17+ Contoh TARI TUNGGAL beserta Daerah Asal dan Penjelasan

Contoh Tari Tunggal – Di kesempatan kali ini, Senipedia akan mengulas mengenai Contoh Tarian Tunggal dari berbagai daerah di Indonesia, beserta penjelasan, daerah asal dan makna didalamnya.

Secara umum, Pengertian Tari Tunggal adalah kesenian tari yang hanya dimainkan / diperankan oleh satu orang saja. Di sisi lain, Tari tunggal lebih mengutamakan ekspresi dan luapan emosional penari dalam menampilkannya.

Contoh Tari Tunggal paling populer misalnya Tari Gatotkaca yang berasal Jawa Tengah. Selain itu, masih banyak jenis tari tunggal putra maupun pitri dari berbagai daerah di Indonesia. Contoh lin, juga terdapat contoh tari tunggal dari Bali yang juga sangat fenomelal.

Seni tari jika dilihat dari jumlah pesertanya, dikelompokkan menjadi 4 bagian, yakni Tari Tunggal, berpasangan, kelompok dan bebas. Masing-masing bisa dikatakan “ada” pada tiap-tiap Provinsi di Indonesia.

Contoh Tari Tunggal beserta Daerahnya di Indonesia

Nah, pada artikel ini, saya tidak akan mengulas jenis-jenis Tari secara lengkap, namun lebih kepada Contoh Tari Tunggal beserta daerahnya dan makna didalamnya. Silakan simak ulasan di bawah ini sampai selesai.

1. Tari Gatotkaca

Yang pertama bernama Tari Gatotkaca Gandrung, asal Jawa Tengah. Tarian ini diperankan oleh seorang penari laki-laki, dengan busana, tata hias dan kostum lengkap Gatotkaca, yang tegap dan perkasa.

Makna Tari Gatotkaca sendiri ialah menceritakan sosok seorang pria gagah yang hebat dalam cerita Ramayana, kemudian ia jatuh hati pada seorang perempuan. Pada jenis Gandrung, lebih banyak mendeskripsikan sisi romantismenya.

2. Tari Gambir Anom

Berikutnya adalah Tari Gambir Anom, yang menjadi Contoh Tari Tunggal yang masih dari Jawa Tengah. Masih mengedepankan sisi romantis, tari ini bercerita tentang salah seorang anak Arjuna yang tengah dimabuk cinta.

Tari Gambir Anom ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Islam. Tarian ini dimainkan oleh seorang pria, dengan gerakan yang lrmah lembut dan gemulai, serta sering dipentaskan pada berbagai acara adat di suku Jawa.

3. Tari Panji Semirang – Contoh Tari Tunggal dari Bali

Berikutnya adalah Tari Panji Semirang, salah satu contoh tari tunggal dari Bali, dimana penciptanya adalah I Nyoman Kaler, pada sekitar tahun 1942. Karena usianya sudah cukup lama, tarian ini telah digolongkan jenis tari klasik.

Tari Panji Semirang bercerita tentang pengembaraan Galuh Candrakirana, dalam mencari kekasihnya Raden Panji Inu Kertapati. Eksistensi sudah besar, dan pernah dipentaskan di beberapa festival internasional beberapa tahun yang lalu.

4. Tari Gambyong

Tarian ini berasal dari Surakarta, Jawa Tengah dan diciptakan oleh S. Maridi. Pada awalnya, tarian ini hanya dimainkan oleh satu orang saja. Namun seiring perkembangan zaman, tidak jarang tarian ini telah diperankan oleh beberapa orang / berkelompok.

Makna tari gambyong adalah penggambaran atas kelembutan dan kecantikan perempuan Jawa Tengah, melalui gerakan lembut dan lemah gemulai yang tercermin pada gerakan-gerakan khasnya.

5. Tari Topeng Kelana

Contoh tari tunggal dan asalnya
Tari Topeng Kelana | Tarietradisionaljawa.blogspot.com

Contoh Tari Tunggal Putra berikutnya adalah Tari Topeng Kelana. Menurut informasi yang didapat, Tarian ini telah ada sejak zaman Kerajaan Singosari, dan awalnya hanya bisa dimainkan di dalam Keraton saja.

Sesuai dengan namanya, tarian ini menggunakan properti utamanya yakni memakai topeng selama pementasan, serta dimainkan oleh kaum pria. Tarian ini tumbuh dan berkembang pesat di daerah Jawa Barat.

Makna Tari Topeng Klana sendiri asalah menceritakan seseorang yang bertabiat buruk, serakah, penuh amarah dan tidak bisa mengendalikan hawa nafsu, namun tarinya justru paling banyak disenangi oleh penonton.

6. Tari Golek Menak

Berikut adalah Tari Golek Menak, yang berasal dan berkembang dari daerah kesultanan Yogyakarta. Tarian ini diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada sekitar tahun 1940-an karena terinspirasi dari pertunjukan seni wayang golek yang disaksikannya.

Nama lain dari tarian ini adalah Beksa Golek Menak dan Beksan Menak. Hingga kini, tarian ini terus dilestarikan, buktinya masih tetap dipelajari dan dikembangkan di beberapa Sanggar tari di Provinsi DI Yogyakarta.

7. Tari Kancet Ledo – Contoh Tari Tunggal Putri

Sering juga disebut dengan nama Tari Gong. Tarian ini berasal dari suku Dayak, Kalimantan Timur. Disetiap kali pementasannya, selalu mengikutsertakan Gong besar selaku alat musik utamanya.

Ini adalah Contoh Tari Tunggal Putri, dimana properti paling mencolok adalah pakaian adat Dayak dan penutup kepala yang terbuat dari bulu burung Enggang, serta sebuah gong.

Tari Kancet Ledo menggambarkan kepribadian dan sikap wanita-wanita Dayak yang lemah lembut, sopan dan gemulai. Meski bergelar tarian tunggal, saat ini juga sering ditampilkan dengan dua penari.

8. Tari Jaipong

Siapa yang tidak kenal dengan Tari Jaipong? Tari fenomenal yang berasal dari Karawang, Jawa Barat ini sangat populer terutama sejak tahun 80-an. Tari Jaipong umumnya dibawakan oleh seorang perempuan.

Properti utama dalam tari ini ialah selendang yang diikatkan ke pinggang, serta dibuat memanjang ke kiri dan kanan. Penari akan menari dengan memegang kedua ujung selendang di media tangannya.

9. Tari Srimpi

Berikutnya masih dari Keraton Kasultanan Mataram, bernama Tari Srimpi. Sebenarnya, pada mulanya tarian ini hanya dimainkan oleh satu orang saja, yakni untuk prosesi pengangkatan sultan menuju tahtanya.

Namun seiring berjalannya waktu, tari Serimpi yang kita saksikan sekarang juga telah dimainkan hingga 2 sampai 3 orang secara bersamaan, dan umumnya diperankan oleh kaum wanita.

10. Tari Pendet

Tari tunggal dari bali
Tari Pendet | Pinterest.com

Berikutnya datang dari Bali, bernama Tari Pendet. Tarian ini diciptakan oleh I Wayan Rindi. Pada awalnya, hanya diperagakan oleh satu orang saja, namun setelah perkembangan zaman, kini diperankan hingga 2 sampai 5 orang.

Makna tari Pendet sendiri adalah ucapan selamat datang dan penyambutan tamu-tamu terhormat yang berkunjung ke Bali. Sorot mata dan mimik wajah yang anggun menjadi ciri khas utama dari tarian ini.

11. Tari Legong

Berikutnya bernama Tari Legong yang berasal dari Bali. Tarian ini dibawakan oleh satu orang wanita, dengan busana serba kuning keemasan, serta dilengkapi penutup kepala mirip hiasan Batari (Dewi).

Musik pengiringnya adalah Gamelan dari Bali, dengan alunan musik yang khas, enak didengar dan bersemangat. Lantunan suara musik akan serentak dengan gerakan-gerakan dari sang penari.

12. Tari Baris – Contoh Tari Tunggal Putra

Masih datang dari Bali, yang bernama Tari Baris. Menurut sumber informasi, makna tari Baris adalah penggambaran bagaimana para prajurit berangkat berbondong-bondong ke medan perang.

Alat musik pengiringnya adalah Gamelan Bali, dimainkan oleh satu orang pria, dengan busana celana panjang warna putih, bagian tepinya berwarna merah yang melambangkan kegagahan dan keberanian si prajurit ke medan laga.

13. Tari Trunajaya

Contoh tari tunggal selanjutnya masih dari Bali, bernama Tari Trunajaya. Tarian ini dibawakan oleh seorang wanita, namun tata busananya bergaya layaknya seorang pria. Tari ini terinspirasi dari cerita kepahlawanan Trunajaya.

Karena melambangkan ketegasan dan kebijaksanaan seorang pria, wanita yang membawakannya akan menari dengan tegap dan gagah. Uniknya lagi, penarinya akan mengenakan celana, bukan kain panjang, rok ataupun kain.

14. Tari Dewi Anjasmara

Tari Tunggal Putri yang satu ini berasal dari Jawa Barat (Sunda). Tari ini mendeskripsikan kisah seorang putri bernama Dewi Anjasmara, diangkat dari salah satu Hikayat Jawa yakni Damarwulan, yang berasal dari abad ke-15.

Penari menggunakan kostum hitam, dengan selendang berwarna hijau yang diikatkan ke pinggang, dengan kain dari batas pinggang yang menjulur hingga ke bawah. Gerakannya antara lain memakai bedak, menyisir rambut, merapikan alis mata, menggunakan anting, dan bercermin.

15. Tari Bondan

Tari tunggal putri
Tari Bondan | Qureta.com

Tari Populer asal Surakarta ini awalnya adalah Tari Tunggal Putri. Jenis Tari Bondan dibagi menjadi 3 kelompok, yakni Bondan Cindogo, Bondan Mardisiwi, dan tari Bondan Pegunungan (Tani). Masing-masing jenis memiliki makna yang berbeda.

Untuk tata busananya, antara lain adalah kain wiron, baju kotang, dan jamang. Penari tari Bondan dilengkapi dengan perlengkapan berupa boneka dan payung.

16. Tari Kancet Lasan

Contoh Tari Tunggal berikutnya berasal dari Kalimantan Timur, tepatnya Dayak Kenyah. Sejatinya, tarian ini tidak jauh berbeda dengan Tari Kancet Lado, hanya saja, tarian ini tidak menggunakan gong maupun bulu burung sebagai penutup kepala.

Gerakan paling umum dalam tarian ini adalah badan merunduk, sampai lutut menyentuh lantai. Tari ini menceritakan tentang burung Enggang, baik dari perilakunya, keperkasaannya hingga sikapnya saat terbang di udara.

17. Tari Baksa Kembang

Masih dari Kalimantan yakni bagian Selatan, Tari Baksa Kembang dimainkan oleh putri, namun juga sering dimainkan oleh beberapa orang. Tarian ini digunakan dalam menyambut tamu-tamu terhormat yang berkunjung ke Kalimantan Selatan.

18. Tari Talendhek

Tari Talendhek adalah salah satu Tari Tradisional tunggal adal Jawa Timur. Eksistensi tarian ini sudah sangat populer, karena telah ada sejak zaman kerajaan-kerajaan kuno di Jawa masa lampau.

Tarian ini akan sering kita saksikan pada banyak acara, baik resmi maupun tidak, misalnya di acara pernikahan. Dengan usianya yang sudah tua, telah jadi tugas kita semua untuk senantiasa melestarikannya.

Simak juga mengenai 23+ Contoh TARI KREASI BARU serta Penjelasannya.

Penutup Contoh Tari Tunggal

Demikianlah, ulasan kali ini mengenai Contoh Tari Tunggal di Indonesia dari berbagai daerah beserta penjelasannya. Semoga ulasan kali ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kamu mengenai Tari Tradisional di Indonesia. Terima kasih. (Ref)