12 Jenis Karya Sastra dan Pengertiannya

Jenis – Jenis Karya Sastra di dunia sebenarnya cukup beragam, juga terdapat perbedaan makna, fungsi dan tujuan dari masing-masing Jenis sastra yang berkembang di Indonesia hingga kini.

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga dunia perkuliahan, sejatinya kita telah diperkenalkan mengenai Bentuk Karya Sastra Modern dan Kuno , pengertian hingga berbagai macam Contoh Karya Sastra.

Hal ini karena pendidikan mengenai sastra umumnya tergabung dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Seni Budaya, dimana dua Pelajaran tersebut pasti selalu ditemukan dalam jenjang pendidikan manapun.

Sebagai pemisalan yakni Puisi, pantun dan cerita pendek. Bahkan bukan hanya di dunia Pendidikan Formal saja, tapi juga di kehidupan sehari-hari sebagai makhluk sosial.

Namun mirisnya adalah, meskipun kehidupan sosial dan keberadaan sastra selalu berdampingan, tetap saja masih banyak yang belu mengetahui apa itu Pengertian Sastra maupun Jenis pembagian sastra secara valid.

Untuk itu, disini Senipedia akan coba mengulas definisi Karya Sastra serta jenis jenis sastra yang mungkin saja kamu juga belum mengetahui / mungkin sudah lupa, supaya saya ingatkan lagi.

Pengertian Sastra secara Umum

Definisi Sastra secara umum bahasa adalah kata serapan dari bahasa Sanskerta ‘Sastra’, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar ‘Sas’ yang berarti “instruksi” atau “ajaran” dan ‘Tra’ yang berarti “alat” atau “sarana”. 

Sedangan Pengertian Sastra secara umum istilah adalah : unsur bahasa yang indah atau tertata dengan baik, dan gaya penyajiannya menarik, sehingga berkesan dihati pembacanya.

Setiap sastra yang disajikan datang dari para penyair dengan memasukkan maksud dan kandungan makna tertentu, sehingga terkadang perlu dianalisa akan artinya, makanya tidak semua orang bisa memahami isi sebuah sastra.

Biasanya, para penyair akan menyelipkan makna baik berdasarkan pengalaman hidup, menceritakan sesuatu, mengenai keindahan alam, hiburan hingga pengekapresian terhadap apa yang dia lihat.

Pengertian Sastra menurut Para Ahli

Beberapa definisi Sastra menurut para pakar atau ahli Kesastraan antara lain adalah :

Mursal Esten (1978 : 9)

Menurutnya, Sastra atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia, melalui bahasa sebagai media dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia di masa kini maupun mendatang.

Semi (1988 : 8 )

Sastra merupakan suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia, serta kehidupannya menggunakan bahasa sebagai media pengimplementasian.

Panuti Sudjiman (1986 : 68)

Sastra yaitu karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi, dan ungkapanya.

Ahmad Badrun (1983 : 16)

Kesusastraan adalah kegiatan seni yang mempergunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alai, dan bersifat imajinatif.

Eagleton (1988 : 4)

Sastra adalah karya tulisan yang halus (belle letters) adalah karya yang mencatatkan bentuk bahasa. harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjangtipiskan dan diterbalikkan, dijadikan ganjil.

Plato

Arti Sastra menurut Plato adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan.

Aristoteles

Sastra sebagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat.

Sapardi (1979 : 1)

Sapardi menjelaskan bahwa sastra itu adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial.

Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan social.

Taum (1997 : 13)

Sastra adalah karya cipta atau fiksi yang bersifat imajinatif” atau “sastra adalah penggunaan bahasa yang indah dan berguna yang menandakan hal-hal lain”.

Jenis – Jenis Karya Sastra di Indonesia

Nah, dibawah ini adalah beberapa jenis sastra yang pastinya pernah kamu dengar dan sempat kamu pelajari. Masing-masing dari jenisnya ini punya arti, karakteristik dan pemaknaan yang berbeda.

Puisi

Yang pertama adalah Puisi. Siapa sih yang tidak kenal dengan puisi? Orang yang pernah menduduki dunia pendidikan setidaknya sekali seumur hidup pasti pernah menulis, maupun membacakan puisi.

Pengertian Puisi adalah karya tulis yang diciptakan seseorang (disebut penyair) dalam bentuk tulisan indah dan penuh penuh makna.

Puisi ditulis dengan menggunakan pola dan diksi tertulis, dengan bahasa berkualitas estetis pada makna semantis.

Hingga kini, jenis-jenis puisi yang dikenal dan berkembang di masyarakat pun bervariasi, dimana diantaranya adalah :

  • Puisi Naratif : adalah ungkapan cerita atau penyampaian berupa penjelasan dari penyair. Contohnya Balada (cerita tentang tokoh pujian) dan Romansa (mengenai kisah percintaan).
  • Puisi Lirik : adalah luapan batin pribadi dari penyairnya dengan segala macam endapan pengalaman. Contohnya yakni Elegi (puisi tentang perasaan duka), Serenada (Sajak percintaan yang bisa dinyanyikan) dan Ode (puisi mengenai pujian terhadap seseorang).
  • Puisi Deskriptif : merupakan sebuah jenis puisi dimana penyair bertindak sebagai pemberi masukan / kesan mengenai sesuatu yang telah menarik minat atau perhatiannya. Contoh jenis ini yakni Satire (ungkapan ketidakpuasan akan sesuatu) dan Kritik Sosial (rasa tidak puas terhadap seseorang).

Bagi orang yang kurang memahami dunia seni, sebuah puisi pasti akan sangat sulit untuk diartikan makna maupun tujuannya.

Ini karena biasanya para penyair menggunakan kata-kata / kalimat yang tidak semua orang bisa langsung faham.

Selain itu, orang yang sedang membawakan sebuah puisi akan memakai gaya yang bervariasi.

Umumnya terbantung dari tema yang ia ulas, bisa gembira, marah, meratap, berteriak dan berbagai ekspresi emosional lainnya.

Prosa

Pengertian Prosa adalah sebuah karya sastra yang berbentuk tulisan berupa karangan bebas dan umum, yang tidak bergantung pada irama, maupun kemerduan bunyi layaknya puisi.

Prosa biasanya bertemakan cerita kehidupan sehari-hari, sebuah peristiwa ataupun keadaan tertentu.

Dalam artian, Prosa lebih cenderung ke arah sebuah untaian cerita pendek yang mudah dipahami.

Secara umum, jenis Prosa dibagi menjadi 2 macam, yakni Prosa Fiksi dan Non Fiksi :

  • Prosa Fiksi : Disebut juga sebagai karangan narasi sugestif/imajinatif. Yakni, sebuah uraian cerita yang dibuat oleh penyair, dengan tidak terlalu mementingkan kebenarannya. Dalam artian, belum bisa dipastikan benar atau tidaknya. Contoh Prosa Fiksi antara lain Cerpen, Novel dan Dongeng.
  • Prosa Non Fiksi : adalah kebalikan dari Prosa Fiksi. Pengertiannya adalah sebuah ulasan cerita dari apa yang diketahui pengarang, dengan bukti atau fakta yang valid, yakni bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya melalui pengamatan pengarang. Contoh Prosa Non Fiksi adalah Artikel, Tajuk Rencana, Opini, Feature dan Biografi.

Drama

Pengertian Drama adalah salah satu Jenis Karya sastra yang memadukan unsur puisi dan prosa didalamnya, dengan mendeskripsikan suatu peristiwa, kejadian dan perjalanan kehidupan dalam bentuk dialog pementasan.

Drama akan mengusung beberapa tokoh didalam pementasan panggung, dengan masing-masing tokoh akan membawakan karakter tersendiri, sesuai dengan naskah dan alur cerita yang dimainkan.

Dalam sebuah buku karya Sumardjo, dia menyebutkan bahwa drama adalah karya sastra yang mengungkapkan cerita, melalui dialog-dialog para tokohnya.

Drama berbeda dengan jenis sastra berbentuk tulisan seperti Puisi dan Prosa, keberadaannya lebih kepada praktek dengan melibatkan emosional para penonton, serta membawa mereka ke dalam cerita dari drama itu sendiri.

Sebuah pementasan drama juga memiliki beberapa struktur drama, diantaranya adalah Babak, adegan, dialog, prolog dan epilog.

  • Babak : Istilah yang sama dengan kata Episode maupun segmen. Pada setiap babak, akan dimuat satu kesatuan kisah kecil, yang akan menjadi bagian penting dalam keseluruhan tema drama yang dimainkan.
  • Adegan : merupakan tahap dalam pergantian peristiwa, yang ditandai dengan pertukaran tokoh maupun setting waktu dan musik pengiring.
  • Dialog : adalah Bagian dari drama yang berupa segenap percakapan antara satu tokoh dengan tokoh yang lain.
  • Prolog : dikatakan juga sebagai bagian pembuka dalam suatu pertunjukan drama, yang akan menjadi bagian umum dari drama yang dimainkan.
  • Epilog : yaitu bagian terakhir dari pementasan drama, yang berisi kesimpulan dan penutup.

Baca juga : 10 Fungsi Musik dalam Pementasan Drama Modern

Biografi

Pengertian Biografi adalah sebuah cerita lengkap mengenai seseorang / perjalanan hidup seorang tokoh penting pada masa lalunya, dan ditulis oleh orang lain. Misal yang sering kita lihat yakni Biografi Soekarno, Biografi Tuanku Imam Bonjol dan sebagainya.

Biografi bertujuan untuk menghidupkan kembali kesan yang ada pada diri yang dibuatkan biografinya. Selai itu, penulisan biografi biasanya ber-alur maju, mulai dari kelahiran, pendidikan, perjalanan hidup hingga wafatnya. Contohnya adalah Biografi Abdullah Suriosubroto ini.

Umumnya, bentuk dari biografi jauh lebih kompleks daripada hanya sekadar membuat daftar tanggal lahir, pengalaman dan wafatnya saja, bahkan sebuah biografi bisa memberikan kesan, semangat dan motivasi bagi para pembaca.

Autobiografi

Pengertian Autobiografi adalah sebuah jenis karya sastra bentuk tulisan berupa riwayat hidup dari sang pengarang itu sendiri, dan merupakan kebalikan dari Biografi yang pastinya ditulis oleh orang lain.

Autobiografi biasanya berisi riwayat atau perjalanan hidup seseorang mulai dari masa kecilnya, sampai saat kondisinya sekarang ini yang ditulis oleh dirinya sendiri, terkadang juga dibantu orang lain.

Autobiografi akan bercerita secara rinci, mulai dari lika-liku kehidupan, masa-masa sulit, kegagalan, kesedihan, kebahagiaan hingga dia mencapai kondisinya seperti sekarang ini. 

Perbedaan Biografi dan Autobiografi antara lain adalah kesan yang terkandung. Jika kamu menemukan ada hal positif dan negatif pada sebuah biografi, namun pada Autobiografi kamu akan sangat jarang menemukannya.

Ini karena Autobiografi ditulis oleh orang yang menjadi subjek dalam cerita itu sendiri. Bahkan Autobiografi kerap dijadikan pencitraan, misalnya oleh para tokoh-tokoh politik yang ingin mencuri hati rakyat.

Esai

Secara umum, Pengertian Esai adalah suatu tulisan yang mendeskripsikan opini dari penulis mengenai subjek-subjek tertentu. Esai juga diartikan sebagai kupasan suatu hal yang didasari argumen oleh seseorang.

Sebuah tulisan esai memuat 3 bagian, antara lain adalah :

  • Pembukaan : adalah bagian permulaan yang berisi sekeping informasi yang mengidentifikasi subjek bahasan yang akan dinilai dan diulas oleh pengarang
  • Tubuh : berisi seluruh bagian penting dan ulasan inti yang dikembangkan oleh si penulis
  • Penutup : yakni bagian simpulan yang berisi ide pokok, ringkasan isi, serta tambahan beberapa observasi tentang subyek yang telah dinilai.

Kritik Sastra

Macam Karya Sastra yang berikutnya adalah Kritik Sastra, adalah sebuah bahan / tolok ukur penilaian terhadap sebuah karya seni, dengan mengusung argumentasi berupa fakta.

Jika biasanya kritik berupa penyebutan terhadap beberapa kekurangan, namun di Kritik Sastra bukan hanya itu, namun sekaligus mendorong para pegelut seni untuk menciptakan suatu perubahan ke arah yang lebih baik.

Selain itu, tujuan kritik sastra adalah supaya para penikmat seni bisa memberikan apresiasi sepantasnya terhadap karya yang mereka nikmati. Sebuah kritik sastra biasanya akan diakhiri dengan kesimpulan analisis yang baik.

Beberapa Fungsi Kritik Sastra antara lain adalah :

  • Mengembangkan ilmu sastra itu sendiri dalam jangkauan yang lebih luas dan dalam
  • Mengembangkan kesusastraan suatu bangsa dengan penilaian yang diberikan
  • Membantu masyarakat dalam memahami dan mengapresiasi suatu karya sastra, berdasarkan perbaikan melalui sebuah kritik.

Memoar

Apa itu Memoar? Pengertian Memoar adalah sebuah karya tulis yang berupa cerita kenang-kenangan oleh seseorang, dan ditulis oleh subjek yang ada dalam cerita itu sendiri, serta sejumlah tokoh yang ada didalamnya.

Hampir sama dengan Autobiografi, namun yang membedakannya adalah Memoar ini hanya terbatas pada suatu peristiwa yang dialami, pada suatu masa / momen tertentu saja, misalnya yang dialami semasa Perang Dunia II.

Meskipun sejatinya sebuah Memoar tidak bisa dijadikan patokan, dalam artian kebenarannya masih diragukan, namun Memoar adalah karya penting untuk menyusun sebuah Biografi.

Catatan Harian

Catatan harian / Buku Harian merupakan cerita pengalaman maupun peristiwa yang dialami seseorang semasa hidupnya yang telah lalu, kemudian diaplikasikan dalam dalam sebuah catatan (Diary).

Catatan harian biasanya ditulis secara spontan, jujur dan apa adanya, serta menggunakan bahasa yang bebas sesuai kehendak sang penulis. Sehingga, ungkapan kepribadian akan terlihat lebih asli dan jernih.

Selain untuk menyimpan kenangan, Diary juga dimanfaatkan sebagai media tempat mencurahkan isi hati, baik itu kebahagiaan, kesedihan, peristiwa haru, kenangan pahit, momen berkesan dan sebagainya.

Catatan Sejarah

Catatan sejarah adalah salah satu jenis karya sastra yang menceritakan kejadian di masa lampau ke dalam bentuk tulisan, dengan mengambil poin dari berbagai sumber, baik peninggalan, buku-buku kuno dan lain-lain.

Sejarah biasanya memang diangkat dari sebuah fakta di masa lalu, namun meskipun begitu, penguraiannya tidak akan terlepas dari unsur khayali pengarangnya sendiri, misalnya dengan tujuan menambah kesan maupun menarik hati pembaca.

Ini karena fakta mengenai masa lampau umumnya tidak bisa didapat secara lengkap, sehingga penulis perlu merekonstruksikanya berdasarkan daya khayal dan imajinasinya.

Roman

Roman adalah cerita panjang yang bernuansa romance, dimana mengusung tema asmara atau hubungan percintaan. Pada mulanya, Roman berkembang pesat di Jerman, Italia, Belanda dan Prancis.

Selain itu, Roman juga disebut sebagai dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.

Novel

Pengertian Novel adalah salah satu Jenis Karya Sastra yang berisi cerita panjang, mengenai kisah seseorang dengan tokoh / orang lain, serta menempatkan watak maupun perilaku masing-masing didalamnya.

Kata ini berasal dari bahasa Italia novella yang berarti “baru”, “berita”, atau “cerita pendek mengenai sesuatu yang baru”, dan kata itu sendiri berasal dari bahasa Latin novella, bentuk jamak dari novellus, yang disingkat novus, artinya “baru”.

Penulis Novel disebut dengan Novelis. Dalam penulisannya, Novel memiliki bab dan sub-bab tertentu sesuai dengan kisah ceritanya. Jenis Sastra yang satu digadang-gadang telah berusia lebih dari 2 ribu tahun.

Penutup

Demikianlah, 12 Jenis Karya Sastra beserta penjelasannya yang ada dan berkembang di Dunia. Semoga ulasan ini bisa memberi manfaat dan juga wawasan baru untuk kamu mengenai Bentuk Karya Sastra yang ada. (Referensi)

Tinggalkan komentar