23+ Contoh TARI KREASI BARU (Pola Tradisi & Non Tradisi)

Contoh Tari Kreasi Baru – Selamat datang kembali di Senipedia. Pada kesempatan kali ini, saya akan kembali mengulas mengenai dunia Tari, tepatnya tentang Contoh Tari Kreasi Baru, yang juga disebut dengan Tari Modern.

Pengertian Tari Kreasi Baru adalah inovasi dan revolusi dari tarian klasik, yang kemudian dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman, mulai dari pembaharuan elemen dasar, sampai pada elemen pendukung.

Ciri-ciri Tari Kreasi Baru yang paling umum adalah, terdapatnya kekreativitasan yang mutlak dari para seniman, sehingga tarian klasik yang dikembangkan menjadi lebih menarik, modern dan relevan dengan keadaan yang sekarang.

Namun meskipun begitu, perubahan-perubahan yang dilakukan tidak pula secara keseluruhan, karena para koreografer juga tidak boleh menghilangkan unsur budaya dan makna murni dari tarian itu sendiri, sehingga nilai-nilai budayanya tetap terjaga.

Sederhananya, Tari Kreasi Baru adalah jenis tarian daerah di Indonesia, yang dipoles dengan unsur Modernisasi, supaya eksistensinya tetap terlihat karena menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Umumnya, Terobosan ini dikembangkan oleh para pengamat, ahli seni, seniman dan para pakar Tari tradisional. Meskipun mengalami banyak perubahan, namun unsur inti dan makna yang terkandung didalamnya tidak akan disentuh / diubah.

Contoh Tari Kreasi Baru

Salah satu Contoh Tari Kreasi Baru di Indonesia adalah Tari Merak, yang berasal dari Jawa Barat. Secara umum, Jenis Tari kreasi baru dibagi pula menjadi 2 macam, yakni ada yang berpolakan tradisi, ada pula yang tidak.

Tari Kreasi Baru berpolakan tradisi adalah perubahan konsep tarian yang tetap mempertahankan makna dan pesan yang terkandung didalamnya. Sedangkan yang tidak berpolakan tradisi, adalah sebaliknya, dan inilah yang disebut dengan Tari Modern.

Selain berdasarkan jenisnya di atas, Contoh Tari Kreasi juga dikelompokkan berdasarkan jumlah penarinya, yakni Tari Kreasi Tunggal, Berpasangan dan Kelompok.

Nah, langsung saja ke poin artikel, yakni Contoh Tari Kreasi Baru Nusantara dan daerah asal serta penjelasannya, baik yang berpola tradisi maupun tidak. Simakan ini sampai selesai, agar pemahaman semakin mudah.

Contoh Tari Kreasi Baru Pola Tradisi

Tari kreasi baru pola tradisi
Tari Kreasi Baru Pola Tradisi | NegerikuIndonesia.com

1. Tari Nguri

Yang pertama adalah Tari Nguri, yang tumbuh dan berkembang sejak masa kerajaan Sumbawa, NTB. Pada mulanya, tarian ini akan dimainkan untuk menghibur hati sang raja bila sedang ditimpa kegelisahan dan keresahan.

Saat ini, Tari Nguri lebih difokuskan sebagai media dalam penyambutan tamu-tamu terhormat, tokoh terpandang dan sejenisnya, yang berkunjung ke Sumbawa. Tarian ini hadir sejak awal abad ke-20, tergolong tari kreasi yang tua di Indonesia.

2. Tari Merak

Contoh Tari Kreasi berpolakan tradisi berikutnya yakni Tari Merek asal Jawa Barat, sebuah tarian yang sangat populer di Indonesia. Sesuai dengan namanya, tarian ini mendeskripsikan keindahan dan keelokan burung merak.

Pencipta Tari Merak ialah seorang seniman asal Tanah Sunda bernama Raden Tjetje Somantri, pada pertengahan abad ke-19. Tarian ini dimainkam oleh wanita, dengan kostum berwarna putih, serta hiasan mirip bulu burung merak di bagian jidat penari.

3. Tari Rara Ngigel

Berikutnya datang dari DI Yogyakarta yang bernama Tari Rara Ngigel. Pencipta tarian ini adalah Ida Wibowo, yaitu putri dari seorang seniman kenamaan tanah air bernama Bagong Kusudiarjo.

Makna Tari Rara Ngigel bercerita tentang bagaimana seorang gadis kecil yang tumbuh remaja dan dewasa. Tari ini umumnya dimainkan oleh sepasang pria dan wanita, jadi tergolong tari kreasi berpasangan.

4. Tari Kupu-Kupu

Contoh Tari Kreasi Baru Nusantara berikutnya bernama Tari Kupu-kupu asal Bali. Tarian ini sangat fenomenal, bahkan tidak jarang ditampilkan pada berbagai event kelas Internasional. Tarian ini menceritakan tentang kehidupan seekor kupu-kupu tua.

Busana Tari Kupu-kupu tergolong sedikit tersingkap, namun sangat eye catching, dengan properti utama yakni cetakan properti bermotif kupu-kupu, yang dipegang di kedua tangan, dengan hiasan penutup kepala yang indah.

5. Tari Manipuren – Contoh Tari Kreasi Baru

Berikutnya masih berasal dari Pulau Jawa, yakni bagian tengah bernama Tari Manipuren. Nama tarian ini diambil dari daerah asalnya yakni Manipur di India bagian Timur, kemudian dikembangkan mulai dari koreografi dan gerakannya.

Tari Manipuren ini sendiri diciptakan oleh S. Maridi, yang terinspirasi dari gadis-gadis desa yang tinggal di sepanjang tepian sungai Gangga, saat beliau berkunjung ke India. Inspirasi tersebut menjadi cikal-bakal terciptanya tarian ini.

6. Tari Yapong

Contoh tari Kreasi Baru tradisi selanjutnya adalah Tari Yapong asal DKI Jakarta. Pencipta tarian ini bernama Bagong Kusudiarjo, dan dipentaskan pertama kali tahun 1977, dalam rangka HUT Kota Jakarta yang ke-450.

Secara garis besar, Makna Tari Yapong adalah menceritakan tentang rutinitas dan keseharian rakyat Betawi ibu kota, dan sering dipentaskan pada banyak acara resmi maupun non resmi.

7. Tari Manuk Rawa

Berikutnya bernama Manuk Rawa asal Provinsi Bali. Ini adalah tarian yang dikembangkan dari bagian sendratari Mahabarata dalam lakon Bale Sigale-gale, nama penciptanya adalah I Wayan Dibia, dan seorang komposer kenamaan I Wayan Beratha pada tahun 1981.

Makna dalam tarian Manuk Rawa mendeskripsikan kehidupan burung Rawa, yang diangkat dari kisah Wanaparwa, dalam Epos Mahabrata. Tarian ini dibawakan oleh kaum wanita, dengan tata busana khas Bali.

8. Tari Garuda

Tari Kreasi Baru berikutnya bernama Tari Garuda Nusantara asal Pulau Jawa. Dalam gerakannya, Penari akan mengekspresikan gerakan burung garuda yang sedang terbang, dan memamerkan sayap indahnya, dengan gerak tampak keras, tegas, gagah dan lincah.

Tarian ini dimainkan oleh beberapa orang wanita, dengan busana layaknya Burung Garuda, memiliki sayap yang menyambung dari pinggang ke ujung tangan, dengan penutup kepala yang nampak elok.

9. Tari Banjar Kemuning

Berikutnya bernama Banjar Kemuning, yang datang dari Jawa Timur. Tarian ini diciptakan oleh Agustinus, S.Sn, yang mengaku terinspirasi dari masyarakat desa bernama Banjar Kemuning, di daerah Sidoarjo, Jawa Timur.

Tarian ini dimainkan oleh wanita, dengan menggambarkan bagaimana kehidupan mereka saat sang suami pergi berlajar di laut lepas dalam waktu yang lama, serta mendeskripsikan kepahitan hidup mereka saat berjauhan dengan suami tercinta.

10. Tari Ongkek Manis

Berikutnya adalah Tari Tradisional asal Jawa Timur, bernama Ongkek Manis. Ini adalah salah satu tarian kreasi baru favorit karya Bagong Kusudiarjo dari padepokan Bagong Kusudiarjo, dan Untung dari sanggar kembang sore dari Yogyakarta.

Properti yang digunakan adalah Kipas dan Sampur. Sedangkan untuk kostumnya, penari mengenakan jarik ,baju ,celana ,hiasan kepala dan hiasan untuk leher dan sabuk. Lagu pengiringnya berjudul Ageung atau Opat Wilet.

Tarian ini biasanya dibawakan oleh kaum wanita, baik versi tunggal, berpasangan maupun berkelompok, maknanya yakni menceritakan seorang wanita remaja yang sedang beranjak dewasa.

11. Tari Roro Wilis

Berasal dari Yogyakarta, contoh tari kreasi baru selanjutnya bernama Roro Wilis, berasal dan berkembang di Sanggar Kembang Sore. Tarian ini umumnya dibawakan bebas oleh wanita dan pria, terkadang juga berpasangan, dengan pakaian adat jawa lengkap.

Contoh Tari Kreasi Baru Pola Non Tradisi

Contoh Tari tradisi baru pola non tradisi
Contoh Tari Tradisi Baru Pola Non Tradisi | Pixabay.com

Seperti yang sempat saya singgung di atas, Tari Kreasi Baru tidak berpolakan Tradisi adalah serangkaian perubahan pada seni tari, drngan melepaskan semua unsur dan elemen dasarnya, baik itu koreografi, musik, pemaknaan dan lainnya.

Itulah mengapa, tarian ini disebut juga dengan Tari Modern. Namun, pementasannya tidak semena-mena bisa langsung diselenggarakan, namun harus mendapatkan persetujuan dari semua golongan.

Berikut, beberapa Contoh Tari Kreasi Baru Non Tradisi yang berkembang dan populer :

1. Tari Hip-hop

Yang pertama adalah Hip-hop Dance. Tarian ini pertama kali mulai dan berkembang sekitar tahun 1970-an, oleh masyarakat masyarakat Afro-Amerika dan Latin-Amerika. Elemen tarian ini antara lain MCing (rapping), DJing, Breakdance dan Graffiti.

Tarian ini benar-benar lepas dari unsur budaya, serta terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perpaduan musik dan gerakan yang dinamis, cepat serta penuh kreativitas, membuat tari hip-hop cepat tersebar hingga ke penjuru dunia.

2. Break Dance

Nama lain dari tarian ini adalah breaking, b-boying atau b-girling, sebuah tarian yang muncul pertama kali di jalanan, sekitaran tahun 1970-an, oleh anak-anak African American dan anak muda dari Puerto Rico, yang dilakukan terjadi di bagian selatan New York City.

Untuk gerakannya, mayoritas paling menonjol adalah fleksibilitas, gaya, dan yang paling penting yakni irama. Breakdance sangat populer di kalangan anak muda, karena gerakan yang ada lebih mengedepankan kelihaian, keahlian dan skill.

3. Ballroom Dance – Contoh Tari Kreasi Baru

Contoh Tari Kreasi Baru Non Tradisi berikutnya bernama Ballroom Dance. Ini adalah serangkaian tarian berpasangan, yang dinikmati secara sosial dan kompetitif di seluruh dunia, termasuk di Indonesia sendiri.

Tarian Ballroom memiliki nilai seni dan karya yang amat tinggi, sehingga tidak jarang diadakan kompetisi antara negara, dan ditampilkan di stasiun-stasiun televisi mancanegara.

Tarian ini dibagi menjadi 2 kelompok, yakni Modern ballroom, yang mencakup waltz, tango, slow foxtrot, dan quickstep. Jenis kedua adalah Latin America dance, terdiri atas cha-cha, rumba, samba, dan jive.

4. Robot Dance

Berikutnya bernama Robot Dance. Sesuai dengan namanya, tarian ini melakukan gerakan-gerakan yang mirip seperti robot, goyangan patah-patah dan tidak semua orang bisa melakukannya dengan maksimal.

Tarian ini cukup populer di lakangan Dancer, apalagi dipopulerkan oleh Alm. Michael Jackson dalam berbagai show yang diselenggarakannya. Hal penting lain dalam tarian ini adalah musiknya. Musik menjadi pemandu gerakan penari secara keseluruhan.

5. Blood-Elf

Berbeda terbalik dengan Robot Dance, tarian ini lebih mengutamakan kelenturan, keluwesan dan fleksibilitas tubuh. Tarian ini sangat populer di kalangan pegelut seni tari modern. Semakin populer ketika penari asal Swiss menunjukkan penampilan yang ciamik.

Contoh Tari Kreasi Baru Tidak Berpolakan Tradisi yang lainnya adalah :

  • Freestyle Dance
  • Ballrom Dance
  • Concert Dance
  • Crip Walk
  • Sexy Dance
  • Street Dance
  • Moonwalk Dance
  • Dan lain-lain.

Baca juga 37+ Contoh Tari Berpasangan di Indonesia ini.

Penutup Contoh Tari Kreasi Baru

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai Contoh Tari Kreasi Baru. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat dan menambah wawasan serta ilmu pengetahuan kamu mengenai Seni Tari Modern (Ref). Terima kasih dan baca juga artikel di bawah ini :