Biografi BASUKI ABDULLAH : Sang Penakluk 87 Pelukis Eropa

Selamat datang kembali di website Senipedia. Pada kesempatan kali ini, saya akan kembali mengulas salah satu Biodata lengkap pelukis ternama di Indonesia, yakni Biografi Basuki Abdullah yang merupakan seniman ternama di tanah air.

Sebelumnya, saya juga sudah mengulas beberapa Biografi pelukis di Indonesia diantaranya adalah Biografi Abdullah Suriosubroto dan Agus Djaya, dua orang seniman ini termasuk pencetus seni lukis modern, dengan karya-karya mereka yang telah dikenal luas.

Biografi Basuki Abdullah secara Lengkap

Dibawah ini akan saya uraikan mulai dari kelahiran, masa kecil, pendidikan, perjalanan karir dan kehidupan, keluarga hingga karya lukis Basuki Abdullah untuk kamu.

Kelahiran dan Pendidikan Basuki Abdullah

Basuki Abdullah (nama lengkap: Fransiskus Xaverius Basuki Abdullah) lahir pada 25 Januari 1915 di Surakarta, Jawa Tengah (masa itu masih Hindia-Belanda).

Beliau adalah anak dari seniman legendaris Abdullah Suriosubroto dan ibu bernama Raden Nganten Ngadisah, serta cucu dari Wahidin Sudirohusodo, yang merupakan tokoh pergerakan nasional Indonesia.

Sejak berusia 4 tahun, bakat melukis telah terlihat dalam diri Basuki yang tersalur dari ayahnya. Di usia tersebut, dia telah gemar melukis, diantara karya yang dibuat adalah lukisan Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, Yesus Kristus dan Krishnamurti.

Kehidupan Basuki Abdullah mengenyam pendidikan formal pertamanya di sekolah Katolik HIS (Hollandsch-Inlandsche School) dan Mulo Katolik yang ada di Solo.

Kemudian di tahun 1933, Basuki Abdullah mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di Academie Voor Beeldende Kunsten, yakni sebuah Akademi Seni Rupa yang ada di Den Haag, Belanda.

Setelah menyelesaikan pendidikan selama 3 tahun, dia diberi penghargaan Sertifikat Royal International of Art (RIA).

Untuk rincian Pendidikan Basuki Abdullah adalah sebagai berikut :

  • Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Katolik
  • Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Katolik, Solo
  • Academie Voor Beeldende Kunsten, Sertifikat Royal International of Art(RIA), di Den Haag, Belanda, 1933.

Perjalanan Hidup Basuki Abdullah

10 tahun berlalu setelah menerima penghargaan, tepatnya pada 19 Maret 1943, beliau bergabung dalam sebuah organisasi bernama Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat.

Dalam organisasi tersebut, Basuki diberi tugas sebagai guru / pengajar seni lukis. Ini adalah pengalaman pertama yang diraihnya.

Tidak tanggung-tanggung, beberapa muridnya berhasil menjadi seniman yang besar, diantaranya adalah :

  • Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia)
  • Zaini (pelukis impresionisme). 

Selain Organisasi Poetra diatas, beliau juga aktif di Keimin Bunka Sidhosjo, yakni sebuah Pusat Kebudayaan yang dimiliki pemerintah Jepang kala itu, dengan beberapa seniman lainnya antara lain Affandi, S.Sudjoyono, Otto Djaya dan Basuki Resobawo.

Lima tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 6 September 1948, diadakan sebuah sayembara melukis, bertepatan dengan penobatan Ratu Yuliana di Amsterdam, Belanda.

Dalam sayembara tersebut, Basuki Abdullah tidak ketinggalan sebagai peserta. Hebatnya, beliau berhasil mengalahkan 87 orang pelukis Eropa, serta dinobatkan sebagai pemenang.

Semenjak keberhasilan tersebut, nama dan Karir Basuki Abdullah mulai dikenal di kancah internasional, dia telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di Dunia Lukis pada masa itu.

Ketika masih di Belanda, Basuki kerap mengelilingi dunia dalam rangka memperdalam ilmu seni lukisnya, serta bertemu dengan beberapa pelukis kenamaan Eropa lainnya dari Italia dan Prancis.

Perjalanan Karir Basuki Abdullah

Sepanjang perjalanan karirnya, Basuki tersohor dengan sebutan ‘Pelukis Potret’, terutama karya lukisannya yang bertemakan wanita-wanita cantik, karena Keluarga kerajaan maupun kepala negara lebih suka memperindah lukisan daripada bentuk aslinya.

Selain pelukis potret, beliau juga ulung dalam melukis pemandangan alam, fauna-flora, tema-tema perjuangan, pembangunan dan sebagainya. Tidak heran jika beliau dikenal sebagai pelukis beraliran Naturalis.

Sepanjang perjalanan Karir dalam biografi Basuki Abdullah singkat, dia telah banyak mengadakan pameran tunggal, tidak hanya di dalam saja, tapi juga di luar negeri. Buktinya telah lebih 22 negara yang mengoleksi lukisan fenomenal hasil karyanya.

Beberapa negara yang pernah menjadi tempat pengadaan pameran tunggal antara lain adalah di Thailand, Malaysia, Jepang, Belanda, Inggris, Portugal dan beberapa negara lainnya.

Beliau memang lama tinggal di luar negeri, misalnya diketahui telah menetap di Thailand selama beberapa tahun, hingga akhirnya diangkat sebagai pelukis Istana Merdeka saat mulai menetap di Jakarta sejak tahun 1974.

Aliran Seni Lukis Basuki Abdullah

Seperti yang saya sebutkan diatas, aliran lukisan Basuki Abdullah lebih condong ke Naturalisme, karena memang beliau dikenal luas dengan aliran tersebut, menurut beberapa tolok ukur secara mayoritas.

Aliran Naturalisme dan Realisme

Namun jika diperhatikan dari beberapa karyanya yang lain, terdapat unsur campuran juga, misalnya seperti lukisannya yang berjudul “Kakak dan Adik“, dimana subjek yang ditampilkan terdapat unsur “Apa adanya”, dan itu adalah aliran Realisme.

Selain Naturalisme dan Realisme, juga terlihat adanya aliran Romantisme, serta beberapa karya yang didasari dongeng maupun mitos. Bisa dibilang, Basuki telah terjun di gaya seni kontemporer pada masanya.

Pelukis Mooi Indie

Mooi Indie adalah sebutan atau gelar yang diberikan kepada para pelukis, yang menciptakan lukisan-lukisan pemandangan. Didalamnya terdapat juga orang tunggal atau berkelompok saat berinteraksi dengan alam.

Misalnya saja seperti orang sedang membajak sawah, wanita yang tengah mencuci pakaian di sungai, para nelayan yang memancing di laut saat matahari terbenam dan sebagainya.

Uniknya lagi, objek dan subjek yang digambarkan masih tidak jauh dari gaya naturalisme secara khas. Oh iya, pelukis asal Indonesia yang terkenal dengan Mooi Indie adalah ayahnya sendiri, yakni Abdullah Suriosubroto.

Wafatnya Basuki Abdullah

Menurut beberapa sumber yang saya temukan tentang Biografi Basuki Abdullah , beliau wafat dalam keadaan yang kurang mengenakkan. Pasalnya, dia dibunuh oleh tukang kebunnya sendiri.

Ceritanya begini : Pada suatu malam, ketika Basuki tengah memanjatkan do’a di kamar pribadinya, tiba-tiba ada seorang pencuri masuk ke rumahnya, yang digadang-gadang adalah tukang kebunnya yang hendak mencuri sebuah jam tangan.

Selang beberapa waktu, Basuki kena pukulan berat oleh senjata miliknya sendiri dan dilakukan oleh si pencuri. Akhirnya beliau wafat dengan status korban pembunuhan, pada tanggal 5 November 1993 di Jakarta.

Sebelum wafat, ternyata Basuki telah membuat surat wasiat yang berisi tentang pesannya yang mengisyaratkan bahwa, rumah beserta sebagian besar koleksi lukisannya diserahkan kepada negara.

Pada tahun 2001, rumah tersebut dijadikan Museum Basoeki Abdullah, dengan tidak mengubah alias mempertahankan bentuk asli rumah itu semanjak ditinggalkan.

Lukisan Karya Basuki Abdullah

Nah, setelah mengetahui Biografi Lengkap Basuki Abdullah diatas, dibawah ini adalah beberapa karya lukisan dari Basuki Abdullah yang fenomenal dan tersohor di Indonesia, maupun mancanegara :

Biografi Basuki Abdullah
Pertempuran Gatotkaca dan Antasena
Lukisan karya Basuki Abdullah
Wajah Model oleh Basuki Abdullah
Lukisan Basuki Abdullah
Lukisan karya Basuki Abdullah

Penutup

Sebagai seorang Pecinta Seni, hendaknya generasi seperti kita ini mampu memberikan kondisi dimana selalu siap, untuk mengajak orang lain agar bisa menjaga, melestarikan hingga meniru semangat dan kegigihan mereka.

Setidaknya dalam dunia seni lukis, mereka telah membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia, dipenuhi oleh orang-orang yang punya jiwa kesenian dan kekreativitasan yang tinggi.

Baca juga Artikel lainnya :

Demikianlah, Biografi Basuki Abdullah secara Lengkap dan spesial untuk kamu, mulai dari kelahiran, pendidikan, masa muda, perjalanan karir, akhir hayat hingga beberapa lukisan karya Basuki Abdullah.

Semoga ulasan Biografi singkat Basuki Abdullah ini bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita mengenai daftar pelukis ternama di Indonesia, yang karyanya akan selalu menjadi inspirasi serta dikenang sepanjang masa. Terima kasih. (Referensi)