37+ Contoh TARI BERPASANGAN serta Daerah Asal dan Penjelasan

Contoh Tari Berpasangan – Indonesia merupakan negara berkembang dengan segudang kekayaan alam, suku, adat dan budaya. Salah satu keunggulan tebesar adalah di bidang Kesenian Tari Tradisional berpasangan, kelompok, tunggal dan massal.

Di kesempatan kali ini, Senipedia akan memfokuskan pembahasan mengenai Contoh Tari Berpasangan putra putra, putra putri dan putri putri dari berbagai daerah asal, gambar dan penjelasan ringkasnya untuk Kamu. Silakan simak artikel ini sampai selesai.

Pengertian Tari Berpasangan adalah sebuah penampilan seni tari tradisional, kreasi dan modern yang dimainkan secara berpasangan, baik berlawanan maupun sesama jenis. Berpasangan disini bukan hanya 2 orang saja, tapi bisa juga 4, 6 atau 8 orang, namun masing-masing memiliki pasangannya.

Ciri-ciri Tari Berpasangan paling menonjol adalah mengenai gerakannya, yakni antar penari akan saling melengkapi, berkombinasi dan berinteraksi satu sama lain. Selain itu, Tari Berpasangan dianggap lebih meriah, menarik dan memiliki makna yang beragam.

Selain itu, beberapa Karakteristik Tari Berpasangan antara lain adalah sebagai berikut :

  • Terdapat dua gerakan: berlawanan dan bersamaan
  • Saling mengisi satu sama lain
  • Harus tercipta ketentuan antara gerak dan ekspresi kedua penari

Contoh Tari Berpasangan beserta Daerahnya dan Penjelasan

Nah, setelah mengetahui pengertian dan ciri-cirinya di atas, silakan simak beberapa Contoh Tari Berpasangan beserta daerahnya dan penjelasan ringkasnya di bawah ini :

1. Tari Serampangan Duabelas

Yang pertama adalah Tari Serampangan Duabelas asal Provinsi Riau, dan juga berkembang di Sumatera Barat, Timur dan Sumatera bagian Tengah. Ini adalah salah satu tarian populer Melayu yang telah ada sejak zaman lampau.

Tarian ini dimainkan oleh 2 penari, pria dan wanita, dimana maknanya bercerita tentang pertemuan dua manusia, yang akhirnya sama-sama menaruh dan membangun cinta hingga ke jenjang pernikahan.

2. Tari Zapin

Masih berasal dari Melayu Riau, Contoh Tari Berpasangan selanjutnya yakni Tari Zapin. Tarian ini sangat identik dengan nuansa islami, karena pada dasarnya memang menjadi lambang akulturasi budaya islam dan melayu di masa silam. Seperti no. 1, tarian ini juga dimainkan oleh sepasang pemuda dan pemudi.

Pada awalnya, digunakan untuk berdakwah dan hiburan, namun seiring perkembangan dan meningkatnya popularitas tarian ini, akhirnya dijadikan ikon kebanggaan dan kemajuan suku Melayu, serta sering dibawakan pada banyak event di berbagai daerah di Sumatera.

3. Tari Bedhaya

Kita beralih ke Yogyakarta, yakni Tari Bedhaya. Tarian ini tumbuh dan berkembang sejak masa Keraton Mataram Islam zaman dahulu. Tarian ini dimainkan secara berpasangan, dengan kostum lengkap budaya Jawa.

Makna Tari Bedhaya ini sendiri bercerita tentang siklus kehidupan tiap-tiap manusia, mulai dari dia lahir hingga wafat. Filosofi ini tergambar jelas dari gerakan-gerakan yang terkandung dalam tarian ini, diiringi dengan musik serta alat musik pengiring yang kompak.

4. Tari Gambyong

Tari Gambyong berasal dari Jawa Tengah, terlahir dari hasil perpaduan antara tarian rakyat dengan Keraton. Kata “Gambyong” sendiri diambil dari nama salah seorang penari jalanan bernama Mas Ajeng Gambyong, yang kemudian diabadikan dalam nama tarian ini.

Tarian ini berasal dari Surakarta, kamu akan sering menemukan tari Gambyong di berbagai acara, mulai dari pementasan seni, festival, upavara adat hingga event berupa hiburan lainnya. Tari ini dimainkan oleh 4-8 penari secara berpasang-pasangan.

5. Tari Golek Menak

Contoh Tari Berpasangan berikutnya bernama Golek Menak, yang berasal dari Yogyakarta. Pencipta tarian ini adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dan pertama kali dipentaskan pada tahun 1941. Nama lain dari tarian ini antaranya tari Beksa Golek Menak atau Beksan Menak.

Untuk gerakannya sendiri, mengusung sebagai apa peran dari penari itu. Karena pasalnya, tiap-tiap penari akan mengangkat karakter yang berbeda. Untuk alat musik pengiringnya yakni Gamelan berlaras Pelog.

6. Tari Payung – Contoh Tari Berpasangan

Contoh Tari Berpasangan selanjutnya adalah Tari Payung yang berasal dari Sumatera Barat. Tarian ini dimainkan oleh 3-4 pasangan, dengan jumlah penari mencapai 8 orang, dengan properti utama berupa sebuah payung.

Tarian ini bercerita tentang dua orang remaja yang bertemu dan kemudian menjalin hubungan hingga ke jenjang pernikahan. Tarian ini tergolong campuran karena diperagakan oleh pria dan wanita. Begitu pula gerakannya yang seirama dengan alunan musik pengiring.

7. Tari Legong

Contoh tarian berpasangan di Indonesia
Tari Legong | BlogKulo.com

Berikutnya bernama Tari Legong, yang berasal dari Bali. Tarian ini dimainkan oleh 2 orang perempuan saja. Pada awalnya, hanya boleh diperankan oleh wanita-wanita yang masih suci, muda alias belum menstruasi, karena alamat awal adalah sebagai tarian persembahan.

Namun seiring perkembangan zaman, kini kita bisa menyaksikan tarian Legong ini dalam banyak event dan acara, baik upacara adat, pernikahan, peringatan hari besar dan sejenisnya. Sedangkan pakem untuk pemujaan-pun telah dihilangkan.

8. Tari Janger

Tari Berpasangan berikutnya masih berasal dari Bali, bernama tari Janger. Jumlah penari dalam tarian ini adalah 10 orang dan saling berpasangan. 5 penari pria disebut dengan “kecak”, sedangkan 5 penari wanitanya disebut Janger.

Makna Tari Janger ini bercerita tentang kisah atau drama tentang Arjuna Wiwaha, Sunda Upasada dan tokoh lainnya. Gerakan dalam tarian ini cukup dinamis dan beragam, mengiringi iringan musik Gamelan Bali yang dimainkan kencang pula.

9. Tari Ketuk Tilu

Contoh Tari Berpasangan Nusantara selanjutnya bernama Ketuk Tilu, yang merupakan Tari Tradisional Jawa Barat. Nama Ketuk Tilu sendiri berasal dari bunyi tabuhan 3 buah Bonang yang dijadikan alat musik pengiring.

Sejatinya, tarian ini adalah cikal bakal munculnya tari Jaipong Kerawang. Meski bisa dibilang sebagai induknya, namun kepopulerannya kalah. Untuk penarinya, diisi oleh beberapa wanita yang saling berpasangan, dengan gerakan yang dinamis dan cepat.

10. Tari Wireng

Selanjutnya ialah Tari Wireng yang berasal dari Jawa Tengah. Tarian ini dimainkan oleh kaum pria secara berpasangan, umunnya 2 pasangan, dengan mendeskripaikan gerakan-gerakan ketika berlatih dan berperang.

Makna Tarian ini adalah menceritakan tentang prajurit-prajurit yang sedang berlatih sebelum berangkat ke medan perang. Tarian ini dibagi menjadi 6 jenis, yakni 6 jenis yaitu Panji Sepuh, Panju Anem, Dhadap Kanoman, Jemparing Ageng, Lhawung Ageng dan Dhadhap Kreta.

11. Tari Pethilan

Berikutnya yakni Tari Pethilan. Ini adalah salah satu Contoh Tari Berpasangan asal Jawa Tengah. Dalam tarian ini, pemainnya diperagakan oleh sepasang lawan jenis, maupun sejenis. Gerakan dalam Tari Pethilan mendeskripsikan peperangan.

Pada akhir tarian, akan ada yang kalah maupun menang, yang kalah akan berakting Mati dan yang menang akan berbangga. Tiap-tiap penari akan memegang sebuah pedang, dilengkapi celana dan pakaian motif batik serta selendang.

12. Tari Karonsih – Contoh Tari Berpasangan

Masih berasal dari Jawa Tengah, Tari Karonsih ini bercerita tentang sepasang kekasih yang tengah menjalani hubungan asmara. Tarian ini dibawakan sepasang lawan jenis, dengan nama Dewi Sekartaji dan Panji Asmara Bangun.

Gerakannya halus, lembut dan mengayun lambat, dengan busana kebesaran putri serta pangeran Keraton Jawa. Tarian ini berasal dari Bahasa Jawa â€˜kekaron atau sakloron tansah asih’ yang artinya keduanya saling mencintai.

13. Tari Langgen Asmara

Tarian ini berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Tidak jauh berbeda dengan Karonsih, tarian ini jiga menggambarkan sepasang kekasih yang sedang memadu asmara. Namun dalam tarian terdapat pula konflik, selain keromantisan semata.

Untuk tata busana, sangat identik dengan lelakon pewayangan, yang pada dasarnya menggunakan selendang panjang, Pemakaian bentuk sanggul dan mahkota pada kepala si penari.

14. Tari Driasmara

Contoh Tari berpasangan asal jawa
Tari Driasmara | TarieTradisionalJawa.blogspot.com

Contoh Tari Pasangan selanjutnya adalah Tari Driasmara, yang berasal dari Jawa Tengah. Sebagian orang menyebutnya sebagai kembaram dari tari Karonsih, yang sama-sama menceritakan tentang hubungan asmara antara Dewi Sekartaji dan Panji Asmara Bangun juga.

Tarian ini pertama kali disusun oleh Sunarno Purwolelono (1976). Kemudian disusun kembali oleh Wahyu Santosa Prabowo (1980), lalu Nora Kustantina Dewi yang dibantu oleh Rusini untuk penataran Pamong Kesenian se-Jawa Tengah di PKJT Sasono Mulyo Baluwarti, Surakarta.

15. Tari Regol Gunungsari

Selanjutnya adalah tari Regol Gunungsari, yang berasal dari Jawa. Pada awal kemunculannya, tarian ini hanya dimainkan oleh satu orang saja. Namun seiring perkembangan zaman, muncullah konsep tari kreasi baru yang mengikutsertakan tarian ini, sehingga dibuat berpasangan.

Tari Regol Gunungsari bercerita tentang kisah Panji, yang diangkat dari cerita leluhur masyarakat Jawa. Saat ini, akan sering kamu jumpai di berbagai event, baik acara resmi maupun non resmi di pulau Jawa.

16. Tari Prawiroguno

Selanjutnya berasal dari Jawa Tengah, yakni Tari Prawiroguno. Tarian ini dimainkan oleh sepasang pria, dimana terciptanya tarian ini terinspirasi dari kehebatan para pejuang bangsa Indonesia di masa lampau saat menghadapi penjajah.

Gerakannya sangat tegas dan gagah, mencerminkan bagaimana gerakan-gerakan dalam perang. Tema peperangan yang diangkat ini terjadi saat penjajah mengalami kemunduran. Properti tarian ini umimnya adalah pedang samurai dan tameng.

17. Tari Jaranan Buto

Tarian ini berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam bahasa jawa, Buto artinya ialah Raksasa, itulah mengapa pada awal kemunculannya, tarian ini hanya dimainkan oleh 2 orang yang berbadan besar, karena menceritakan tentang raksasa.

Namun seiring perkembangan zaman, kini tarian ini sering juga diperankan secara beramai-ramai. Layaknya Tari Kuda Lumping, tarian ini juga mengguakan properti kuda buatan dalam tariannya, serta dilengkapi atraksi akrobatik yang menawan.

18. Tari Remo – Contoh Tari Berpasangan

Contoh Tari Berpasangan berikutnya bernama Remo, yang berasal dari Jawa Timur. Tarian ini dimainkan oleh beberapa pasangan secara bebas, dengan gerakan kaki yang lebih mencolok, dimamis dan kencang.

Ditambah lagi properti berupa gelang yang dipasang di kaki, semakin membuat tarian ini menjadi meriah. Fungsi Tari Remo ini sendiri digunakan untuk menyambut tamu terhormat maupun tokoh besar yang berkunjung ke Banyuwangi.

19. Tari Garuda Nusantara

Contoh Tari yang berpasangan di Indonesia berikutnya bernama Tari Garuda Indonesia, yang berasal dari Jawa Timur. Tarian ini dimainkan oleh dua orang pria, yang tentunya gagah, tegas dan lincah, melambangkan burung Garuda.

Makna Tarian ini sendiri bercerita tentang bagaimana ketika burung Garuda terbang tinggi, mengepakkan sayap dan memekik keheningan alam, menggambarkan kekuatan dan keperkasaan Burung fiktif yang menjadi lambang negara ini.

20. Tari Gelang Ro Om

Selanjutnya adalah Tari Gelang Ro Om yang masih berasal dari Jawa Timur, tepatnya di daerah Madura. Ro Om sendiri artinya adalah Harum. Tarian ini dimainkan oleh 2 orang perempuan.

Pada gerakannya, melambangkan bagaimana keasrian, keindahan, keelokan dan keharuman, baik putri-putri asli Madura maupun keadaan alamnya.

21. Tari Kethuk Tilu

Koleksi tari berpasangan Nusantara
Tari Kethuk Tilu | KameraBudaya.com

Berikutnya berasal dari Jawa Timur, bernama Kethuk Tilu. Menurut informasi sejarah yang beredar, tari Kethuk Tilu ini merupakan cikal bakal kemunculan Tari Jaipong yang berasal dari Karawang.

Pemain dari tarian ini adalah dua orang perempuan. Namun kini, juga dimainkan secara berpasangan dengan berlawanan jenis. Fungsi tari ini adalah hiburan di berbagai acara, misalnya Pesta Pernikahan, penutup berbagai acara dan sebagainya.

22. Tari Kaleran

Masih berasal dari Jawa Timur, contoh tari berpasangan selanjutnya bernama Kaleran. Banyak yang menyamakan tarian ini dengan Tari Jaipong, karena memang memiliki banyak kesamaan selain berasal dari satu daerah.

Namun yang membedakannya adalah, mayoritas gerakan dalam tarian ini diselipi humor dan lelucon, sehingga tarian ini kerap dijadikan sebagai hiburan bagi warga Jawa Timur, serta dipentaskan di banyak acara, baik resmi maupun non resmi.

23. Tari Merak

Seperti yang kita ketahui, Tari Merak merupakan salah satu Tari Tradisional di Indonesia yang sangat populer, terutama di tanah Jawa. Sesuai namanya, yakni mendeskripsikan mengenai burung merak, tercermin mulai dari kostum dan gerakan.

Tari Merak dimainkan oleh dua orang perempuan, dengan gerakan yang bervariasi, mulai dari lamban hingga dinamis. Bulu-bulu bak bulu burung merak menjadi ciri khas dalam tata busana tarian ini.

24. Tari Babad

Berikutnya bernama tari babad, yang berasal dari Jawa Timur. Singkatnya, tarian ini dimainkan secara berpasangan, dan menceritakan sejarah Jawa Timur, serta disirami nilai-nilai historis yang sangat dalam.

Contoh Tari Berpasangan Nusantara Lainnya

Sebenarnya, bukan hanya 24 buah di atas itu saja, sejatinya masih banyak contoh-contoh tari berpola pasangan di tanah air, namun saya tidak bisa menjelaskannya masing-masing.

Yang pasti, kekayaan budaya yang kita miliki tidak terhitung jumlahnya, tidak terkecuali dalam kesenian tarian tradisional. Nah, beberapa Contoh Tari Berpasangan lainnya bisa kamu simak pada tabel di bawah ini :

NoNama TarianAsal Daerah
1Tari AdaninggarJateng
2Tari Semut 2Jatim
3Tari TopengJatim
4Tari Jawa Timur RayaJatim
5Tari KartoloJatim
6Tari Rendeng BojongJabar
7Tari SugriwaJabar
8Tari WayangJabar
9Tari KeurseusJabar
10Tari SubaliJabar
11Tari CakaleleMaluku
12Tari CokekDKI Jakarta
13Tari RancakSumbar
14Tari PasambahanSumbar
15Tari Alang BabegaSumbar

Penutup Contoh Tari Berpasangan

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai Kumpupan contoh Tari Berpasangan di Indonesia beserta penjelasannya. Semoga ulasan kali ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kamu. Terima kasih. (Ref)

Simak juga : Contoh Tari Modern dan Penjelasannya