeluarkan penilaian negatif, sehingga peluang kamu untuk diterima kian mengecil.

Untuk itu, sebelum menulis surat lamaran, gali dan cari informasi mengenai perusahaan tujuan, lihat divisi apa saja yang beroperasi di sana, serta perhatikan baik-baik bagian mana saja yang ditawarkan oleh mereka kepada seluruh para pelamar.

2. Kesalahan dalam menuliskan nama Perusahaan

Kesalahan fatal dalam membuat surat lamaran pekerjaan berikutnya adalah kelalaian kamu dalam menuliskan nama perusahaan. Misalnya ketika kamu ingin mengirim lamaran ke alamat A, namun yang tertulis pada surat adalah alamat B.

Tentu kesalahan seperti ini sangatlah terkesan sepele, tapi efeknya sangat serius. Bayangkan, bagaimana perasaan penyedia pekerjaan ketika kelihat lampiran surat kamu dengan alamat yang tidak sesuai. Kemungkinan besar mereka akan langsung mengabaikan lamaranmu.

Apalagi, jika perusahaan B yang kamu tulis tersebut nyatanya merupakan saingan dari Perusahaan tujuan lamaran kamu, sudah dipastikan surat yang kamu kirim akan ditolak, bahkan nasib si surat mungkin akan na’as.

3. Ketidaktahuan mengenai identitas Perusahaan

Kesalahan menulis surat lamaran kerja

Berikutnya adalah, ketidaktahuan kamu mengenai seluk-beluk perusahaan yang ingin kamu lamar. Untuk itu, carilah informasi mendalam dan valid terlebih dahulu mengenai visi, misi, bidang pergerakan dan sebagainya.

Saat ini bisa kita lihat betapa banyaknya pelamar yang hanya melamar semata, tanpa adanya niat untuk mencari referensi. Pengetahuan kamu mengenai perusahaan yang dituju akan memberikan nilai plus, dan bisa membantu kamu dalam memperlancar proses interview jika nantinya dipanggil.

4. Job yang tersedia tidak sesuai dengan pengalaman

Kesalahan dalam menulis surat lamaran kerja berikutnya adalah, ketika kamu mengajukan lamaran kepada sebuah perusahaan, yang sedang membutuhkan tenaga ahli di bidang A, sedangkan kamu piawai di bidang B. Bisa dibilang, kamu tidak memiliki skill dan pengalaman apapun di bidang A tersebut.

Jika kamu ngotot untuk ikut serta dalam melamar, kemungkinan besar hasilnya akan nihil, kamu tidak akan berhasil mendapatkan pekerjaan tersebut, karena ketika HRD membaca surat lamaranmu, dia akan langsung menolak karena ketidaksesuaian dengan yang dia harapkan.

Jadi, lebih baik cari lowongan kerja yang membutuhkan SDA yang relevan dengan keterampilan kamu. Dengan begitu, peluang untuk diterima akan semakin besar, dan pihak perusahaan tujuan / HRD mereka akan semakin yakin.

5. Kesalahan dalam Ejaan

Berikutnya yakni kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam penulisan, misalnya seperti TYPO, kalimat yang disingkat, kalimat bertele-tele / berbelit-belit dan sudah dipahami. Karena dari kesahalan seperti ini, HRD akan menganggap kamu orang yang ceroboh dan kurang fokus terhadap hal yang digeluti.

Untuk itu, sesaat setelah surat lamaranmu selesai dibuat, jangan langsung dikirim, baca dan ulang kembali selama beberapa kali, pastikan tidak ada kesalahan ejaan dan kalimat yang membuat bingung untuk dibaca oleh HRD nantinya.

6. Kurang memahami persyaratan lowongan

Kesalahan Fatal dalam membuat surat lamaran pekerjaan selanjutnya yakni, kelalaian dalam memahami apa-apa saja yang menjadi syarat dan ketentuan yang tertera. Itulah mengapa, tidak sedikit pelamar yang menulis surat keluar dari konteks, bahkan terkesan bertentangan.

Untuk itu, sebelum menulis perhatikan lagi persyaratan yang ada, misalnya seperti minimal kelulusan, minimal IPK yang dibutuhkan, batasan usia, jenis kelamin dan bidang yang diperlukan. Tujuannya tidak lain adalah, supaya kamu tidak melakukan hal yang sia-sia saja nantinya.

7. Kertas surat Kotor, basah dan robek

Cara menulis surat lamaran pekerjaan

Surat lamaran yang dikirim, usahakan tidak kotot, basah terkena air atau keringat dan jangan sampai robek. Memang hal ini tidak selalu dicantumkan dalam informasi lowongan, karena memang setiap pelamar diharuskan memperhatikan hal ini.

Jika kertas surat bersih dan rapi, tentu akan ada nilai tambah bagi HRD, yang nantinya akan menganggap kamu sebagai calon yang peduli dengan lingkungan kerja, pekerjaan dan diri sendiri.

8. Kurangnya persyaratan yang diperlukan

Kesalahan dalam menulis surat lamaran kerja selanjutnya adalah, tidak melengkapi persyaratan yang diperlukan. Salah satu hal terpenting namun sering lupa adalah pas foto, padahal umumnya syarat yang satu ini sifatnya wajib.

Satu lagi, lampirkan sesuai dengan yang diperlukan saja. Misalnya hanya perlu pas foto dengan ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar, cukup itu saja yang dibawa, tidak perlu memasukkan pas foto dengan berbagai gaya kekinian dan berlebihan, karena tidak akan memberi nilai tambah sedikitpun.

Selain itu, lengkapi juga semua yang dibutuhkan, misalnya seperti fotokopi kartu keluarga, Kartu Tanda Penduduk, surat berkelakuan baik dari rumah sakit atau badan hukum, bahkan SIM jika memang diperlukan.

9. Jangan menggunakan Korektor

Kesalahan pada surat lamaran kerja

Jika lamaran yang dibuat di atas kertas dengan pulpen / pensil, usahakan tidak ada kesalahan sedikitpun, apalagi jika menggunakan Korektor untuk menghapus kesalahan tulisan, misalnya dengan menggunakan Tipe-ex atau penghapus.

Daripada menggunakan korektor, apalagi di beberapa titik atau tempat, lebih baik ulangi dari awal dengan kertas baru. Intinya, buatlah sesempurna mungkin pada bagian ini. HRD tentu akan lebih senang dan nyaman dalam membacanya nantinya.

10. Terlalu banyak lampiran

Seperti yang saya katakan di atas, persyaratan haruslah dilengkapi. Namun jika terlalu banyak membawa lampiran, yang sekiranya tidak dicantumkan atau diperlukan, itu juga tidak baik. Cukup sediakan apa yang dibutuhkan saja.

Karena tidak sedikit pelamar yang menyertakan lampiran sebagai bukti prestasinya di luar konteka, misalnya fotokopi piagam kejuaraan seni, olahraga dan sebagainya, yang sejatinya tidak diperlukan sama sekali dengan kriteria job yang ada.

Yuk, simak juga 7 Cara Menulis Artikel yang Baik dan Berkualitas

Kesalahan Fatal dalam membuat Surat Lamaran Pekerjaan lainnya

Selain 10 kesalahan di atas, sebenarnya masih banyak hal-hal yang harus kamu perhatikan lagi, agar surat yang diajukan benar-benar sesuai, bagus dan sempurna. Karena jelas-jelas akan memberi dampak. Kesalahan-kesalahan lainnya antara lain adalah :

  • Font kekecilan / kebesaran. Jika surat tersebut diketik, usahakan font yang digunakan tidak terlalu besar dan tidak pula terlalu kecil
  • Penekanan Bold (tebal) dan memiringkan tulisan yang tidak tepat
  • Lupa menyarankan diri bahwa telah siap untuk diwawancara kapanpun
  • Terlalu memasrahkan diri dan bahkan terkesan mengemis
  • Jika ditulis tangan, tulisan tersebut terlalu jelek, bahkan sulit untuk dibaca.

Penutup

Penilaian pertama dari HRD / Pihak penyedia lowongan kerja adalah surat lamaran yang dikirim, beserta kelengkapannya dan berbagai hal yang saya sebutkan di atas. Jika di tahap ini tidak sempurna atau kurang baik, maka peluang kamu untuk diterima akan semakin menipis.

Untuk itu, sebaiknya baca dulu artikel Contoh Surat Lamaran Kerja Yang Baik dan Benar dari website TahuKau.com ini. Kemudian sesuaikan dengan kriteria yang sedang kamu butuhkan.

Demikianlah, ulasan kali ini mengenai beberapa poin yang menjadi Kesalahan dalam Menulis Surat Lamaran Kerja. Semoga ulasan ini bisa membantu dan terakhir saya ucapkan terima kasih.