6 Fungsi Musik dalam Seni Tari Tradisional dan Modern

Fungsi Musik dalam Tari – Ibarat sayur tanpa garam, begitulah perumpamaan yang bisa disematkan saat mendengar istilah seni tari tanpa musik. Bagaimana tidak, peran musik dalam kesenian akan selalu menjadi vital, terutama dalam seni tari.

Pengertian Seni Tari adalah sebuah kesenian yang mengedepankan gerakan tubuh, baik tangan, kaki, kepala dan badan, dengan 3 unsur utamanya yakni raga, irama dan rasa.

Jika 3 unsur seni tari tersebut tidak lengkap, maka keefektifan tarian akan berakhir gagal, dalam artian, tidak berhasil menciptakan kesempurnaan dalam sebuah pertunjukkan yang sedang berlangsung.

Fungsi Musik dalam Seni Tari merupakan gerakan tubuh yang disesuaikan dengan irama musik yang dimainkan, agar pesona dan keindahannya semakin terpancar.

Bayangkan jika tidak menggunakan musik, malah kesannya akan jadi aneh dan tidak memiliki daya tarik lagi, sama halnya dengan drama teater dan pewayangan.

Selain itu, Fungsi Musik dalam Tari juga merupakan sarana untuk mengungkapan emosional jiwa, meliputi cetusan rasa dan disertai kehendak, serta sebagai ekspresi diri manusia melalui gerak-gerak ritmis yang indah.

Pengertian Seni Musik

Seni musik adalah pengelompokan musik ke dalam kategori klasik, dengan tolok ukur dari sejarah musik, diluar nilai seni itu sendiri.

Menurut ahli Sejarah, kata “Musik” berasal dari sekumpulan nama dewi kesenian bangsa Yunani Purba, yaitu Musae. Sedangkan “Seni” adalah keahlian seseorang dalam menciptakan karya bermutu, punya nilai dan kesan.

Jadi bisa disimpulkan bahwa, Pengertian Seni musik adalah bidang seni yang berhubungan dengan alat musik, dan irama yang keluar dari alat musik itu.

Fungsi Musik dalam Tari yang sangat Penting

Manfaat Musik dalam seni tari sampai kapanpun tidak akan pernah terpisahkan. Namun dibalik kenyataan tersebut, fungsi musik dalam tari nyatanya memiliki peran yang digolongkan kedalam beberpa poin oleh Senipedia, yakni adalah :

Peran Musik sebagai Penyalur Rangsangan

Manfaat musik dalam kesenian tari bisa memberikan rangsangan, dalam rangka mempengaruhi indra, dan membangkitkan perasaan tertentu seperti kegembiraan, kesedihan dan keberanian yang sejalan dengan tema tarian.

Gerak dan ritme adalah elemen dasar seni tari, sedangkan Nada, Ritme dan Melodi akan datang dari Musik. Kombinasi dari elemen-elemen ini bisa memberikan kesan yang kuat serta penjiwaan yang maksimal dari para penari.

Mendeskripsikan Suasana dalam Tarian

Hampir seluruh Jenis Tari Tradisional di Indonesia mengandung pesan, kesan dan makna didalamnya, dan juga hampir keseluruhannya diiringi oleh musik daerah masing-masing.

Dalam kasus ini, musik bertugas memberikan gambaran suasana dan ilustrasi keadaan yang ada pada tema tarian terntu, sesuai dengan maknanya, baik bagi para penari maupun penonton yang sedang menyaksikan.

Misalnya Tari Piring asal Sumatera Barat, keceriaan musik akan terdengar dalam tarian ini, karena Makna Tari Piring erat dengan kebahagiaan dan puji-pujian terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Fungsi Musik sebagai Pengatur Gerak Tari

Sangat sulit membayangkan bagaimana jadinya bilamana Sebuah pementasan tari tidak diiringi musik. Tidak perlu memikirkan yang lain, sebut saja seperti pengaturan tempo gerakan, pastinya akan sangat sulit.

Fungsi Musik dalam Tari adalah gerakan-gerakan yang berirama dengan tempo pas, dan tempo gerakan itu sendiri diatur oleh musik pengiringnya, sehingga terciptalah varian gerak yang tersusun dan rapi, serta menyuguhkan suatu keindahan.

Membangkitkan Emosional Penonton

Pada pementasan seni tari, penonton termasuk elemen penting, ekspresi dan reaksi dari mereka akan mampu menumbuhkan semangat dan keseriusan bagi penari selama penampilan.

Tepuk tangan, ekspresi WOW dan sorakan penonton pada momen-momen tertentu, akan bisa memicu kekompakan penari untuk memberikan pertunjukan terbaik.

Nah, emosional yang muncul dari penonton tentunya datang dari iringan musik yang dimainkan, dan gerakan tarian yang seiring serta berkaitan.

Bahkan jika tidak ada musik, saat penonton mengekspresikan emosional, tentu bisa mengganggu kefokusan penari karena akan terkesan ribut.

Pengontrol Ritme Gerak

Gerakan yang ada pada sebuah tarian tentu tidaklah monoton dari awal hingga akhir, didalamnya terdapat gerakan lemah gemulai, lembut, sedang hingga gerakan cepat.

Seluruh gerakan tersebut diatur oleh iringan musik yang menemani, dan setiap ritme gerakan, maka nada / musik yang dimainkan juga akan secara otomatis menyesuaikan, yang kemudian diikuti oleh penari.

Selain itu, Musik dalam tari berfungsi sebagai penanda sekaligus pemberi kode dalam pergantian gerak, antara gerak sebelum dan sesudahnya, sehingga ritme akan terus mengalir dengan sejajar.

Pembuka dan Penutup Tampilan

Musik juga berperan dalam memberikan notifikasi baik kepada penari maupun penonton, tentang kapan harus memulai hingga waktu tampilan berakhir.

Ini juga berguna agar penetasan sesuai dengan waktu yang disediakan, tidak keluar dari konsep pertama, dalam artian tidak kurang maupun berlebih.

Selain itu, dengan adanya musik di awal dan penutup, pertunjukan tari menjadi lebih efektif, karena pelaku dan penikmat bisa tahu kapan harus fokus dan kapan harus mencairkan suasana.

Cara memilih Lagu yang Pas untuk Pertunjukkan Tari

Dari 6 Fungsi musik dalam tari diatas, setidaknya kamu sudah mengetahui bagaimana andil sebuah musik iringan, dalam memberikan peranan penting bagi suatu pementasan tarian.

Namun meskipun begitu, tidak berarti semua jenis musik / lagu bisa dijadikan iringan dalam pertunjukkan.

Hal ini dikarenakan jenis musik yang beragam sehingga setiap tarian punya jenis yang cocok dan yang tidak.

Untuk itu, ada beberapa poin yang harus lebih dulu dipahami dan dipertimbangkan sebelum menetapkan musik / lagu iringan.

Dibawah ini adalah hal yang harus diperhatikan dalam memilih lagu yang akan dijadikan latar sebuah seni tari :

Relevansi Lagu dengan asal daerah Tarian

Maksudnya, Lagu yang dipilih harus sesuai dengan tema yang terkandung dalam tarian, begitu juga dengan alat musik yang digunakan.

Kita umpamakan saja tari tersebut berkaitan erat dengan Karakteristik dan penyebutan suatu daerah, sebut saja Tari Saman misalnya, yang mengusung lagu “Bungong Jeumpa“, sebagai lagu asli tanah Aceh.

Keterkaitan lagu dengan Tema Tarian

Tema di daerah itu sangat beragam, ada yang tergantung dari keadaan daerah pada masa penciptaannya, ada pula berdasarkan suatu sebab-akibat yang terjadi.

Misalnya Tari Piring, yang berlatar puji-pujian kepada Allah SWT karena telah dikaruniai hasil panen melimpah, sehingga tema lagu yang dibawakan bernuansa ceria dan bahagia.

Lagu disesuaikan dengan Usia Penari

Pelakon yang terdiri dari kalangan dewasa dan anak-anak akan memiliki perbedaan dalam beberapa hal, dan yang paling mencolok adalah soal lagu pengiringnya.

Cukup sesuaikan nuansa dengan usia. Meski iringan lagu dan musik telah ditentukan atau tidak bisa diubah, namun masih bisa di arangsemen demi menyesuaikan demografi kategori umur dari penari.

Selain 3 poin diatas, tips memilih lagu untuk tari yang lainnya adalah, dengan menyesuaikan lagu dengan kemampuan berkreasi penari, serta kelengkapan alat musik yang tersedia.

Penutup

Demikianlah, ulasan mengenai Pengertian Seni Musik, Fungsi Musik dalam Tari dan tips cara memilih Lagu untuk pengiring tari tradisional.

Baca juga :

Semoga ulasan ini bisa memberi manfaat serta wawasan baru bagi kamu, mengenai hubungan musik dengan seni tari. Terima kasih dan jangan lupa baca ulasan lainnya. (Referensi)